Lampung – Prof. Dr. Hasan Hariri, S.Pd., M.B.A., Ph.D., dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)…
Penulis: BJe
Dua Siswa MTsN 1 Kotaagung Tanggamus Raih Prestasi Gemilang di Ajang Talenta Puspresnas 2025
Tanggamus – Dua siswa-siswi MTs Negeri 1 Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, kembali mengharumkan nama madrasah dengan meraih…
Unila Ikuti Seleksi Anugerah Kerja Sama Diktisaintek
Lampung – Universitas Lampung (Unila) mengikuti seleksi tahap kedua Anugerah Kerja Sama Diktisaintek 2025 yang diselenggarakan…
Workshop Penyusunan Laporan SDGs Perguruan Tinggi
Lampung – Universitas Lampung (Unila) melalui SDGs Center di bawah koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada…
Sekretariat DPRD Lampung Selatan Terima Kunjungan Komisi III dan IV DPRD Pringsewu Bahas Pengawasan Galian C dan Peningkatan Kualitas Pendidikan
Lampung Selatan – Sekretaris DPRD Kabupaten Lampung Selatan, Achmad Herry, menerima kunjungan kerja rombongan Komisi III…
Kemenko Pangan Kawal Ketat Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Lamsel: Target Selesai Tepat Waktu dan Tepat Mutu

LAMSEL, Ketapang – Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam mengawal program strategis nasional. Melalui Asisten Deputi Pengelolaan Perikanan Tangkap, Yogi Yanuar, Kemenko Pangan meninjau langsung progres pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Ketapang, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (9/10/2025).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kerja Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim, yang memantau pelaksanaan program Kampung Nelayan Merah Putih di empat lokasi di Provinsi Lampung. Di Lampung Selatan sendiri, dua wilayah menjadi titik fokus pengembangan, yakni Desa Ketapang dan Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi.
“Hari ini kami memantau langsung salah satu daerah prioritas, yaitu Desa Ketapang. Program ini merupakan amanah Presiden untuk memperkuat kesejahteraan nelayan dan ketahanan pangan nasional,” ujar Yogi Yanuar di sela kunjungan lapangan.
Proyek Strategis Nasional untuk Kemandirian Nelayan
Yogi menjelaskan, Kampung Nelayan Merah Putih merupakan salah satu program prioritas nasional di sektor kelautan dan perikanan. Kemenko Pangan bertanggung jawab melakukan sinkronisasi, koordinasi, dan pengendalian program, sementara pelaksanaan teknisnya dikerjakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
“Kami tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memastikan keberlanjutan pengelolaan setelah proyek ini rampung,” tegasnya.
Ke depan, pengelolaan fasilitas akan melibatkan Koperasi Desa Merah Putih, yang telah menyiapkan rencana kerja dan strategi pelibatan anggota.
“Alhamdulillah, koperasi sudah siap mengelola fasilitas ini agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat nelayan,” tambah Yogi.
Pembangunan Capai Target, Rampung Akhir 2025
Di Desa Ketapang, PT Adi Karya selaku kontraktor pelaksana mengalokasikan lebih dari Rp15 miliar untuk pembangunan 19 bangunan dan 25 item pekerjaan. Sejumlah fasilitas tengah disiapkan, mulai dari Pasar Ikan, Bale Nelayan, Sentra Kuliner, Kios Waserda, Gudang Beku, Pabrik Es, Docking Perahu, Bengkel Nelayan, Shelter Cold Box, Shelter Pendaratan Ikan, hingga Bangunan Eksisting.
Yogi mengungkapkan, progres proyek hingga saat ini telah melampaui target, dan ditargetkan selesai pada akhir Desember 2025.
“Kami ingin memastikan proyek ini tepat waktu, tepat mutu, dan tepat guna, sehingga benar-benar membawa maslahat bagi masyarakat pesisir,” ujarnya.
