Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama Promosikan Potensi Daerah ke Panggung Internasional di Belanda

KALIANDA, LAMSEL — Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama terus menunjukkan komitmennya membawa daerah berjuluk Bumi Khagom Mufakat menuju level internasional. Selama hampir sepekan, sejak 29 Oktober hingga 3 November 2025, Bupati muda ini melaksanakan kunjungan kerja ke Belanda dengan misi besar: memperkenalkan potensi ekonomi, budaya, dan pariwisata Lampung Selatan ke dunia.

Kunjungan tersebut menjadi momentum strategis bagi Lampung Selatan yang dipercaya mewakili Indonesia dalam ajang bergengsi “The Magnificence Discovering of Indonesia” di Utrecht, Belanda. Acara ini mempertemukan pelaku ekonomi kreatif, investor, serta promotor pariwisata dari berbagai negara untuk menjalin kolaborasi internasional.

Agenda Bupati Egi diawali dengan kunjungan ke Indonesia House Amsterdam, pusat promosi ekonomi dan budaya Indonesia di Belanda. Di tempat ini, ia membahas peluang kerja sama untuk memperluas promosi produk-produk lokal Lampung Selatan di pasar Eropa.

Tak hanya itu, Bupati Egi juga berkunjung ke Ambonia dan Nesia BV, perusahaan impor rempah dan produk F&B asal Indonesia yang berbasis di Belanda. Dalam pertemuan tersebut, ia membuka dialog tentang potensi ekspor dan upaya meningkatkan standar kualitas produk agar mampu bersaing di pasar global.

“Yang membanggakan, saya menemukan produk dari Lampung Selatan yang sudah lebih dulu menembus pasar Eropa,” ungkap Bupati Egi melalui akun Instagram pribadinya, @radityoegi.

“Hal ini menjadi semangat baru bagi kita untuk mendorong lebih banyak produk unggulan Lampung Selatan bersaing di kancah internasional,” tambahnya.

Selain sektor ekonomi, Bupati Egi juga menjalin komunikasi dengan Managing Director International RVO (Rijksdienst voor Ondernemend Nederland), lembaga di bawah Kementerian Urusan Ekonomi dan Iklim Belanda. Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam membangun jejaring ekonomi lintas negara guna memperluas akses pasar dan peluang investasi bagi pelaku usaha Lampung Selatan.

Dari Bumi Khagom Mufakat ke Panggung Dunia

Kehadiran Bupati Egi di ajang internasional tersebut bukan tanpa alasan. Lampung Selatan menjadi salah satu dari 10 kabupaten di Indonesia yang mendapatkan undangan khusus dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI untuk tampil di forum tersebut.

Dalam presentasinya di hadapan audiens internasional, Bupati Egi menampilkan keindahan alam, kekayaan budaya, serta ragam kuliner khas Lampung Selatan yang memiliki nilai jual tinggi.

“Melalui ajang ini, kita ingin memperkenalkan potensi ekonomi, pariwisata, dan produk unggulan Lampung Selatan ke pasar internasional,” ujarnya.

Ia berharap langkah ini dapat membuka pintu lebih lebar bagi investasi, pariwisata, dan kerja sama global yang membawa manfaat langsung bagi masyarakat.

“Semoga Lampung Selatan semakin dikenal dunia,” tutup Bupati Egi optimistis.

Pemuda Lampung Raih Penghargaan Internasional, Harumkan Nama Indonesia di Malaysia

Pemuda Lampung Raih Penghargaan Internasional, Harumkan Nama Indonesia di Malaysia

KUALA LUMPUR, Malaysia — Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan internasional. Radep Riyantoro, pemuda asal Lampung yang juga pendiri dan penggerak Nusadaya Academy, menerima penghargaan internasional atas kontribusinya dalam inovasi dan pengembangan sistem pendidikan di Indonesia.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh YBHG Prof. Dato’ Dr. Ahmad Izanee Bin Awang, President/Vice Chancellor Open University Malaysia (OUM), bersama Encik Bani Bin Zainal Azmian, CEO METEOR Learning Sdn. Bhd., dalam sebuah acara resmi di Kuala Lumpur.

Pencapaian ini menjadi bukti pengakuan dunia terhadap kiprah Nusadaya Academy sebagai lembaga pendidikan yang berperan aktif dalam menyiapkan generasi muda Indonesia menghadapi tantangan global. Lembaga ini bahkan mendapat apresiasi sejajar dengan berbagai universitas ternama dunia dan institusi besar di kawasan Asia.

Dalam kesempatan yang sama, Radep Riyantoro juga memperoleh kehormatan sebagai anggota Senat Kehormatan pada Sidang Wisuda Open University Malaysia (OUM). Ia tampil berdampingan dengan jajaran akademik dan pimpinan universitas, mewakili Nusadaya Academy dan dunia pendidikan Indonesia di forum internasional.

Radep juga turut berperan dalam prosesi wisuda mahasiswa Nusadaya Academy yang menempuh program pendidikan internasional di Malaysia, langkah bersejarah bagi institusi pendidikan asal Indonesia yang mampu menembus panggung akademik global.

“Penghargaan ini adalah bentuk kepercayaan dunia terhadap kualitas pendidikan Indonesia. Kami akan terus membuka akses dan kesempatan global bagi generasi muda untuk bersaing dan berprestasi di level internasional,” ujar Radep Riyantoro.

Pencapaian ini menegaskan bahwa anak muda Indonesia mampu menjadi pemimpin dan inovator di kancah global, sekaligus menjadi inspirasi bagi pemuda Lampung dan seluruh Indonesia untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama bangsa.

Dengan torehan ini, Nusadaya Academy semakin memperkuat komitmennya dalam membangun kolaborasi pendidikan lintas negara, mendorong mobilitas internasional, serta meningkatkan kapasitas tenaga profesional Indonesia menuju era global yang kompetitif.

Sekdaprov Lampung Ekspos Manajemen Talenta ASN Pemerintah Provinsi Lampung di BKN Jakarta

JurnalKota.net – JAKARTA — Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, memaparkan praktik dan inovasi manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dalam forum ekspose di Gedung Badan Kepegawaian Negara (BKN) Jakarta, Selasa (4/11/2025).

‎Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis Pemprov Lampung dalam memperkuat sistem pengelolaan sumber daya manusia aparatur agar lebih profesional, adaptif, dan berorientasi hasil.

