Lampung Selatan – Sekretaris DPRD Kabupaten Lampung Selatan, Achmad Herry, menerima kunjungan kerja rombongan Komisi III…
Kategori: Nasional
Tim Voli Putri Lampung Lolos ke Perempat Final Usai Tumbangkan Bangka Belitung
JurnalKota.net – Palembang — Tim Bola Voli Putri Provinsi Lampung semakin menunjukkan performa gemilang dalam ajang Pekan Olahraga Nasional Korps Pegawai Republik Indonesia (Pornas Korpri) XVII yang berlangsung di GOR Aneka Pertamina Plaju, Palembang, Kamis (9/10/2025).
Setelah sehari sebelumnya menundukkan tim Jawa Barat dengan skor 3–1, hari ini Tim Bola Voli Putri Lampung kembali mencatat kemenangan dramatis atas tim Bangka Belitung dengan skor 3–2, sekaligus memastikan langkah mereka menuju babak perempat final.
Pertandingan berlangsung sengit hingga lima set. Tim Lampung tampil percaya diri pada dua set awal dan unggul dengan skor 25–21 dan 25–19. Namun, Bangka Belitung berhasil bangkit pada set ketiga dan keempat dengan kemenangan 25–21 dan 25–16. Pertandingan kemudian harus ditentukan melalui set kelima (set penentuan), di mana Tim Bola Voli Putri Lampung menunjukkan dominasi penuh dan menutup laga dengan skor 15–5, sehingga memastikan kemenangan 3–2.
Kemenangan ini semakin memperbesar peluang Lampung untuk menambah koleksi medali di cabang olahraga bola voli putri sekaligus memperkuat posisi kontingen Lampung di ajang Pornas Korpri XVII Palembang. Hingga saat ini, Lampung telah mengoleksi tujuh medali, terdiri dari satu perak dan enam perunggu.
Dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) sebagai OPD pengampu tim bola voli menjadi salah satu faktor penting di balik keberhasilan tim. Sinergi antara pembinaan, semangat juang atlet, serta dukungan pemerintah menjadi kekuatan utama tim dalam menghadapi setiap laga.
Kepala Dinas BMBK Provinsi Lampung, M. Taufiqulloh, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian tersebut.
“Saya sangat mengapresiasi perjuangan luar biasa Tim Bola Voli Putri Lampung yang berhasil melangkah ke babak perempat final. Semoga para atlet tetap menjaga semangat, kekompakan, dan kondisi fisik agar dapat menampilkan performa terbaik di pertandingan berikutnya,” ujar Taufiqulloh.
Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa ASN Provinsi Lampung memiliki potensi besar di bidang olahraga. Dengan semangat dan dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Provinsi Lampung melalui Korpri dan Bapor Korpri, Lampung optimistis dapat terus mencetak prestasi dan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.*
Tim Futsal Lampung Lolos ke Delapan Besar, Taklukkan ATR/BPN 2–1 di Pornas Korpri XVII
JurnalKota.net – Palembang — Tim Futsal Provinsi Lampung kembali mencatat sejarah baru dalam ajang Pekan Olahraga Nasional Korps Pegawai Republik Indonesia (Pornas Korpri) XVII Tahun 2025. Bertanding di GOR Dempo, Jakabaring Sport City, Palembang, Rabu (9/10/2025), tim Futsal Lampung berhasil menundukkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dengan skor tipis 2–1, sekaligus memastikan langkah ke babak delapan besar.
Pertandingan berjalan ketat sejak menit awal. Pada babak pertama, tim Lampung tampil dominan dengan penguasaan bola yang tinggi dan beberapa peluang emas tercipta. Namun, pertahanan solid tim ATR/BPN membuat skor tetap imbang 0–0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Pelatih Panca melakukan perubahan strategi dengan instruksi agar pemain bermain lebih ke dalam untuk memancing lawan keluar dari pertahanannya. Taktik ini terbukti efektif, melalui serangan balik cepat, Dany berhasil memecah kebuntuan dan membawa Lampung unggul 1–0.
Namun, tiga menit menjelang akhir pertandingan, kesalahan komunikasi antara penjaga gawang dan pemain anchor Lampung dimanfaatkan tim ATR/BPN untuk menyamakan kedudukan menjadi 1–1. Tidak ingin kehilangan momentum, tim Lampung kembali meningkatkan tempo permainan. Hasilnya, Dany kembali mencatatkan namanya di papan skor dan memastikan kemenangan Lampung 2–1 hingga peluit panjang berbunyi.