Sinergi Pemerintah Daerah dan Pusat
Dalam kunjungan itu, Yogi didampingi oleh sejumlah pejabat daerah, antara lain Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung Liza Derni, Kadis Perikanan Lampung Selatan Dwi Jatmiko, dan Kadis Koperasi UKM Lampung Selatan Aryantoni.
Kemenko Pangan berharap sinergi lintas sektor ini dapat mempercepat penyelesaian pembangunan, sekaligus memastikan keberlanjutan ekonomi masyarakat nelayan di Lampung Selatan.
“Kami ingin proyek ini menjadi contoh bagaimana sinergi pusat dan daerah mampu menciptakan desa nelayan modern yang mandiri dan produktif,” tutup Yogi.
Bupati Cup 2025 Siap Panaskan Panggung HUT ke-69 Lampung Selatan: Perpaduan Sport, UMKM, dan Budaya
LAMSEL, Kalianda – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) tengah mematangkan persiapan Bupati Cup 2025, ajang olahraga bergengsi yang akan menjadi pembuka meriah rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kabupaten Lampung Selatan.
Kepala Dispora Lampung Selatan, Yespi Cory, mengungkapkan bahwa turnamen tersebut dijadwalkan dibuka pada 27 Oktober 2025 di Gedung Olahraga Way Handak (GWH) Kalianda, meskipun lokasi pelaksanaan masih dapat menyesuaikan kondisi di lapangan.
“Acara pembukaan akan dimeriahkan dengan Tari Sigeh Pengunten, dan jika memungkinkan juga menampilkan Tari Tuping sebagai bentuk pelestarian budaya Lampung,” ujar Yespi seusai memimpin rapat persiapan di Kantor Dispora, Kamis (9/10/2025).
Perpaduan Olahraga, Ekonomi, dan Kearifan Lokal
Tak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, Bupati Cup 2025 juga dikemas sebagai pesta rakyat, menghadirkan beragam kegiatan pendukung seperti bazar UMKM, pasar murah, dan donor darah.
Yespi menegaskan, kegiatan ini merupakan momentum bersama untuk memperkuat sinergi antarinstansi dan masyarakat.
“Ini bukan hanya hajatnya Dispora, tapi hajat kita semua — Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama masyarakatnya,” tegasnya.
Adapun tiga cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan meliputi bola voli, sepak bola, dan tenis, dengan teknis pelaksanaan dikoordinasikan oleh pengurus masing-masing cabor.
HUT Lamsel ke-69 Jadi Momentum Bangkitkan Semangat dan Ekonomi Warga
Selain Bupati Cup, peringatan HUT ke-69 Lampung Selatan juga akan diramaikan berbagai kegiatan menarik, mulai dari fun run, turnamen futsal pelajar, voli pantai, hingga atraksi spektakuler jetski dari Jakarta ke Bakauheni yang digadang-gadang akan memecahkan rekor MURI.
Dengan rangkaian acara yang variatif ini, Pemkab Lampung Selatan berharap semangat olahraga, kebersamaan, dan kebanggaan daerah dapat tumbuh lebih kuat di kalangan masyarakat.
“Melalui HUT tahun ini, kami ingin menghidupkan semangat sportivitas sekaligus menggerakkan ekonomi lokal melalui partisipasi pelaku UMKM,” pungkas Yespi.
DWP Lampung Selatan Ajak Ibu Hamil Jadi Garda Terdepan Cegah Stunting Sejak dalam Kandungan
LAMSEL, Kalianda – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lampung Selatan menggelar seminar gizi bertema “Pentingnya Pemenuhan Gizi bagi Ibu Hamil dan Menyusui dalam Rangka Penanganan Stunting”, Kamis (9/10/2025), di Aula Krakatau Kantor Bupati Lampung Selatan.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, dan dihadiri oleh Penasehat DWP Reni Apriyani Syaiful Anwar, Ketua DWP Ratna Yanuana Supriyanto, serta para ketua dan anggota DWP dari seluruh kecamatan se-Lampung Selatan.