‎Sekdaprov Marindo Kurniawan menjelaskan bahwa ekspos tersebut merupakan pemaparan mengenai manajemen talenta di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung. Ia menegaskan, manajemen talenta merupakan suatu sistem yang memastikan penempatan ASN dilakukan secara profesional dan sesuai dengan kompetensinya.

‎“Ekspos ini merupakan pelaksanaan amanat dari Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang ASN, Permenpan RB Nomor 3 Tahun 2020 tentang Manajemen Talenta ASN, Permenpan Nomor 40 Tahun 2018 tentang Pedoman Sistem Merit, serta Keputusan Kepala BKN Nomor 411 Tahun 2025,” ujar Marindo.

‎Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa dalam ekspos tersebut, Gubernur Lampung melalui Sekdaprov berkomitmen untuk menjalankan seluruh regulasi yang ada serta menerapkan manajemen talenta secara menyeluruh di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.

‎“Kami percaya bahwa dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, manajemen talenta akan menjadi instrumen penting untuk membangun ASN yang profesional, kompeten, dan berintegritas. Hal ini juga menjadi upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang gesit dan berorientasi pada kinerja ASN di Pemprov Lampung,” tambahnya.

‎Ekspose tersebut dihadiri sejumlah pejabat tinggi BKN yang berperan strategis dalam pengembangan dan tata kelola ASN nasional, di antaranya Dr. Herman, M.Si selaku Deputi Bidang Penyelenggaraan Manajemen ASN (mewakili Kepala BKN); Dr. Samsul Hidayat, S.S., M.PSDM selaku Direktur Pengembangan Talenta dan Karier ASN; Wahyu Firdaus, S.T. selaku Direktur Pengelolaan Sistem Informasi dan Layanan Digitalisasi Manajemen ASN; Dr. I Ketut Buana, S.E., M.Si., Ak., CA selaku Direktur Pengelolaan Data dan Penyajian Informasi ASN; serta Supranawa Yusuf, S.H., M.P.A., Asesor SDM Aparatur Ahli Utama.

‎Turut hadir pula Myrna Amir, S.E., M.M., Kepala Kantor Regional V BKN, bersama tim manajemen talenta dari BKN pusat dan Kantor Regional V.

‎Selain Sekdaprov Marindo Kurniawan, dari Pemprov Lampung hadir juga Asisten Administrasi Umum, Sulpakar. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Lampung, Rendi Riswandi dan Sekretaris Dewan (Sekwan) Provinsi Lampung, Descatama Paksi Moeda.

‎Pemerintah pusat menegaskan bahwa manajemen talenta merupakan strategi nasional untuk memastikan ketersediaan SDM unggul dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Kebijakan ini diatur melalui Peraturan Menteri PANRB No. 3 Tahun 2020 tentang Manajemen Talenta ASN serta Peraturan Presiden No. 108 Tahun 2024 tentang Desain Besar Manajemen Talenta Nasional.

‎Kebijakan tersebut memiliki sejumlah tujuan utama, antara lain :

‎Mengidentifikasi dan mengembangkan potensi individu berbakat, baik ASN maupun talenta nasional di bidang riset, seni, budaya, dan olahraga; Memastikan penempatan SDM pada posisi strategis sesuai dengan kompetensi dan kinerjanya; Mendorong penerapan sistem merit yang objektif, transparan, akuntabel, dan bebas dari intervensi politik serta praktik KKN.

‎Kemudian.Adapun siklus manajemen talenta nasional mencakup akuisisi, pengembangan, retensi, penempatan, serta pemantauan dan evaluasi talenta; Dalam konteks daerah, Pemprov Lampung termasuk salah satu provinsi yang aktif mendorong implementasi sistem ini dengan membangun database talenta ASN, melakukan pemetaan potensi pegawai, dan mengintegrasikan data tersebut dengan Sistem Informasi ASN Nasional.

‎Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas birokrasi daerah, menciptakan jalur karier yang lebih jelas bagi ASN, serta mempercepat transformasi tata kelola pemerintahan berbasis kompetensi di Provinsi Lampung.*

Lampung Dorong Hilirisasi Komoditas Unggulan, Gubernur Mirza Tegaskan Komitmen Jadi Pusat Investasi Sumatra

JurnalKota.net – JAKARTA — Pemerintah Provinsi Lampung bersama Forum Investasi Lampung (FOILA) menggelar Lampung Economic and Investment Forum (LEIF) 2025 di Ballroom Hotel Pullman, Jakarta, Selasa (4/11/2025).

Forum ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat promosi investasi daerah, mendorong hilirisasi komoditas unggulan, sekaligus memperkenalkan potensi Lampung sebagai magnet investasi nasional.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, Wakil Gubernur Jihan Nurlela, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bimo Epyanto, perwakilan Kementerian Investasi/BKPM, Ketua DPRD Provinsi Lampung, para project owner proyek strategis, serta 58 calon investor dari berbagai negara sahabat.

Kehadiran puluhan investor asing itu dinilai sebagai bukti meningkatnya minat dan kepercayaan komunitas internasional terhadap potensi ekonomi dan investasi di Provinsi Lampung.

Dalam paparannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan, Lampung siap menjadi pusat hilirisasi lima komoditas strategis, yaitu kelapa, kopi, lada, ubi kayu, dan udang.

“Dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp483,8 triliun pada 2024, menempati peringkat keempat tertinggi di Sumatera, kami membuka peluang besar bagi investor untuk berpartisipasi dalam program hilirisasi di sektor pangan, energi baru terbarukan, dan pariwisata berkelanjutan,” ujar Gubernur di hadapan para peserta forum.

Gubernur menambahkan, arah kebijakan pembangunan ekonomi Lampung kini fokus pada peningkatan nilai tambah komoditas lokal melalui penguatan industri pengolahan di daerah. Menurut Gubernur, strategi ini sejalan dengan visi pemerintah pusat untuk memperkuat hilirisasi dan kemandirian ekonomi daerah.

Rangkaian kegiatan LEIF 2025 yang didukung Bank Indonesia Provinsi Lampung juga menghadirkan pameran proyek-proyek investasi daerah dan dialog langsung antara calon investor dan project owner. Forum ini menjadi ruang interaktif untuk membahas peluang kerja sama, skema pembiayaan, dan model investasi di sektor prioritas Lampung.