Kemenangan ini menjadi torehan bersejarah bagi tim Futsal Lampung karena untuk pertama kalinya berhasil menembus babak delapan besar pada ajang Pornas Korpri. Prestasi ini terasa semakin istimewa mengingat cabang olahraga futsal merupakan salah satu yang paling kompetitif, dengan sekitar 70 tim dari berbagai provinsi dan kementerian/lembaga ikut ambil bagian.
Keberhasilan ini tidak hanya menunjukkan kemampuan teknis dan strategi permainan yang matang, tetapi juga menjadi bukti nyata semangat juang dan kebersamaan para ASN Provinsi Lampung dalam mengharumkan nama daerah.
Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Lampung melalui Korpri dan Bapor Korpri, tim Futsal Lampung optimistis dapat melangkah lebih jauh dan menorehkan prestasi terbaik hingga babak final.*
Tim Gateball Lampung Tembus Semifinal Pornas Korpri XVII di Palembang
JurnalKota.net – Palembang — Tim Gateball Provinsi Lampung kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Pekan Olahraga Nasional Korps Pegawai Republik Indonesia (Pornas Korpri) XVII Tahun 2025 di Palembang. Bertanding di Stadion Bumi Sriwijaya, Kamis (9/10/2025), Tim Gateball Lampung berhasil menembus babak semifinal setelah mengalahkan sejumlah lawan tangguh di nomor Triple Campuran.
Dalam laga penyisihan Grup E, tim yang diperkuat oleh Rizal Fahmie (Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung), Yose Rizal Suud (Inspektorat Provinsi Lampung), dan Arie Korneliyya (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung) tampil impresif. Mereka mencatat dua kemenangan penting atas Kemenpora dengan skor 17–10 dan Aceh dengan skor 19–7, meski sempat kalah tipis dari Kaltim di awal pertandingan.
Keberhasilan tersebut mengantarkan Lampung melaju ke babak 16 besar dan menang atas Maluku dengan skor 9–8. Di babak 8 besar, pertandingan berjalan sangat ketat saat menghadapi NTB, berakhir dengan skor 12–12. Namun, Lampung dinyatakan menang agari (menang secara aturan poin kemenangan) dan berhak melangkah ke babak semifinal.
Prestasi gemilang juga ditorehkan pada nomor Tunggal Putra dan Tunggal Putri.
Pada nomor tunggal putra, Wawan Ardi Putranto (BPKAD Provinsi Lampung) berhasil tampil cemerlang sejak fase penyisihan dengan kemenangan atas Kemenpora dan memastikan langkah hingga babak 8 besar.
Sementara di nomor tunggal putri, Ika Yulistira (Satpol PP Provinsi Lampung) juga tampil dominan dengan dua kemenangan di fase grup atas Kalsel dan Jawa Tengah, serta melaju hingga babak 8 besar setelah menundukkan Maluku dan Kemen PU.
Kondisi cuaca panas yang menyengat di Palembang tidak menyurutkan semangat para atlet. Meski beberapa pemain sempat mengalami kelelahan dan gangguan tenggorokan akibat suhu tinggi, semangat juang tetap terjaga.
“Cuaca di Stadion Bumi Sriwijaya sangat panas, beberapa atlet sempat mengalami batuk dan sakit tenggorokan. Tapi semangat kami tidak kendor. Kami tetap fokus dan berjuang untuk Lampung,” ujar Wawan Ardi Putranto salah satu atlet Gateball Lampung dengan penuh semangat.
Keberhasilan Lampung menembus semifinal menjadi bukti nyata bahwa ASN Provinsi Lampung memiliki daya saing tinggi dan ketangguhan mental di kancah nasional. Pemerintah Provinsi Lampung melalui Korpri dan Bapor Korpri terus memberikan dukungan dan pembinaan kepada para atlet agar mampu mengembangkan potensi dan memperkuat prestasi olahraga ASN di berbagai cabang.