Peran Ibu Jadi Kunci Generasi Sehat dan Unggul
Dalam sambutannya, Sekda Supriyanto menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui perhatian serius pada ibu hamil dan menyusui.
Menurutnya, masa kehamilan dan menyusui merupakan fase penting yang menentukan masa depan anak.
“Masa kehamilan dan menyusui adalah investasi jangka panjang. Dengan edukasi yang tepat, angka stunting bisa ditekan dan anak-anak akan tumbuh sehat, cerdas, dan kuat,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya menurunkan angka stunting di Lampung Selatan.
“Mari kita rapatkan barisan untuk melahirkan generasi unggul dan berdaya saing,” tambahnya.
Reni Apriyani: Gizi Sejak Kandungan Adalah Investasi Bangsa
Sementara itu, Penasehat DWP Lampung Selatan, Reni Apriyani Syaiful Anwar, menekankan pentingnya peran ibu dalam memberikan gizi terbaik sejak masa kehamilan.
“Memberikan gizi terbaik sejak dalam kandungan adalah investasi paling jujur dan mendasar untuk masa depan bangsa. Ibu harus menjadi agen perubahan yang mengubah ketidaktahuan menjadi pengetahuan,” tegas Reni.
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara ibu, bidan desa, dan posyandu, agar edukasi gizi dan pemberian makanan tambahan dapat tepat sasaran, khususnya pada periode 1000 hari pertama kehidupan (HPK) yang dikenal sebagai golden period tumbuh kembang anak.
DWP Dorong Kreativitas dan Edukasi Gizi Keluarga
Sebelumnya, Ketua DWP Lampung Selatan, Ratna Yanuana Supriyanto, dalam laporannya menyampaikan bahwa seminar ini bertujuan meningkatkan wawasan anggota DWP tentang pentingnya gizi seimbang bagi ibu hamil dan menyusui.
Kegiatan diikuti 65 peserta dari unsur DWP kecamatan, dan akan berlanjut pada Jumat (10/10/2025) untuk peserta dari unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong kreativitas ibu-ibu dalam memperhatikan gizi keluarga, membangun solidaritas antaranggota, serta mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap gizi ibu dan anak,” ujarnya.
Langkah Konkret Menuju Generasi Bebas Stunting
DWP Lampung Selatan berharap kegiatan ini dapat menjadi gerakan nyata dalam perubahan perilaku gizi di masyarakat, terutama di kalangan ibu hamil dan menyusui.
Seminar ini juga menjadi bukti nyata dukungan DWP Lampung Selatan terhadap program pemerintah dalam mewujudkan generasi bebas stunting, sehat, dan berkualitas untuk masa depan daerah yang lebih maju.
Bantuan Pangan Tahap II di Lampung Selatan: Warga Kini Terima Beras dan Minyak Sekaligus
LAMSEL, Kalianda – Kabar baik bagi masyarakat Lampung Selatan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan bersiap menyalurkan bantuan pangan tahap kedua untuk alokasi bulan Oktober–November 2025, dengan paket bantuan yang kini lebih lengkap: tidak hanya beras, tetapi juga minyak goreng.
Sosialisasi penyaluran bantuan ini digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lampung Selatan bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog Cabang Lampung Selatan, bertempat di Aula Rimau Kantor Bappeda, Kamis (9/10/2025).
Kegiatan tersebut diikuti oleh para koordinator kecamatan, lurah, dan kepala desa dari Kecamatan Kalianda, Sidomulyo, dan Penengahan. Turut hadir Ikin Sodikin, Analis Pasar Hasil Pertanian Ahli Muda dari Bapanas, serta Fedrial Farhan, Pimpinan Bulog Cabang Lampung Selatan.
Bantuan Lebih Lengkap untuk Ringankan Beban Warga
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lampung Selatan, Zulvina Ratnasari, menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan memastikan penyaluran bantuan berlangsung lancar, tepat sasaran, dan sesuai mekanisme baru.