“Dengan lokasi yang strategis dan kapasitas pelabuhan yang baik, Lampung kami yakini siap untuk pertumbuhan berkelanjutan,” ucap Kepala Perwakilan BI Lampung, Bimo Epyanto.

Dukungan serupa juga disampaikan oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro Kementerian Investasi/BKPM, Imam Soejoedi. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, swasta, dan UMKM sebagai bagian dari rantai nilai investasi di daerah.

“Jika ingin berinvestasi pada komoditas pangan dan energi baru terbarukan, Lampung merupakan pilihan yang tepat,” ujar Imam.

Dalam forum tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung memamerkan 11 proyek investasi unggulan, di antaranya Kemiling Agripark Development Plan, Bakauheni Harbour City, Floating Solar Power Plant, Starch Amilum Excipients in Medication Formula, Kota Baru Area, Sebalang Port, Betan Subing Terminal & Double Track Railway, Batu Tumpang Tourism, Rajabasa Dharmacity, Way Kanan Industrial Park, dan Gunung Tiga Geothermal Power Plant.

Selain itu, pemerintah juga membuka peluang investasi pada aset-aset potensial milik daerah yang memiliki prospek pengembangan jangka panjang di berbagai sektor, mulai dari pariwisata, energi, hingga industri pengolahan hasil pertanian.

Sebagai langkah konkret, forum ini menghasilkan penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Pemerintah Provinsi Lampung dan PT. Bakrie Power terkait rencana investasi energi baru terbarukan di wilayah Lampung.

Langkah tersebut menjadi sinyal kuat komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat sektor energi hijau, sejalan dengan agenda transisi energi dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Dalam sesi tanya jawab, Gubernur Mirza juga menanggapi isu efisiensi anggaran daerah yang berkaitan dengan kebijakan transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) oleh pemerintah pusat.

“Pemotongan TKDD ini sebenarnya bukan pengurangan dana daerah, hanya perubahan mekanisme. Kalau dulu ditransfer ke provinsi atau kabupaten untuk dieksekusi, sekarang sebagian langsung dikelola kementerian, tapi tetap untuk program di daerah,” jelas Gubernur.

Gubernur mengakui bahwa Lampung bukan provinsi dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) besar karena tidak memiliki sektor tambang dan dana bagi hasil (DBH). “Selama ini kami survive dari sektor pertanian, perkebunan, dan perdagangan,” ujarnya.

Menurut Gubernur, dari total PDRB Lampung yang mencapai Rp483.8 triliun, hanya sekitar Rp32 triliun atau 6 persen yang bersumber dari anggaran pemerintah, termasuk APBN, APBD, hingga dana desa. “Setengah dari itu pun habis untuk belanja pegawai. Jadi kami memang harus mendorong pertumbuhan lewat sektor usaha,” katanya.

Gubernur menekankan, Lampung kini tengah berfokus pada upaya “merajut dan mengkapitalisasi” keunggulan infrastruktur yang sudah ada, seperti jalan tol, pelabuhan, dan jaringan logistik. “Kami ingin menjadikan Lampung sebagai tempat yang ramah investasi dan memiliki arah pembangunan yang jelas,” ujarnya.

Gubernur juga menyoroti pentingnya peningkatan produktivitas sektor pertanian dan perkebunan. “Pertanian Lampung tumbuh 5 persen, tapi produktivitasnya masih setengah dari Vietnam. Ini yang sedang kami genjot agar dalam tiga sampai lima tahun bisa dua kali lipat,” tutur Gubernur.

Pemerintah pusat, lanjutnya, kini fokus mendorong leverage komoditas strategis di Indonesia. Lampung dinilai beruntung karena memiliki hampir semua potensi yang masuk dalam agenda nasional penguatan hilirisasi.

“Kami sadar pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. BUMD dan BUMN pun terbatas. Karena itu kami butuh mitra investasi yang bisa bersama-sama membangun hilirisasi di Lampung,” ucap Gubernur.

Gubernur menargetkan, dalam lima tahun ke depan Lampung akan mencapai tahap hilirisasi penuh terhadap komoditas unggulannya, dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Melalui LEIF 2025, Pemerintah Provinsi Lampung berharap terbangunnya sinergi nyata antara pemerintah, pelaku usaha, dan investor global dalam mempercepat transformasi ekonomi hijau serta menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

“Forum ini bukan hanya tentang investasi, tetapi tentang bagaimana Lampung berkontribusi untuk masa depan ekonomi Indonesia,” pungkas Gubernur.*

Lampung Perkuat Pondasi Ekonomi dan Investasi untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

JurnalKota.net – BANDAR LAMPUNG – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat pondasi ekonomi daerah melalui peningkatan iklim investasi yang kondusif, kompetitif, dan berkelanjutan. Upaya ini menjadi bagian dari strategi besar Pemprov dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan merata di seluruh wilayah.

‎”Investasi menjadi motor penting bagi pembangunan Lampung. Karena itu, kami berkomitmen menciptakan lingkungan yang ramah bagi investor, baik dalam negeri maupun asing, melalui kemudahan perizinan, kepastian hukum, dan dukungan infrastruktur yang memadai,” ujar Marindo di Bandar Lampung, Sabtu (1/11/2025).

‎Menurutnya, kinerja investasi Lampung menunjukkan hasil yang menggembirakan. Hingga triwulan III tahun 2025, realisasi investasi telah melampaui target tahunan, dengan total capaian mencapai Rp12,95 triliun, atau 120,32 persen dari target Rp10,76 triliun.

‎Dari total tersebut, Rp2,12 triliun berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan Rp10,83 triliun dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). “Capaian ini merupakan bukti bahwa kepercayaan investor terhadap Lampung semakin kuat,” kata Marindo.

‎Beberapa sektor menjadi penggerak utama pertumbuhan investasi di Lampung. Untuk PMA, sektor yang tumbuh pesat antara lain industri makanan, tanaman pangan, peternakan dan perkebunan, transportasi, pergudangan, telekomunikasi, industri kimia, farmasi, serta pertambangan. Sedangkan untuk PMDN, sektor dominan meliputi industri makanan, pertambangan, perdagangan dan reparasi, hotel dan restoran, serta sektor tanaman pangan dan perkebunan.

