BNNK Lampung Selatan Gelar Puncak Peringatan HANI 2025 di Desa Bersinar

LAMSEL – Dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2025, Badan Narkotika Nasional Kabupaten…

Ketua Komisi I DPRD Lamsel Minta Kasus Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa Sinar Palembang Diusut Tuntas

LAMPUNG SELATAN – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Lampung Selatan, Ir. Edi Waluyo, ST., IPP., menanggapi…

Ganjar Jationo Kembali Pimpin Dinas Infokomtik Lampung, Tukar Kursi dengan Ahmad Saefullah

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Infokomtik) Provinsi Lampung kepada Ganjar Jationo.

Lampung — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal kembali mempercayakan jabatan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Infokomtik) Provinsi Lampung kepada Ganjar Jationo. Pelantikan dilakukan oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan, di Kantor Gubernur Lampung, Kamis (26/6/2025).

Ganjar sebelumnya sempat dicopot dari jabatan tersebut pada masa Gubernur Arinal Djunaidi (2019–2024), menyusul sorotan publik terkait kritik TikToker Bima Yudho Saputro mengenai kondisi jalan rusak di Lampung yang menjadi viral. Setelah itu, Ganjar dimutasi menjadi Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik.

Ia kembali aktif ke publik saat mewakili Penjabat Gubernur Samsudin pada beberapa agenda resmi. Kini, di bawah kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal (2024–2030), Ganjar kembali dipercaya memimpin dinas strategis tersebut.

Dalam pelantikan yang sama, Marindo juga melantik Ahmad Saefullah, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik—menggantikan posisi yang ditinggalkan Ganjar. Keduanya praktis “tukar kursi” dalam rotasi jabatan kali ini.

Baik Ganjar maupun Ahmad dikenal memiliki hubungan yang dekat dengan kalangan media. Ganjar dinilai komunikatif dan tidak segan turun langsung menjalin silaturahmi dengan wartawan maupun organisasi profesi pers. Sementara Ahmad Saefullah, meski berlatar belakang militer sebagai alumni AKABRI 1992, dikenal ramah dan terbuka terhadap insan pers, terutama saat mengelola kerja sama publikasi di lingkungan Pemprov Lampung.

Pelantikan keduanya berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Lampung Nomor 800.1.3.3/3146/VII.4/2025 tertanggal 25 Juni 2025. Marindo menegaskan bahwa rotasi ini merupakan hasil dari proses uji kompetensi yang telah diikuti kedua pejabat, sebagai bagian dari penataan birokrasi dan optimalisasi kinerja pejabat tinggi pratama.

“Rotasi ini bertujuan untuk memperkuat struktur birokrasi dan memastikan pelayanan publik berjalan optimal,” ujar Marindo dalam sambutannya.

Banggar DPRD Lamsel Gelar Rapat Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024

LAMPUNG SELATAN – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Lampung Selatan,menggelar rapat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda)…

Ketua DPRD Lampung Selatan Terima Kunjungan DPRD Way Kanan, Bahas Kajian Akademik LKPJ Kepala Daerah

LAMPUNG SELATAN – Ketua DPRD Kabupaten Lampung Selatan, didampingi dua Wakil Ketua, menerima kunjungan kerja jajaran…

Sekdaprov Marindo Berpesan Untuk Nurul Fajri Sebagai Plt Kepala BPKAD Lampung

JK, BANDAR LAMPUNG – Gubernur Lampung Rahmad Mirzani Djausal akhirnya menetapkan Nurul Fajri sebagai Pelaksana Tugas…

Lampung Selatan Raih Penghargaan Nasional atas Dukungan Program Perhutanan Sosial

Jakarta – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam ajang penganugerahan dari Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial, Kementerian Kehutanan RI, Lampung Selatan dinobatkan sebagai salah satu dari enam daerah terbaik dalam mendukung pelaksanaan Program Strengthening of Social Forestry (SSF).

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, kepada Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, di Auditorium Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta. Selasa, 24 Juni 2025.

“Penghargaan ini merupakan bagian dari Celebration of Our Achievement, yang juga menandai berakhirnya Program SSF in Indonesia Project, hasil kolaborasi Kementerian Kehutanan dan World Bank melalui skema hibah Global Environment Facility,” ujar Bupati Egi.

