Satlantas Polres Tanggamus Selidiki Video Viral Mobil Plat Merah Diduga Ugal-ugalan
TANGGAMUS – Satlantas Polres Tanggamus terus melakukan penyelidikan terkait video viral yang memperlihatkan sebuah mobil Toyota…
Bandar Lampung Expo 2026 Ditutup, Transaksi Tembus Rp3,1 Miliar, UMKM Kuliner Jadi Penyumbang Terbesar
BANDAR LAMPUNG – Bandar Lampung Expo 2026 resmi ditutup oleh Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana…
Gagal Digelar, Paripurna Pengambilan Keputusan Dua Raperda di DPRD Metro Tak Kuorum
Metro | Paripurna DPRD Kota Metro dengan agenda pengambilan keputusan bersama terhadap dua Rancangan Peraturan Daerah…
Meriahkan Usia ke-45, SMA YP Unila Gelar Jalan Sehat dan Potong Tumpeng
JurnalKota.net – BANDAR LAMPUNG –SMA YP Unila sukses menggelar rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-45 dengan penuh kemeriahan dan rasa syukur. Mengusung tema “45 Tahun Melangkah Bersama Mengukir Prestasi Untuk Masa Depan”, sekolah yang dikenal dengan jargon “Sekolahnya Juara, Juaranya Sekolah” ini kembali menegaskan komitmennya untuk terus mencetak generasi berprestasi.
Tahun 2026 ini menjadi masa keemasan bagi YP Unila di bawah nahkoda Dr. Ryzal Perdana, M.Pd. selaku Ketua Dewan Pengurus YP Unila.
Lembaga pendidikan ini terbukti mampu mencetak berbagai raihan prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional, melalui berbagai program inovatif dan sinergi yang berdampak lintas sektor.
Rangkaian kegiatan diawali dengan aksi jalan sehat bersama yang diikuti oleh seluruh keluarga besar sekolah, mulai dari jajaran pimpinan, guru, staf, hingga para siswa.
Pengibaran bendera start bermotif kotak-kotak menandai dimulainya jalan sehat, di mana para peserta berbaris rapi dan bersemangat menyusuri rute jalan raya. Kemeriahan berlanjut pada puncak acara yang ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng dan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas dedikasi SMA YP Unila dalam mendidik generasi bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ryzal Perdana, M.Pd., menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk membawa lembaga pendidikan ini ke tingkat yang lebih tinggi.
“Untuk membawa YP Unila semakin maju dan berdaya saing, dibutuhkan sinergi pentahelix yang kuat antara akademisi, pemerintah, dunia usaha, media, dan masyarakat. Melalui kolaborasi dan komitmen bersama seluruh elemen ini, SMA YP Unila akan mampu terus mencetak generasi unggul yang siap menjawab tantangan masa depan,” tegasnya.
Acara perayaan HUT ke-45 ini turut dihadiri dan didukung penuh oleh Ketua Dewan Pembina YP Unila, Prof. Dr. Lusmeilia Afriani, D.E.A., I.P.M., ASEAN Eng., Kepala SMA YP Unila, Dra. Hj. Mey Sriyani, M.M., jajaran Dewan Pengawas, serta segenap alumni dan mitra civitas akademika.
Melalui momentum usia ke-45 tahun ini, SMA YP Unila optimis untuk terus bertransformasi menjadi sekolah pilihan yang unggul, berprestasi, dan berkarakter.*
Opini Jamal, Pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia
JurnalKota.net – BANDARLAMPUNG – Demokrasi yang sehat tidak hanya diukur dari kebebasan menyampaikan pendapat, tetapi juga dari bagaimana kita menghargai perbedaan pandangan. Belakangan ini, ruang publik kerap diwarnai dengan narasi yang mengkhawatirkan. Ada pihak yang ketika tidak sependapat dengan kritik justru menyuruh orang lain untuk pindah ke negara lain. Bahkan, tidak sedikit yang melontarkan sebutan-sebutan yang bernada menghina, seperti “londo ireng”, kepada jurnalis, wartawan, reporter, aktivis LSM, pengamat, akademisi, maupun masyarakat yang menyampaikan kritik.
Menurut saya, kondisi seperti ini tidak boleh dianggap sebagai hal yang biasa. Demokrasi membutuhkan ruang dialog yang sehat, bukan ruang yang dipenuhi caci maki, pelabelan, dan penghinaan. Kritik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Kehadiran pers, organisasi masyarakat sipil, akademisi, serta berbagai elemen masyarakat justru menjadi salah satu pilar yang membantu mengawal jalannya pemerintahan dan pembangunan agar tetap berada pada koridor kepentingan rakyat.
Sebagai Pengurus KNPI Lampung, saya memandang bahwa perbedaan pendapat harus dijawab dengan argumentasi, data, dan diskusi yang bermartabat. Apabila ada kritik yang dianggap keliru, bantahlah dengan fakta dan penjelasan yang objektif. Jangan sampai perbedaan pandangan berubah menjadi serangan terhadap identitas pribadi atau penghinaan yang dapat memperkeruh suasana.
Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga etika dalam ruang publik. Kebebasan berpendapat merupakan hak setiap warga negara, tetapi hak tersebut juga harus dijalankan dengan rasa tanggung jawab dan saling menghormati. Begitu pula dalam menanggapi kritik, setiap pihak hendaknya mengedepankan kedewasaan, bukan emosi yang berujung pada ujaran yang merendahkan.
Indonesia adalah negara yang dibangun di atas semangat persatuan dalam keberagaman. Oleh karena itu, mari kita jadikan kritik sebagai bahan evaluasi, bukan sebagai alasan untuk saling memusuhi. Demokrasi akan semakin kuat apabila setiap perbedaan disikapi dengan kepala dingin, menghormati martabat sesama, dan mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan golongan.
Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga ruang publik yang sehat, menjunjung tinggi etika, serta membangun budaya diskusi yang santun. Dengan demikian, perbedaan pendapat akan menjadi kekuatan untuk melahirkan solusi, bukan sumber perpecahan.*
Founder Read Aloud Lampung Berbagi Teknik Membaca Nyaring dalam Webinar RELIMA
JurnalKota.net – LAMPUNG – Upaya menghidupkan kembali koleksi buku di perpustakaan terus dilakukan Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) di Provinsi Lampung. Salah satunya melalui penyelenggaraan webinar Membaca Nyaring (Read Aloud) yang akan dilaksanakan pada Rabu, 22 Juli 2026, pukul 10.45–12.00 WIB secara daring melalui Zoom.
Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran bagi para relawan literasi, pengelola perpustakaan, guru, orang tua, hingga pegiat literasi agar mampu memanfaatkan buku-buku yang tersedia di perpustakaan melalui metode membaca nyaring. Selain meningkatkan minat baca, teknik tersebut dinilai efektif membangun kedekatan anak dengan buku sejak usia dini.
Founder Read Aloud Lampung sekaligus Founder Read Aloud Kota Metro, Anggun Novitia Sari, dipercaya menjadi narasumber dalam webinar tersebut. Ia akan mengulas konsep dasar membaca nyaring, manfaatnya terhadap perkembangan bahasa anak, serta praktik sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan keluarga, sekolah, maupun perpustakaan.
Menurut Anggun, membaca nyaring bukan hanya aktivitas membacakan isi buku, tetapi juga proses membangun kemampuan berbahasa secara bertahap. Anak yang terbiasa mendengarkan cerita akan memiliki kesempatan lebih besar untuk memperkaya kosakata, meningkatkan kemampuan menyimak, mengembangkan keterampilan berbicara, hingga mendukung kemampuan membaca dan menulis.
Sementara itu, Koordinator RELIMA Perpusnas RI Wilayah Provinsi Lampung sekaligus RELIMA Perpusnas RI Lokus Kota Bandar Lampung, Yoga Pratama, menjelaskan bahwa webinar tersebut merupakan bagian dari strategi agar koleksi buku yang dimiliki perpustakaan semakin bermanfaat bagi masyarakat.
“Perpustakaan memiliki banyak koleksi bacaan yang berasal dari bantuan Perpustakaan Nasional RI maupun berbagai pihak lainnya. Melalui pelatihan membaca nyaring ini, kami ingin mendorong agar koleksi tersebut lebih sering dimanfaatkan dalam kegiatan literasi, sehingga buku benar-benar hadir di tengah masyarakat, bukan hanya tersimpan di rak,” kata Yoga.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk penguatan kapasitas para relawan literasi agar mampu menghadirkan aktivitas membaca yang lebih menarik dan interaktif di wilayah masing-masing.
Webinar ini terselenggara berkat kolaborasi lintas RELIMA di Provinsi Lampung yang melibatkan relawan dari Bandar Lampung, Way Kanan, Mesuji, Tulang Bawang, Lampung Tengah, Lampung Barat, Lampung Timur, Pringsewu, Lampung Selatan, Pesawaran, Tanggamus.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas gerakan membaca nyaring di berbagai daerah serta mengoptimalkan pemanfaatan koleksi buku yang telah tersedia di perpustakaan desa, sekolah, taman bacaan masyarakat, maupun perpustakaan umum. Dengan semakin banyak masyarakat yang mempraktikkan membaca nyaring, budaya membaca di Lampung diharapkan tumbuh semakin kuat dan berkelanjutan.*
DPRD OKI Jadikan Kominfo Lampung Selatan Rujukan Transformasi Digital, Pelajari Inovasi Layanan SPBE
KALIANDA – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Lampung Selatan kembali mendapat pengakuan sebagai salah satu…
Ketua SMSI Lampung, Donny Irawan Tegaskan Wartawan Wajib Patuhi Kode Etik Jurnalistik, Tolak Praktik Penyalahgunaan Profesi
Bandar Lampung – Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Lampung, Donny Irawan, S.E., mengingatkan seluruh…
Lampung Selatan Tegaskan Dukung Rumah Subsidi MBR, Bebaskan BPHTB dan PBG, Terbitkan 7.690 Izin Bangunan
Kalianda – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menegaskan komitmennya dalam mendukung program penyediaan rumah subsidi bagi…
Viral Dugaan Premanisme di Jalur Suoh, Polsek Wonosobo Buru Terduga Pelaku Pelemparan Mobil
TANGGAMUS – Polsek Wonosobo, Polres Tanggamus, bergerak cepat menindaklanjuti video viral di media sosial yang menampilkan…