‎Penanaman modal asing yang mengalir ke Lampung terutama berasal dari Singapura, Korea Selatan, Malaysia, Australia, dan Tiongkok. Negara-negara tersebut menilai Lampung memiliki potensi besar sebagai pusat agroindustri dan manufaktur di kawasan Sumatera bagian selatan.

‎Transformasi Ekonomi dan Hilirisasi

‎Marindo menjelaskan bahwa struktur ekonomi Lampung saat ini masih didominasi oleh sektor jasa dan perdagangan, namun pemerintah tengah melakukan transformasi dengan memperkuat sektor industri pengolahan dan hilirisasi komoditas unggulan seperti singkong, kopi, lada, dan kelapa sawit.

‎”Fokus kami saat ini adalah memperkuat rantai nilai ekonomi daerah dengan mendorong industri pengolahan berbasis potensi lokal. Dengan begitu, Lampung tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi juga produsen bernilai tambah tinggi,” jelasnya.

‎Kinerja ekonomi Lampung juga menunjukkan tren positif. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 2024 tercatat mencapai Rp483,88 triliun, dengan kontribusi terbesar berasal dari sektor pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan yang menyumbang 59,39 persen terhadap total PDRB. Posisi ini menempatkan Lampung sebagai perekonomian terbesar keempat di Pulau Sumatera.

‎Hingga semester I-2025, nilai PDRB Lampung telah mencapai Rp256,1 triliun, mencerminkan laju pertumbuhan yang stabil. Pada triwulan I, ekonomi Lampung tumbuh 5,47 persen, dan tetap terjaga di atas 5 persen pada triwulan II (5,09 persen).

‎Sektor industri pengolahan menjadi mesin utama ekonomi daerah, dengan kontribusi 18,93 persen terhadap PDRB atau sekitar Rp91,5 triliun pada 2024. Sebagian besar didominasi oleh industri makanan dan minuman.

‎Keunggulan Lampung, lanjut Marindo, terletak pada ketersediaan bahan baku lokal yang melimpah. Lebih dari 75 persen bahan baku industri pengolahan berasal dari dalam provinsi, menjadikan biaya produksi lebih efisien dan meningkatkan daya saing produk di pasar nasional maupun global.

‎Selain itu, Lampung memiliki tenaga kerja produktif lebih dari 5 juta jiwa yang siap terserap dalam dunia industri. “Kami terus mendorong pelatihan vokasi dan peningkatan keterampilan tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan industri modern. SDM yang kuat akan menjadi kunci keberlanjutan investasi,” tambahnya.

‎Dalam memperkuat iklim investasi, Pemprov Lampung juga berfokus pada reformasi birokrasi dan digitalisasi layanan publik. Melalui sistem Online Single Submission (OSS), seluruh proses perizinan kini dapat dilakukan secara daring.

‎”Kemudahan berusaha menjadi prioritas kami. Semua proses kini dilakukan secara digital melalui OSS, sehingga investor tidak perlu lagi mengurus izin secara manual,” ujarnya.

‎Ia menambahkan, langkah Pemprov Lampung tidak hanya berfokus pada penyederhanaan birokrasi, tetapi juga pada pembenahan layanan publik agar dapat membangun kepercayaan investor dan memastikan setiap proyek berjalan lancar.

‎Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan mitra global, Pemerintah Provinsi Lampung bertekad menjadikan wilayahnya tidak hanya sebagai lumbung pangan nasional, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi berbasis industri dan hilirisasi berkelanjutan di Indonesia bagian barat.

‎Dengan langkah-langkah strategis yang terus dijalankan, Lampung kini bukan sekadar tujuan investasi potensial, tetapi telah menjelma menjadi poros pertumbuhan ekonomi baru yang menarik perhatian investor nasional maupun internasional. (*)

Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan Ajak Praja IPDN Asal Lampung Jadi Aparatur Berintegritas dan Inovatif

JurnalKota.net – Sumedang, Jawa Barat — Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan, melakukan ramah tamah dan silaturahmi bersama Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) asal Provinsi Lampung di Gedung Fakultas Politik Pemerintahan IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (28/10/2025) malam.

Acara yang digelar di sela kegiatan Retreat Sekretaris Daerah (Sekda) dan Kepala Bappeda se-Indonesia tersebut menjadi momentum kebersamaan antara jajaran pemerintah daerah dan para calon aparatur pemerintahan asal Bumi Ruwa Jurai.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekda Provinsi Lampung, para Sekda Kabupaten/Kota se-Lampung, Kepala Bappeda Provinsi dan Kabupaten/Kota, serta 85 orang Praja IPDN asal Lampung.

Dalam sambutannya, Sekdaprov Marindo Kurniawan menyampaikan apresiasi kepada pihak IPDN yang telah memfasilitasi kegiatan ramah tamah tersebut. Ia menegaskan, pertemuan itu merupakan bentuk perhatian dan dukungan pemerintah daerah terhadap para praja Lampung yang tengah menempuh pendidikan kepamongprajaan.

“Kesempatan ini menjadi ajang silaturahmi yang berharga sekaligus bentuk motivasi bagi adik-adik praja asal Lampung. Kalian adalah aset berharga daerah, calon-calon pemimpin masa depan yang akan meneruskan estafet pemerintahan dan pembangunan di tanah kelahiran kita,” ujar Marindo.

Ia berpesan agar para praja selalu menjaga disiplin, etika, dan semangat belajar, serta menjunjung tinggi Tri Dharma IPDN.

“Kami hadir malam ini bukan hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga memberikan semangat agar kalian tetap teguh memegang prinsip pengabdian kepada masyarakat dan negara. Lampung membutuhkan generasi muda yang berintegritas, melayani dengan hati, dan mampu berinovasi untuk kemajuan daerah,” tambahnya.

Selain Marindo, Inspektur Provinsi Lampung dan Sekda Kabupaten Lampung Utara, yang juga merupakan alumni IPDN turut memberikan pesan dan arahan kepada para praja agar terus menjaga nama baik daerah serta menjadi teladan di lingkungan kampus.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Pesisir Barat, Tedi Zadmiko, menekankan pentingnya menjadikan masa pendidikan di IPDN sebagai awal dari pengabdian besar kepada bangsa dan daerah.

“Gunakan kesempatan ini sebaik mungkin untuk belajar dan membentuk karakter kepemimpinan yang kuat. Pesisir Barat dan seluruh Lampung membutuhkan aparatur yang tangguh, jujur, dan berintegritas,” ucap Tedi.