Egi menegaskan bahwa program SSF telah memberikan dampak signifikan, mulai dari penguatan tata kelola perhutanan sosial hingga pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan.

“Atas nama Pemerintah Daerah, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendampingi, khususnya Kementerian Kehutanan, tim SSF, serta masyarakat Lampung Selatan. Capaian ini menjadi fondasi kuat untuk pembangunan kehutanan berkelanjutan ke depan,” tambahnya.

Keberhasilan ini menegaskan komitmen Lampung Selatan dalam mendorong pengelolaan perhutanan sosial yang inklusif dan berkelanjutan.

Kepala Disdikbud Lampung Tanggapi Polemik Jalur Domisili di SPMB 2025

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung yang baru menjabat, Thomas Amirico

Lampung — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung yang baru menjabat, Thomas Americo, angkat bicara menanggapi kekhawatiran dan protes dari calon wali murid terkait kebijakan terbaru dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025, khususnya pada jalur domisili.

Kebijakan baru ini menuai keluhan lantaran mengubah prioritas seleksi jalur domisili dari jarak tempat tinggal ke sekolah menjadi berdasarkan nilai rapor akademik. Perubahan ini dianggap memunculkan ketidakadilan, terutama di kasus seperti SMAN 2 Bandar Lampung, di mana calon siswa yang tinggal hanya 50 meter dari sekolah justru tidak lolos, sementara yang berjarak hingga 2 kilometer diterima.

“Kami memahami perubahan ini menimbulkan kebingungan dan kekecewaan di kalangan orang tua. Dulu, kedekatan tempat tinggal menjadi pertimbangan utama. Kini, itu menjadi faktor sekunder,” jelas Thomas Amirico dalam keterangannya, Kamis (19/6/2025), melalui sambungan telepon.

Thomas menjelaskan, perubahan tersebut merupakan hasil penyesuaian kebijakan nasional melalui Permendikdasmen No. 3 Tahun 2025, di mana sistem PPDB diganti menjadi SPMB. Dalam jalur domisili jenjang SMA, nilai akademik menjadi prioritas utama. Jika terdapat nilai yang sama, maka faktor jarak, usia, dan waktu pendaftaran menjadi penentu berikutnya.

“Kami tidak menutup mata. Keluhan masyarakat akan kami sampaikan langsung kepada Kementerian Pendidikan untuk evaluasi lebih lanjut,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa sistem seleksi jalur domisili kini menggunakan komponen nilai rapor SMP/MTs sederajat dari semester 1–5, ditambah indeks sekolah, dengan bobot 60% nilai rapor dan 40% indeks sekolah. Kebijakan ini hanya berlaku untuk jenjang SMA. Untuk SMK, sistem lama yang memprioritaskan jarak dengan kuota 15% tetap diterapkan.

75 Siswa dari 15 Kabupaten/Kota Ditetapkan sebagai Peserta Sekolah Rakyat Lampung

Lampung – Sebanyak 75 siswa dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung resmi ditetapkan sebagai peserta didik…

Pemkab Lamsel Serahkan Bantuan Alsintan, Dorong Produktivitas Pertanian

KALIANDA, LAMPUNG SELATAN – Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) secara simbolis kepada para petani di dua wilayah, yakni Gapoktan Margo Tani, Desa Sukatani, Kecamatan Kalianda, dan Kelompok Tani Way Butok, Desa Sukaraja, Kecamatan Palas, pada Jumat (20/6/2025).

Bantuan yang diserahkan berupa combine harvester dan traktor roda empat, bertempat di Desa Sukatani. Turut hadir Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPH-Bun) Lampung Selatan, Mugiyono, Kepala Desa Sukatani, Lagiman, para penerima manfaat, serta sejumlah tamu undangan.

Dalam sambutannya, Bupati Egi menegaskan bahwa bantuan alsintan ini merupakan respons terhadap berbagai persoalan mendasar yang dihadapi petani, mulai dari keterbatasan alat produksi hingga risiko gagal panen.

“Kami ingin Lampung Selatan menjadi lumbung pangan nasional. Bantuan ini bukan sekadar alat, tapi bagian dari solusi jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Egi.

Disampaikan pula bahwa rata-rata hasil panen di Lampung Selatan saat ini masih sekitar 1,8 ton per hektare. Melalui dukungan alsintan dari pemerintah daerah dan Kementerian Pertanian, diharapkan produktivitas lahan dapat meningkat secara signifikan.