“Berbeda dengan tahap sebelumnya yang hanya berupa beras, pada alokasi tahap kedua ini pemerintah menambahkan bantuan berupa minyak goreng bagi seluruh **keluarga penerima manfaat (KPM),” jelas Zulvina.
Ia menambahkan, penyaluran bantuan pangan beras untuk periode Juni–Juli 2025 telah mencapai 100 persen dari target 106.415 KPM.
“Capaian ini berkat kerja sama yang baik antara Bapanas, Bulog, dan pemerintah daerah hingga tingkat desa dan kelurahan,” ujar Zulvina.
Jaga Stabilitas dan Dukung Ketahanan Pangan
Atas nama Pemkab Lampung Selatan, Zulvina menyampaikan apresiasi kepada Bapanas yang terus mendukung pelaksanaan program bantuan pangan.
Menurutnya, program ini bukan hanya membantu masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah.
Ia berharap penyaluran bantuan alokasi Oktober–November kali ini bisa berjalan lebih tertib dan terkoordinasi.
“Dinas Ketahanan Pangan siap mendukung sepenuhnya dari sisi koordinasi, pendataan, pemantauan, hingga pelaporan agar bantuan ini tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu,” tegasnya.
Setiap Keluarga Terima 20 Kg Beras dan 4 Liter Minyak
Sementara itu, perwakilan Bapanas, Ikin Sodikin, menjelaskan bahwa setiap keluarga penerima manfaat akan memperoleh 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan, disalurkan sekaligus untuk dua bulan.
“Totalnya 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng akan diterima oleh setiap keluarga penerima manfaat,” terang Ikin.
Dengan komitmen bersama dari pemerintah pusat hingga daerah, diharapkan bantuan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan keluarga di Lampung Selatan.
Rektor Kunjungi Solo Technopark Kembangkan Science Techno Park Unila
Lampung – Rektor Universitas Lampung (Unila), Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., didampingi…
Rektor Kunjungi Solo Technopark Kembangkan Science Techno Park Unila
Lampung – Rektor Universitas Lampung (Unila), Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., didampingi…
Rektor Kunjungi Solo Technopark Kembangkan Science Techno Park Unila
Lampung – Rektor Universitas Lampung (Unila), Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., didampingi…
Unila Gelar Rakor Kebijakan Insentif KTW 2025
Lampung – Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan rapat koordinasi pelaksanaan insentif untuk pencapaian Kelulusan Tepat Waktu (KTW)…
Lampung Selatan Siap Pecahkan Rekor MURI! Aksi Jetski Jakarta–Bakauheni Jadi Pembuka Spektakuler HUT ke-69
LAMSEL, Kalianda – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan tengah bersiap menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 pada 14 November 2025, dengan konsep yang lebih megah, kreatif, dan berkelas nasional.
Tahun ini, Lampung Selatan menyiapkan kejutan besar: pemecahan Rekor MURI melalui perjalanan jetski dari Jakarta menuju Bakauheni. Aksi lintas laut ini akan menjadi pembuka spektakuler rangkaian Festival HUT Lampung Selatan 2025, sekaligus menegaskan posisi Lampung Selatan sebagai gerbang pariwisata dan budaya Pulau Sumatra.
Rencana besar tersebut dibahas dalam rapat panitia pelaksana HUT ke-69 Lampung Selatan yang digelar di Aula Krakatau, Kantor Bupati Lampung Selatan, Rabu (8/10/2025).
Zita Anjani Dorong Lampung Selatan Jadi Pusat Festival Nasional
Ketua Tim Penggerak PKK Lampung Selatan, Zita Anjani, yang juga Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, menyampaikan bahwa perayaan tahun ini dirancang bukan sekadar seremoni, tetapi momentum kebangkitan daerah.
“Kita ingin HUT Lampung Selatan bukan hanya seremoni tahunan, tapi festival besar yang membanggakan daerah. Seperti Jember dan Banyuwangi, Lampung Selatan juga harus punya event besar yang dikenal luas,” ujar Zita dengan optimis.