Dalam kesempatan yang sama, Praja M. Hikmal Hidayat, selaku ketua kontingen Lampung, menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran para Sekda dan pejabat daerah Lampung.

“Pertemuan seperti ini sangat langka dan merupakan kehormatan bagi kami bisa bertatap muka langsung dengan para pimpinan daerah. Ini menjadi motivasi besar untuk terus berprestasi dan menjaga nama baik Lampung,” ungkapnya.

Acara malam ramah tamah diisi dengan perkenalan antar praja, makan malam bersama, bincang santai, serta penyerahan cenderamata dari Inspektur Provinsi Lampung mewakili Sekda dan Kepala Bappeda se-Lampung kepada perwakilan praja.

Kegiatan diakhiri dengan doa dan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan dukungan pemerintah daerah terhadap generasi penerus aparatur pemerintahan asal Lampung.

Sebagai informasi, Praja IPDN asal Lampung telah menorehkan prestasi membanggakan, salah satunya Saddam Al Yasri Firstya, lulusan IPDN Angkatan XXXI tahun 2024, yang meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,87 dan memperoleh penghargaan Kartika Astha Bratha.*

Guyuran Hujan Tak Surutkan Semangat Pemuda pada Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 di Lampung

JurnalKota.net – BANDAR LAMPUNG —- Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menjadi Pembina Upacara memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025 di Lapangan Korpri, Komplek Dinas Kantor Gubernur, Bandarlampung, Selasa (28/10/2025).

Upacara yang berlangsung dibawah guyuran hujan tersebut diikuti oleh unsur Forkopimda, Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, Mahasiswa, Pelajar dan Organisasi Kepemudaan.

Membacakan sambutan Menteri Kepemudaan dan Olahraga RI Erick Thohir, Wagub Jihan mengobarkan semangat pemuda dengan mengenang para pemuda terdahulu yang berjuang dalam meraih kemerdekaan Indonesia.

“Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, Hari ini kita berdiri di bawah langit merah putih, langit yang dulu menaungi para pemuda 1928. Mereka tidak banyak bicara, mereka berani, mereka bersumpah, dan menepatinya dengan darah dan nyawa,” tegasnya.

Ia mengatakan bahwa hari ini tugas pemuda berbeda, tidak lagi mengangkat bambu runcing, tetapi mengangkat ilmu, kerja keras dan kejujuran.

Namun, menurutnya semangat para pemuda saat ini masih tetap sama, yakni Indonesia harus berdiri tegak dan tidak boleh kalah dengan bangsa lain.

“Kita hidup di zaman yang berat, dunia bergerak cepat. Namun kita tidak boleh takut karena kita harus percaya, di setiap kampung, di setiap kota, masih ada anak muda Indonesia yang jujur, tangguh, dan berani. Itulah kekuatan bangsa kita,” ujarnya.

Wagub Jihan menekankan bahwa bangsa Indonesia butuh pemuda yang patriotik, gigih dan empati yang mencintai tanah air dengan tindakan nyata, yang tetap berdiri ketika badai datang.

“Seperti yang selalu dinyatakan dan dicerminkan oleh Bapak Presiden, Jangan takut bermimpi besar, Jangan takut gagal, Kalian bukan pelengkap sejarah, kalian adalah penentu sejarah berikutnya,” tegasnya.

Wagub Jihan mengajak para pemuda untuk membuktikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar.

“Dengan Bismillahirrahmanirrahim, saya ucapkan Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025. Mari kita jaga api perjuangan ini. Demi Indonesia Raya yang kuat, adil, makmur, dan disegani dunia. Salam Pemuda !” pungkasnya

Meski cuaca tak bersahabat, semangat nasionalisme yang membara dari Lapangan Korpri pagi ini menjadi bukti nyata semangat pemuda Indonesia tidak pernah surut oleh hujan maupun zaman.

Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-97 di Provinsi Lampung ini menjadi momentum untuk meneguhkan semangat kolaborasi lintas generasi dalam mewujudkan Lampung Maju Menuju Indonesia Emas 2045.*

Pemecahan Rekor MURI Makan Alpukat Siger oleh 2.000 Peserta di Lampung Timur Gaungkan Kebanggaan Produk Lokal

JurnalKota.net – LAMPUNG TIMUR — Wakil Gubernur Jihan Nurlela menghadiri kegiatan Pemecahan Rekor MURI Makan Alpukat Siger oleh 2.000 peserta yang digelar di Lapangan Merdeka Gunung Mas, Kabupaten Lampung Timur, Selasa (28/10/2025).

Kegiatan ini menjadi ajang promosi potensi unggulan daerah sekaligus bukti nyata sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur dalam mendorong pengembangan sektor hortikultura berbasis produk lokal.

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas antusiasme masyarakat yang berhasil mencatatkan sejarah baru bagi Lampung.

“Alhamdulillah, hari ini kita menjadi bagian dari sejarah baru. Pemecahan Rekor MURI ini bukan sekadar pencapaian angka, tapi wujud kebanggaan kita terhadap hasil bumi Lampung. Alpukat Siger adalah produk unggulan Lampung Timur yang membanggakan, bernutrisi tinggi, dan punya potensi ekonomi luar biasa,” ujar Jihan.

Wagub Jihan menambahkan, secara nasional Indonesia termasuk produsen alpukat terbesar di dunia dengan produksi sekitar 400 ribu ton per tahun, namun ekspornya baru mencapai 400 ton. Artinya, peluang pengembangan masih terbuka luas — termasuk bagi Lampung Timur sebagai salah satu pemasok utama.

“Ekspor hortikultura nasional naik hingga 49 persen pada semester pertama 2025. Ini menunjukkan pasar global sangat terbuka untuk buah tropis asal Indonesia. Kalau dunia mengenal alpukat berkualitas, biarlah mereka tahu asalnya dari Lampung Timur,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Lampung Timur Hj. Ella Siti Nuryamah menyampaikan rasa syukur dan bangga atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa Alpukat Siger merupakan aset berharga daerah dan menjadi salah satu buah tropis yang paling dibanggakan Provinsi Lampung.