Semangat juang yang ditunjukkan para atlet Gateball ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh ASN di Provinsi Lampung untuk terus berkarya, berprestasi, dan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.*
Ganda Putri Lampung Cabor Tenis Meja Tembus Final dan Raih Medali Perak di Pornas Korpri 2025
JurnalKota.net – Palembang — Kabar membanggakan datang dari arena Pekan Olahraga Nasional (Pornas) Korpri XVII tahun 2025 di Palembang. Tim Tenis Meja nomor Ganda Putri Umum Provinsi Lampung sukses mempersembahkan medali perak pertama bagi kontingen Lampung pada pertandingan yang digelar di Pitstop Table Tennis Centre, Palembang, Kamis (9/10/2025).
Lampung menurunkan pasangan andalan Bela Arisna (SMPN Satap 9 Pesawaran) dan Isna Syafira Khalif Ilma (BPS Kota Metro) yang tampil gemilang sejak babak awal. Keduanya melaju ke final setelah menumbangkan tim Kementerian Agama RI dengan skor meyakinkan 3–0, dan tim Sulawesi Selatan dengan skor 3–1 pada babak semifinal.
Di partai puncak, Bela dan Isna harus menghadapi lawan tangguh dari Jawa Tengah. Pertandingan berlangsung ketat selama tiga set dengan skor akhir 7–11, 6–11, dan 6–11 untuk kemenangan Jawa Tengah. Meski harus puas di posisi kedua, perjuangan pasangan Lampung ini patut diapresiasi karena mampu menembus final dan membawa pulang medali perak, medali perak pertama bagi Provinsi Lampung di ajang Pornas Korpri XVII.
Sekretaris Badan Pembina Olahraga (Bapor) Korpri Provinsi Lampung, Agus Nompitu, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung sekaligus Pembina cabang olahraga tenis meja, menyampaikan apresiasi tinggi atas perjuangan para atlet.
“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas prestasi atlet tenis meja ganda putri yang telah berjuang hingga babak final dan berhasil mempersembahkan medali perak dalam Pornas Korpri XVII di Palembang untuk Provinsi Lampung,” ujar Agus Nompitu.
Agus menambahkan, raihan ini menjadi bukti nyata bahwa atlet-atlet ASN Lampung memiliki potensi dan daya saing tinggi di tingkat nasional.
“Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi para atlet lainnya untuk terus berlatih dan mengharumkan nama Lampung di ajang-ajang berikutnya,” ujarnya.
Capaian medali perak ini tidak hanya menambah daftar perolehan medali Lampung, tetapi juga menegaskan bahwa Tim Tenis Meja Lampung memiliki kualitas dan semangat kompetitif di level nasional. Pemerintah Provinsi Lampung melalui Korpri dan Bapor Korpri berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan dan regenerasi atlet, terutama di kalangan ASN, guna memperkuat prestasi olahraga menuju Pornas Korpri XVIII tahun 2027 yang akan digelar di Provinsi Lampung.*
Pembangunan Jalan Way Nipah-Tampang Tua Perlu Kajian Mendalam Agar Tak Merusak TNBBS
JurnalKota.net – BANDAR LAMPUNG – Masyarakat di Kabupaten Tanggamus, khususnya yang berada di jalan Way Nipah-Tampang Tua yang juga berada di sekitaran di areal TNBBS (Taman Nasional Bukit Barisan Selatan ) mengharapkan adanya pembangunan jalan di wilayah tersebut.
Hal ini agar mobilitas warga di wilayah itu dapat lancar dan aman. “Kami berharap ada pembangunan jalan ini, ” ujar Rohmat, salah satu warga.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kehutanan Lampung Y. Ruchyansyah menerangkan bahwa untuk pembangunan jalan tersebut diperlukan peninjauan ulang trase jalan serta penerapan langkah mitigasi yang dituangkan dalam dokumen kajian lingkungan.
“hal ini menjadi penting untuk memastikan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap WHS TNBBS dan tanpa mengurangi fungsi serta keberlanjutan lahan pangan di wilayah tersebut, ” terangnya.
Menurutnya, berdasarkan hasil koordinasi dengan Balai Besar TNBBS dan overlay trase jalan dengan kawasan hutan, rencana kegiatan tersebut tidak masuk dalam kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).
Tetapi, lanjut dia, jika diukur berdasarkan trase pada peta terdapat beberapa titik yang sangat berdekatan dengan batas kawasan TNBBS sehingga dikhawatirkan akan meningkatkan resiko kerusakannya.