Zita menjelaskan, rangkaian HUT ke-69 Lampung Selatan akan berlangsung enam hari penuh, menampilkan beragam kegiatan atraktif seperti festival musik, olahraga, pawai budaya, dan bazar UMKM yang akan memeriahkan sore hingga malam hari.
Ia juga menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menyukseskan acara ini.
“HUT ke-69 ini harus jadi kerja kolaboratif. Semua pihak — pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat — harus ikut berkontribusi. Ini bukan hanya ajang perayaan, tapi juga ruang kreatif dan produktif bagi masyarakat Lampung Selatan,” tegasnya.
Sinergi Pemerintah dan Masyarakat
Dalam rapat tersebut, Sekretaris Daerah Lampung Selatan Supriyanto, Wakil Ketua TP PKK Reni Apriani, serta Ketua DWP Ratna Yanuana, turut membahas berbagai aspek teknis, mulai dari keamanan, logistik, hingga keterlibatan komunitas lokal.
Pemerintah Kabupaten menargetkan agar perayaan ini menjadi ikon tahunan baru, yang dapat menarik wisatawan, memacu ekonomi kreatif, serta memperkuat citra Lampung Selatan sebagai daerah yang dinamis dan berdaya saing nasional.
“Melalui rangkaian kegiatan ini, kita ingin menegaskan bahwa Lampung Selatan bukan hanya pintu gerbang Sumatra, tetapi juga pusat inovasi, budaya, dan kolaborasi,” pungkas Zita.
Resmi Jadi Bunda Forum Anak Daerah, Zita Anjani Tegaskan Komitmen Lindungi dan Dengar Suara Anak Lampung Selatan
LAMSEL, Kalianda – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lampung Selatan, Zita Anjani, resmi dikukuhkan sebagai Bunda Forum Anak Daerah (FAD) Kabupaten Lampung Selatan.
Pengukuhan dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Supriyanto, mewakili Bupati Radityo Egi Pratama, di Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, Rabu (8/10/2025).
Dalam momen tersebut, Zita juga mengukuhkan Duta Anak Kabupaten Lampung Selatan, yang akan menjadi ujung tombak partisipasi generasi muda dalam advokasi hak-hak anak. Acara turut dirangkai dengan penyerahan bantuan sosial bagi anak stunting, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap percepatan penurunan angka stunting di wilayah tersebut.
Sekda Supriyanto dalam sambutannya menegaskan pentingnya Forum Anak Daerah (FAD) sebagai wadah partisipasi aktif anak-anak dalam pembangunan daerah, khususnya dalam perlindungan dan pemenuhan hak anak.
“Pembangunan daerah bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga membangun manusia unggul dan berkarakter sejak dini,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa meski angka stunting Lampung Selatan tahun 2024 hanya 10,4% — termasuk rendah di Provinsi Lampung — persoalan ini tetap harus menjadi prioritas utama.
Sementara itu, Zita Anjani menyampaikan rasa syukur dan tekad kuat untuk menjalankan amanah barunya. Ia menegaskan bahwa perannya sebagai Bunda Forum Anak Daerah bukan hanya simbolik, tetapi bentuk komitmen nyata untuk menjadi pelindung dan penyambung suara anak-anak Lampung Selatan.
“Hari ini saya dipercaya mewakili anak-anak se-Lampung Selatan. Saya adalah bunda kalian semua,” ucap Zita hangat disambut tepuk tangan peserta.
Zita juga mengajak anak-anak untuk berani bersuara dan melaporkan persoalan sosial di sekitar mereka — mulai dari kekerasan, stunting, hingga penyalahgunaan narkoba. Ia bahkan membuka ruang komunikasi langsung melalui media sosial pribadinya agar setiap laporan bisa segera ditindaklanjuti.
Dengan gaya akrab, Zita menutup sambutannya dengan candaan ringan yang mengundang tawa:
“Kata Mas Bupati, saya jangan sering ke rumah sakit, karena setiap pulang dari sana pasti bawa anak,” ujarnya, membuat suasana acara hangat dan penuh keceriaan.