Menurut Bupati, Alpukat Siger memiliki keunggulan dari segi rasa dan tekstur dagingnya tebal, lembut, dan beraroma khas. Dengan potensi tersebut, ia yakin alpukat Siger mampu menjadi komoditas ekspor unggulan yang bisa bersaing di pasar global.

“Dengan kualitas seperti ini, alpukat Siger bukan hanya kebanggaan lokal, tapi bisa menjadi lokomotif penggerak ekspor buah unggulan dari Indonesia,” jelasnya.

Baik Wakil Gubernur maupun Bupati sama-sama berharap kegiatan pemecahan rekor MURI ini tidak hanya menjadi perayaan simbolis, tetapi momentum untuk membangun semangat gotong royong, memperkuat citra positif daerah, dan mengenalkan produk unggulan Lampung Timur ke pasar nasional dan internasional.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi pusat-daerah dalam mengembangkan pertanian berkelanjutan, memperluas ekspor hortikultura, dan menjadikan Lampung sebagai lumbung buah tropis unggulan nasional.

Pelaksanaan pemecahan rekor MURI dimulai oleh Wagub Jihan yang turut serta makan Alpukat diatas truk bersama seluruh peserta. Piagam penghargaan MURI secara langsung diberikan oleh Direktur Operasional MURI Yusuf Ngadri.*

Sosialisasi Pengisian Indeks Zakat Nasional Provinsi Lampung, Dorong Penguatan Tata Kelola dan Kepercayaan Umat terhadap Baznas

JurnalKota.net – BANDARLAMPUNG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal membuka Sosialisai Pengisian Indeks Zakat Nasional (IZN) Tahun 2025 dan Audit Internal Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) se-Provinsi Lampung, yang berlangsung di Hotel Emersia, Bandarlampung, Selasa (28/10/2025).

Kegiatan yang diikuti oleh para pengurus Baznas kabupaten/kota ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola zakat yang transparan, profesional, dan akuntabel, sekaligus meningkatkan sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga amil zakat dalam mendukung pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan pentingnya membangun kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola zakat. Menurutnya, keberadaan Baznas merupakan simbol kepercayaan umat kepada pemerintah dalam mengelola dana umat secara amanah.

“Baznas adalah simbol kepercayaan umat terhadap pemerintah. Jika umat tidak percaya kepada Baznas, berarti pemerintah belum sepenuhnya hadir untuk mengurus mereka,” tegas Gubernur Rahmat.

Ia menekankan bahwa pengelolaan zakat harus dilakukan secara tepat sasaran dan transparan, serta mampu menumbuhkan keyakinan masyarakat untuk menunaikan zakat melalui Baznas. Gubernur juga mendorong penguatan kelembagaan zakat hingga tingkat desa melalui pembentukan Badan Amil Zakat Desa sebagai upaya memperluas jangkauan pelayanan zakat.

Lebih lanjut, Gubernur berpesan agar seluruh peserta pelatihan mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh dan menerapkan ilmu yang diperoleh untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan zakat di daerah masing-masing.

“Semakin baik pengelolaan zakat, semakin besar manfaat yang dirasakan umat, dan semakin tinggi pula kepercayaan masyarakat kepada Baznas,” ujarnya.

Menutup arahannya, Gubernur Mirza menyampaikan optimismenya bahwa Baznas Provinsi Lampung akan terus tumbuh menjadi lembaga yang profesional, amanah, dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Baznas Provinsi Lampung Iskandar Zulkarnain mengapresiasi Gubernur Lampung atas komitmen dan dukungannya terhadap gerakan zakat di daerah. Ia memberikan selamat kepada Gubernur Rahmat Mirzani Djausal yang baru-baru ini menerima penghargaan sebagai Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia dari Baznas RI.

“Berkat inisiatif Gerakan Sadar Zakat yang digagas Pak Gubernur, pengumpulan dana zakat di Provinsi Lampung meningkat hingga 500 persen,” ungkap Iskandar.

Ia berharap sinergi antara program Pemerintah Provinsi Lampung dan Baznas dapat terus diperkuat untuk memperluas dampak sosial dan ekonomi zakat bagi masyarakat Lampung.*

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana Buka Kejuaraan Bola Voli U-19 di GOR Sumpah Pemuda Way Halim

JK, BANDAR LAMPUNG — Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, secara resmi membuka Kejuaraan Bola Voli U-19 yang digelar di GOR Sumpah Pemuda, Way Halim, pada Selasa (28/10/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh tim-tim bola voli dari berbagai kecamatan di Kota Bandar Lampung. Kejuaraan tersebut bertujuan untuk menumbuhkan semangat sportivitas, membina atlet muda berbakat, serta memperkuat prestasi olahraga di daerah.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Bandar Lampung, Nero Akbar, menyampaikan bahwa kejuaraan ini merupakan bagian dari program tahunan pembinaan atlet muda yang konsisten dilakukan Pemerintah Kota.

“Kami berharap melalui kejuaraan ini lahir atlet-atlet voli potensial yang bisa membawa nama baik Kota Bandar Lampung di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional,” ujar Nero Akbar.

Sementara itu, Wali Kota Hj. Eva Dwiana dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kejuaraan, serta memberikan semangat kepada para peserta.

“Pemerintah Kota Bandar Lampung sangat mendukung kegiatan olahraga seperti ini. Anak-anak muda harus terus berlatih, menjunjung tinggi sportivitas, dan berprestasi untuk mengharumkan nama daerah,” kata Eva Dwiana.

Pada kesempatan yang sama, Ketua KONI Provinsi Lampung yang diwakili oleh Wakil Ketua I turut menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya pembinaan atlet muda melalui ajang kompetitif seperti ini. Ia berharap kejuaraan ini menjadi wadah untuk menyeleksi dan mengembangkan potensi atlet daerah menuju jenjang yang lebih tinggi.

Acara pembukaan berlangsung meriah dengan penampilan atraktif dari tim voli sekolah dan klub muda. Kejuaraan ini dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari dengan sistem gugur hingga babak final, dan akan menentukan tim terbaik yang mewakili Kota Bandar Lampung dalam ajang selanjutnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Bandar Lampung menegaskan komitmennya dalam mendorong kemajuan olahraga dan pembinaan generasi muda yang sehat, tangguh, serta berkarakter sportivitas tinggi.(*)

Wakil Ketua I DPRD Lampung Selatan Hadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97

LAMPUNG SELATAN – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Lampung Selatan, Merik Havit, S.H., M.H., menghadiri upacara peringatan…

Ketua PMI Lampung Ibu Purnama Wulan Sari Kunjungi Lampung Barat, Kobarkan Semangat Relawan Kemanusiaan

JurnalKota.net – LAMPUNG BARAT — Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Lampung Ibu Purnama Wulan Sari Mirza melakukan kunjungan kerja ke Kantor PMI Kabupaten Lampung Barat di Liwa, Minggu (26/10/2025) malam.