“Kita semua tahu bahwa TNBBS merupakan _Tropical Rainforest Herritage of Sumatera_ (TRHS/ warisan hutan hujan tropis sumatera ) yang ditetapkan oleh UNESCO pada tahun 2004,” ujarnya.
Sebagai kawasan konservasi yang merupakan aset kelas dunia harus dikelola secara baik dan proporsional dengan tetap menjaga prinsip-prinsip konservasi.
Penetapan TNBBS menjadi Situs Warisan Dunia atau World Herritage Site (WHS/situs warisan dunia) oleh UNESCO ini, karena memiliki Oustanding Universal Value (OUV/nilai universal yang luar biasa).
“Sebab itu harus dijaga kelestariannya, ” tegas Ruchyansyah.
Lebih jauh Kepala Dinas Kehutanan ini menjelaskan bahwa ada sejumlah masukan atau solusi dalam mengambil kebijakan pembangunan jalan ini.
Yakni, sesuai dengan laporan kajian lingkungan startegis pada Tropical Rainforest Herritage of Sumatera (TRHS) 2023, disebutkan bahwa TNBBS memiliki Wider setting yang berperan penting dalam melindungi keaslian dan integritas property
serta berperan dalam mendukung OUV, dan areal rencana pembangunan jalan berada di dalam Wider Setting TNBBS tersebut.
Masih dalam dokumen tersebut, disebutkan bahwa pembangunan dalam areal Wider Setting TRHS perlu didahului dengan kajian lingkungan agar OUV dan keberlanjutan WHS dapat tetap dijaga dilindungi dengan baik.
“Saya juga telah berkoordinasi dengan Bappeda Prov. Lampung yang telah meng-overlaykan peta rencana jaringan jalan dengan peta pola ruang dan peta KP2B, terlihat adanya tumpang tindih antara koridor jalan yang direncanakan dengan lahan yang berfungsi sebagai kawasan lindung pertanian pangan, sehingga berpotensi mengurangi lahan pertanian produktif, ” ujarnya.
Nah, berdasarkan pertimbangan kondisi tersebut diperlukan peninjauan ulang trase jalan serta penerapan langkah mitigasi yang dituangkan dalam dokumen kajian lingkungan, untuk memastikan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap WHS TNBBS. (*)
Pemprov Lampung Dorong Enam Raperda Baru, Dari Pertanian Hingga Pengelolaan Satu Data
JurnalKota.net – BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung menyatakan setuju untuk melanjutkan pembahasan enam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) usul inisiatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung. Penyampaian pendapat Gubernur Lampung tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, dalam Rapat Paripurna DPRD di Ruang Sidang Utama DPRD Provinsi Lampung, Kamis (9/10/2025).
Sekda Marindo hadir mewakili Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal dalam lanjutan pembicaraan tingkat I dengan agenda penyampaian pendapat terhadap enam Raperda yang telah dipaparkan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD pada rapat sebelumnya, Rabu (8/10/2025) lalu.
Keenam Raperda tersebut meliputi Raperda tentang Percepatan Perizinan Usaha Pertambangan Mineral Bukan Logam, Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, Penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), Pengendalian Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan Bandara Radin Inten II, Pengelolaan dan Penyelenggaraan Mutu Pendidikan, serta Penyelenggaraan Satu Data.
Dalam penyampaiannya, Marindo menyampaikan apresiasi kepada DPRD atas inisiatif enam rancangan tersebut yang dinilai sejalan dengan upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat Lampung. Ia menekankan bahwa setiap Raperda memiliki peran strategis dalam memperkuat landasan hukum pelaksanaan pemerintahan daerah.
“Peraturan Daerah memiliki kedudukan penting dalam sistem hukum nasional. Karena itu, setiap penyusunan Raperda harus memenuhi kriteria yang jelas, tidak multitafsir, dan selaras dengan kebijakan nasional,” ujar Marindo di hadapan pimpinan dan anggota dewan.
Pemprov Lampung juga memberikan sejumlah catatan agar setiap Raperda disusun sesuai kewenangan provinsi dan tidak tumpang tindih dengan peraturan yang lebih tinggi. Pemerintah mengingatkan pentingnya substansi Raperda diarahkan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik serta meningkatkan pelayanan publik.
Terkait Raperda tentang percepatan perizinan usaha pertambangan, pemerintah mengingatkan agar materi pengaturan difokuskan pada aspek teknis di bidang pertambangan, bukan pada mekanisme perizinan yang telah diatur melalui sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS RBA).