Di sela sambutannya, Egi juga sempat melontarkan candaan yang disambut hangat oleh para petani.

“Nama desanya saja Sukatani, masa hasilnya belum luar biasa? Kalau belum, akan saya pertanyakan,” ucapnya disambut tawa hadirin.
“Petani itu pahlawan pangan, kata Pak Prabowo. Bedanya, belum dapat makam pahlawan,” tambahnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas TPH-Bun, Mugiyono, menjelaskan bahwa bantuan ini juga disertai komitmen tanam tiga kali setahun. Jika hingga September tidak ada aktivitas pertanaman, alat akan ditarik kembali.

“Cuaca sudah mendukung. Tak ada alasan untuk tidak tanam. Kalau ada kendala, Pak Bupati siap berdiri di belakang petani,” tegasnya.

Ketua Gapoktan Margo Tani, Iwan Syafii, menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan petani.

“Kami siap menanam tiga kali setahun. Sebelumnya hanya dua kali. Bantuan ini sangat membantu kami meningkatkan hasil dan semangat bertani,” ungkap Iwan.

Penyerahan alsintan ini menjadi bukti nyata keberpihakan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terhadap sektor pertanian, sekaligus dorongan moral agar petani terus berinovasi dalam pengelolaan lahan secara berkelanjutan.

Dr. Marindo Kurniawan, ST, MM Resmi Menjabat Sekdaprov Lampung, Birokrasi Dituntut Lebih Gesit dan Melayani

JK, BANDAR LAMPUNG – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal secara resmi melantik Dr. Marindo Kurniawan,ST, MM…

Lampung Selatan Jajaki Hibah Internasional dari China dan Jepang untuk Percepatan Pembangunan

KALIANDA, LAMPUNG SELATAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mengambil langkah strategis dengan menjajaki kerja sama internasional melalui skema hibah dari pemerintah China dan Jepang, guna mempercepat pembangunan di berbagai sektor prioritas.

Langkah ini dipimpin langsung oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, dalam pertemuan daring lintas negara via zoom meeting, Jumat (20/6/2025). Pertemuan tersebut melibatkan Organisasi Rakyat Advokasi Mandiri (RAMA) sebagai mitra penghubung Penanaman Modal Asing (PMA).

Ketua Umum RAMA, Iqnal Salat, menjelaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya memfasilitasi akses terhadap dana hibah dari mitra internasional, khususnya dari China dan Jepang. Dana hibah ini direncanakan untuk mendukung sektor-sektor strategis seperti pertanian berkelanjutan, pengelolaan lingkungan dan sampah, serta pengembangan energi terbarukan.

“Kami ingin Lampung Selatan menjadi prioritas nasional dalam proyek percontohan ini. Jika berhasil, peluang perluasan hibah untuk sektor lain sangat terbuka,” ujar Iqnal.

Skema G to G dan MoU Internasional Tengah Disusun

Guna memastikan tata kelola kerja sama yang transparan dan akuntabel, skema hibah akan diformalkan melalui nota kesepahaman (MoU) antar pemerintah atau government to government (G to G). Tahapan kerja sama mencakup identifikasi kebutuhan teknis di daerah, penyusunan proposal formal, dan kunjungan lapangan oleh pihak donor.

Bupati Radityo Egi Pratama menyambut positif inisiasi kerja sama tersebut. Ia menyatakan komitmen penuh Pemkab Lampung Selatan dalam menyiapkan seluruh data dan dokumen teknis sebagai bentuk kesiapan daerah untuk menjadi pilot project kerja sama hibah internasional.

“Kami siap menjadi model keberhasilan sinergi pembangunan antara pemerintah daerah dan mitra global. Ini adalah momentum baik untuk membawa Lampung Selatan menuju lompatan pembangunan,” tegas Bupati.

Bupati Lamsel Hadiri Penutupan Diklat Bela Negara “Amanat Nusantara” Gelombang V

PENENGAHAN, LAMPUNG SELATAN – Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menghadiri upacara penutupan Diklat Bimbingan Teknis (Bimtek) Bela Negara “Amanat Nusantara” Gelombang V Tahun 2025 yang digelar di SMA Kebangsaan, Kecamatan Penengahan, Jumat (20/6/2025).