Dalam kesempatan itu, Ibu Wulan Sari Mirza menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda kerja PMI Lampung untuk memperkuat sinergi dan semangat relawan di tingkat kabupaten/kota.

“Setiap kali kunjungan kerja ke daerah, saya selalu menyempatkan diri berkunjung ke PMI setempat. Saya ingin melihat langsung kondisi PMI di daerah, sekaligus memberikan semangat agar PMI Lampung Barat dapat terus berkiprah dan berperan aktif dalam pembangunan kemanusiaan,” ujarnya.

Meski suasana diguyur gerimis, antusiasme relawan dan anggota PMI Lampung Barat tidak surut. Sejumlah anggota Palang Merah Remaja (PMR) dari berbagai SMA di wilayah tersebut turut hadir menyambut rombongan dengan menyanyikan lagu selamat datang.

Kehadiran Ketua PMI Provinsi disambut langsung oleh Ketua PMI Lampung Barat Edi Novial bersama jajaran pengurus, serta turut dihadiri Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus.

Dalam sambutannya, Bupati Parosil mengapresiasi kunjungan Ketua PMI Lampung. Ia menilai kehadiran Ibu Purnama Wulan Sari menjadi momentum penting yang dapat menumbuhkan semangat baru bagi para relawan kemanusiaan di daerah.

“Sejak PMI Lampung Barat berdiri, sepertinya baru kali ini Ketua PMI Provinsi berkunjung langsung. Semoga kehadiran Ibu Ketua memberikan motivasi dan semangat bagi PMI Lampung Barat untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat,” ujar Parosil.

Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen PMI Lampung Barat dalam meningkatkan layanan kemanusiaan, terutama di bidang kesehatan, sosial, dan kesiapsiagaan bencana.*

Lampung Fest 2025 Gaungkan “Coffee and Tourism” untuk Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Berbasis Potensi Lokal

JurnalKota.net – BANDARLAMPUNG —– Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memperkuat langkah pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

Salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan Lampung Fest 2025 yang mengusung tema “Coffee and Tourism”, dengan menghadirkan Lampung Coffee Pavilion sebagai simbol sinergi antara industri kopi dan pariwisata.

Hal tersebut terungkap dalam acara Ramah Tamah Lampung Coffee Pavilion yang digelar di El’s Coffee Roastery, Bandar Lampung, Senin (27/10/2025).

Dalam sambutannya, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menekankan bahwa kopi bukan hanya komoditas ekspor utama, tetapi juga bagian dari identitas budaya dan kekuatan ekonomi daerah.

“Ekspor komoditas kopi Indonesia pada tahun 2024 meningkat hingga 76,33 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Menariknya, lebih dari 51 persen ekspor tersebut berasal dari Lampung, dengan nilai mencapai 840 juta dolar AS. Ini menunjukkan bahwa Lampung memiliki peran vital dalam industri kopi nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa di balik keberhasilan ekspor, terdapat potensi besar yang perlu terus dikembangkan di sektor domestik.

Berdasarkan data, 79 persen masyarakat Indonesia merupakan peminum kopi, dan 71 persen di antaranya memilih kopi siap saji.

Tren ini membuka peluang inovasi di berbagai lini, mulai dari produk, layanan, hingga pengalaman menikmati kopi.

“Kita perlu berinovasi dalam menciptakan pengalaman yang unik, memperkenalkan rasa yang lebih beragam, serta memperkuat ekosistem industri kopi dari hulu hingga hilir,” ungkapnya.

Gubernur Mirza menilai, tema “Coffee and Tourism” bukan sekadar konsep seremonial, tetapi strategi konkret untuk menggabungkan dua kekuatan besar Lampung, yakni budaya kopi dan potensi wisata alam.

Ia mencontohkan gagasan festival kopi yang terintegrasi dengan konsep agrowisata, di mana kebun kopi tidak hanya menjadi sumber ekonomi, tetapi juga destinasi wisata yang edukatif dan berkelanjutan.

Gubernur Mirza juga menyampaikan arah kebijakan pembangunan Lampung Maju, Pemprov Lampung menggariskan lima fokus utama yang menjadi motor penggerak pariwisata daerah, yakni:

1. Pembangunan Desa Wisata, dengan memperkuat program SIGER MADANI yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan.
2. Penguatan Investasi Pariwisata, melalui proyek strategis seperti Bakauheni Harbour City (BHC) sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan barat Indonesia.
3. Pengembangan Ekonomi Kreatif, dengan dukungan kegiatan seperti Lampung Boemi Event dan KALDERA 2025, untuk membuka ruang bagi pelaku seni, budaya, dan UMKM.
4. Digitalisasi dan Inovasi, agar pelaku pariwisata mampu beradaptasi dengan teknologi modern dan bersaing di pasar global.
5. Kolaborasi Inklusif, yang menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

Melalui Lampung Fest 2025, Pemprov Lampung memperkenalkan Pavilion Kopi Lampung, yang dirancang sebagai ruang kolaboratif bagi seluruh ekosistem kopi, mulai dari petani, pelaku usaha, pengrajin, hingga penikmat kopi.

Di pavilion tersebut, akan diselenggarakan berbagai kegiatan seperti lomba barista, edukasi kopi, temu bisnis, hingga kompetisi kuliner berbahan dasar kopi.

Pengunjung juga berkesempatan menikmati kopi khas Lampung secara gratis.

Lebih dari sekadar pameran, Gubernur Mirza berharap Pavilion Kopi Lampung dapat menjadi wadah promosi dan pembelajaran tentang praktik budidaya berkelanjutan, seperti sistem agroforestri dan teknologi roasting modern yang mampu meningkatkan kualitas dan nilai jual kopi Lampung.

“Kami berkomitmen untuk melibatkan para petani yang mengedepankan praktik ramah lingkungan dan inovasi teknologi pertanian. Melalui Lampung Fest, kita ingin dunia tahu bahwa Lampung bukan hanya penghasil kopi unggulan, tetapi juga pusat inovasi dan pariwisata kopi Indonesia,” ujarnya.

Gubernur Mirza juga mengajak untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, agar potensi besar Lampung dalam bidang kopi dan pariwisata dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Acara seperti Lampung Fest ini adalah momentum untuk menunjukkan bahwa Lampung kaya akan alam, budaya, dan semangat kolaborasi. Dengan gotong royong dan kerja bersama, kita bisa membawa Lampung lebih maju, lebih dikenal, dan lebih sejahtera,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Lampung Fest 2025 sendiri akan berlangsung dari 11-25 November 2025 di PKOR Way Halim, Bandar Lampung.*

Retreat Nasional di IPDN Jatinangor Bahas Penguatan Efektivitas Pemerintahan dan Sinkronisasi Program Pusat–Daerah

JurnalKota.net – JAWA BARAT — Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, mengikuti Retreat Sinkronisasi Program dan Kegiatan Kementerian/Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) dengan Pemerintah Daerah Tahun 2025, yang berlangsung di Balairung Rudini Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (26/10/2025), malam.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, yang dalam arahannya menegaskan pentingnya sinergi dan efektivitas pemerintahan antara pusat dan daerah dalam mewujudkan target Indonesia menjadi negara maju dalam 20 tahun ke depan.

Menurut Bima, saat ini Indonesia berada di persimpangan penting menuju status negara maju pada 2045. Untuk itu, seluruh elemen pemerintahan—baik pusat maupun daerah—harus memperkuat kolaborasi dan memastikan roda birokrasi berjalan secara efektif dan efisien.

“Pemerintahan yang efektif hanya akan terjadi ketika kementerian, lembaga, provinsi, kota, dan kabupaten bisa seirama,” ujar Bima Arya.

Bima menekankan pentingnya pengelolaan keuangan negara dan daerah yang lebih efisien. Pemerintah, kata dia, tengah melanjutkan gelombang kedua efisiensi melalui penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD), setelah sebelumnya melakukan penyisiran terhadap kegiatan non-substantif. Langkah ini, menurutnya, harus dilakukan secara sinergis agar kebijakan nasional dapat berjalan sejalan dengan kebutuhan dan dinamika di masing-masing daerah.

Kemendagri berperan sebagai fasilitator dan mediator agar sinkronisasi program kementerian/lembaga dengan pemerintah daerah berjalan optimal. Forum retreat ini juga menjadi ruang dialogis untuk menyerap aspirasi daerah serta memastikan prioritas pembangunan nasional terlaksana dengan baik.

Dalam kesempatan tersebut, Bima turut menjelaskan pembagian tugas tiga Wakil Menteri Dalam Negeri. Ia sendiri membawahi wilayah Jawa dan Sumatera, Wamendagri Rika menangani Indonesia Timur (termasuk Papua, Nusa Tenggara, dan Maluku), sedangkan Wamendagri Amartyagus fokus pada Kalimantan dan Sulawesi. Ketiganya berperan sebagai mentor bagi daerah dalam memperkuat koordinasi kebijakan.

Dari Provinsi Lampung, kegiatan retreat ini diikuti oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, Kepala Bappeda Anang Risgiyanto, dan Kasat Pol PP M. Zulkarnain, yang hadir langsung di Kampus IPDN Jatinangor. Kehadiran jajaran Pemerintah Provinsi Lampung tersebut mencerminkan komitmen daerah dalam memperkuat sinkronisasi program dan efektivitas pelaksanaan kebijakan pemerintah.

Menutup arahannya, Bima Arya mengajak seluruh peserta untuk menjaga semangat kebersamaan dan fokus pada substansi kegiatan. Ia berharap seluruh kepala daerah dapat terus memperkuat efektivitas pemerintahan menuju Indonesia Maju 2045.*

Inflasi Terjaga, Pertumbuhan Ekonomi Naik, Pemprov Lampung Dukung Langkah Pemerintah Pusat

JurnalKota.net – Bandar Lampung —- Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan (Ekubang), Bani Ispriyanto, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara daring dari Ruang Command Center Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Senin (27/10/2025).

Dalam arahannya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan apresiasi Presiden atas terkendalinya angka inflasi nasional pada bulan September 2025 yang tercatat sebesar 2,65% (y-on-y). Capaian ini menempatkan Indonesia dalam kategori negara dengan inflasi yang terjaga dengan baik di tingkat internasional.

“Beliau, pada rapat terakhir Paripurna minggu lalu menyampaikan apresiasi karena inflasi September 2025 terjaga di angka 2,65%,” ujar Mendagri Tito Karnavian.

Mendagri menjelaskan bahwa inflasi nasional pada periode tersebut terutama didorong oleh faktor eksternal, yaitu kenaikan harga emas internasional yang mempengaruhi sektor perawatan pribadi. Secara khusus, Mendagri menekankan bahwa Indonesia menargetkan inflasi pada kisaran 2,5% plus minus 1%, atau antara 1,5% hingga 3,5%.

Di sektor pangan, Mendagri menyampaikan bahwa harga beras relatif stabil. Namun, pemerintah tetap mewaspadai komoditas yang berpotensi mendorong inflasi, seperti cabai merah, telur ayam ras, dan daging ayam ras.

Mendagri juga mengingatkan bahwa keberhasilan pengendalian inflasi dan pertumbuhan ekonomi nasional merupakan hasil dari akumulasi kinerja Pemerintah Pusat dan seluruh Pemerintah Daerah. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup tinggi, yakni 5,12% (y-on-y) pada Triwulan II-2025.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, dalam pemaparannya menyebutkan bahwa pantauan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada bulan September 2025 memberikan peringatan dini terhadap beberapa komoditas untuk bulan Oktober. Komoditas yang perlu diwaspadai antara lain daging ayam ras, cabai merah, SKM, dan cabai hijau.

“Komoditas-komoditas ini merupakan penyumbang andil kenaikan IPH di mayoritas provinsi/kabupaten/kota dan menunjukkan tren kenaikan harga, di antaranya cabai merah, telur ayam ras, dan daging ayam ras. Perkembangan harga di bulan Oktober akan menjadi peringatan untuk terus kita pantau dan kendalikan,” jelas Kepala BPS.*