Kegiatan ini menandai puncak pelatihan selama empat hari, sejak 17 hingga 20 Juni 2025, yang diikuti 388 peserta dari 11 provinsi di Indonesia. Sebanyak 366 peserta dinyatakan lulus dan berhak menerima sertifikat Bela Negara.

Upacara penutupan turut dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Ketua Umum PAN sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani, para pimpinan DPK PAN, sejumlah anggota DPRD, alumni diklat, dan tokoh masyarakat.

Dalam laporan panitia, peserta diklat terdiri dari 330 laki-laki dan 58 perempuan yang berasal dari Provinsi Banten, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, dan Aceh. Program diklat meliputi 40 jam pelajaran yang disampaikan secara tatap muka berdasarkan silabus BATIK Kementerian Pertahanan, dengan narasumber nasional seperti Menteri Perdagangan RI, Wakil Mendagri, dan Wakil Ketua MPR RI.

Dalam sambutannya, Sakti Wahyu Trenggono mengapresiasi partisipasi generasi muda dari berbagai wilayah, terutama dari daerah pesisir dan kepulauan.

“Semangat bela negara tidak hanya penting untuk pertahanan, tapi juga untuk menjaga kedaulatan sumber daya laut serta memperkuat ketahanan pangan maritim,” ujarnya.

Trenggono juga menekankan pentingnya kehadiran nyata para wakil rakyat di tengah masyarakat, sembari menyinggung aspirasi warga seperti Pak Junaedi, seorang petani dari Lampung Timur, yang berharap harga gabah tetap adil dan pendidikan anak-anaknya terjamin.

“Menjadi anggota DPRD dari PAN bukan sekadar gelar, melainkan amanat. Rakyat tidak butuh janji, tapi kehadiran nyata,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa bela negara adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa, termasuk kader partai politik, dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan konstitusi.

Sebagai penutup, Bupati Radityo Egi Pratama dan Zita Anjani memberikan penghargaan kepada tiga peserta terbaik:

  • Peringkat I: Dede Rohana Putra

  • Peringkat II: Mukhlas Ali Wahyudi

  • Peringkat III: Mursidah

Bupati Lamsel Hadiri Api Unggun Bela Negara Amanat Nusantara di Penengahan

PENENGAHAN, LAMPUNG SELATAN – Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menghadiri upacara Bimbingan Teknis Api Unggun Bela Negara Amanat Nusantara yang digelar khidmat di Lapangan SMA Kebangsaan, Kecamatan Penengahan, Kamis malam (19/6/2025).

Kegiatan tersebut diikuti 388 peserta dari berbagai daerah, dan dihadiri oleh Wakil Ketua Umum DPP PAN, Zita Anjani, yang bertindak sebagai pembina upacara. Hadir pula Sekretaris Daerah Lampung Selatan, Supriyanto, serta para pimpinan Dewan Pengurus Kabupaten (DPK) PAN dari seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Zita Anjani mengapresiasi semangat nasionalisme para peserta.
“Terima kasih telah mencintai Indonesia dengan luar biasa. Saya mewakili Ketua Umum, bangga kepada saudara-saudara sekalian. Bangsa ini pun bangga,” ujarnya.

Upacara semakin bermakna dengan pengucapan Ikrar Bela Negara secara serentak oleh para peserta, diikuti prosesi penciuman bendera Bela Negara dan penyalaan api unggun yang dipimpin langsung oleh Zita Anjani. Bupati Radityo Egi Pratama turut mengikuti prosesi sebagai simbol komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan.

Malam patriotik tersebut ditutup dengan pesta kembang api dan sesi foto bersama. Bupati Radityo Egi tampak akrab berdialog dengan para peserta, menambah suasana kehangatan dan kebersamaan.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, upacara penutupan Bimbingan Teknis Bela Negara Amanat Nusantara dijadwalkan berlangsung pada Jumat (20/6/2025), dan akan dihadiri langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono.

Diduga Buang Bayi ke Jembatan Tegineneng, Mahasiswi dan Kekasih Diamankan Polisi

Bandar Lampung — Seorang mahasiswi berinisial SL (20) dilaporkan telah melahirkan seorang bayi di kamar kosnya,…