“Materi muatan Raperda ini harus memperhatikan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2022 tentang Pendelegasian Pemberian Perizinan di Bidang Mineral dan Batubara, serta selaras dengan Perda Nomor 14 Tahun 2023 tentang RTRW Provinsi Lampung 2023–2043,” tegas Marindo.
Sementara itu, terhadap Raperda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, Pemprov meminta agar pembahasan dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan perangkat daerah dan pemangku kepentingan di sektor pertanian, peternakan, dan perkebunan. Pemerintah juga menyoroti pentingnya pengaturan mengenai penggunaan air, bibit unggul, pupuk, serta lahan pertanian berkelanjutan.
Untuk Raperda tentang Penerapan Pola Pengelolaan Keuangan BLUD, Pemprov menekankan pentingnya pengaturan menyeluruh yang meliputi tata kelola, pengelolaan keuangan, tarif layanan, hingga sumber daya manusia. Ketentuan tersebut diharapkan dapat memperkuat kinerja BLUD di berbagai sektor pelayanan publik.
Adapun terhadap Raperda tentang Pengendalian Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan Bandara Radin Inten II, pemerintah menilai pengaturannya perlu mencakup aspek di sekitar bandara, seperti pengendalian hewan peliharaan, aktivitas industri, penggunaan sinar laser, hingga tinggi bangunan.
“Substansi sanksi juga perlu dimasukkan agar Perda nantinya memiliki efek jera bagi pelanggar dan menjamin keselamatan penerbangan,” ujar Marindo.
Raperda tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Mutu Pendidikan juga mendapat perhatian khusus. Pemprov meminta agar penyusunannya mempedomani peraturan perundang-undangan dan memperhatikan kearifan lokal Lampung. Pemerintah bahkan mengusulkan agar beberapa perda lama yang sudah tidak relevan dicabut untuk efisiensi regulasi di bidang pendidikan.
Sementara untuk Raperda Penyelenggaraan Satu Data, Pemprov menegaskan pentingnya sinkronisasi dengan Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia. Raperda ini dinilai strategis untuk memperkuat tata kelola data daerah dan meningkatkan akurasi perencanaan pembangunan.
Setelah menyampaikan pendapat tersebut, Pemprov menyatakan menyetujui keenam Raperda untuk dibahas pada tingkat pembicaraan selanjutnya. Pemerintah juga mendorong agar proses pembahasan melibatkan akademisi, praktisi, organisasi masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya guna memastikan efektivitas peraturan yang akan diterbitkan.
“Kami berharap pembahasan lanjutan dapat menghasilkan Perda yang berkualitas, memberikan kepastian hukum, dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Lampung,” tutup Marindo.
Dalam rapat paripurna yang sama, DPRD Provinsi Lampung juga menyampaikan pandangan fraksi-fraksi terhadap tiga Raperda prakarsa Pemerintah Provinsi Lampung yang telah dipaparkan sehari sebelumnya. Pandangan tersebut disampaikan oleh delapan fraksi, yakni Gerindra, PDI Perjuangan, Golkar, PKB, Nasdem, Demokrat, PAN, dan PKS, yang kemudian diserahkan langsung kepada Sekretaris Daerah Provinsi Lampung.
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dijadwalkan menyampaikan tanggapan atas pandangan fraksi-fraksi tersebut dalam lanjutan sidang paripurna yang akan digelar pada Jumat (10/10/2025).
Keenam Raperda yang tengah dibahas ini diharapkan menjadi pijakan penting bagi pembangunan daerah di berbagai sektor, mulai dari pertambangan, pertanian, pendidikan, hingga tata kelola data.*
Kemenko Pangan Kawal Ketat Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Lamsel: Target Selesai Tepat Waktu dan Tepat Mutu

LAMSEL, Ketapang – Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam mengawal program strategis nasional. Melalui Asisten Deputi Pengelolaan Perikanan Tangkap, Yogi Yanuar, Kemenko Pangan meninjau langsung progres pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Ketapang, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (9/10/2025).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kerja Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim, yang memantau pelaksanaan program Kampung Nelayan Merah Putih di empat lokasi di Provinsi Lampung. Di Lampung Selatan sendiri, dua wilayah menjadi titik fokus pengembangan, yakni Desa Ketapang dan Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi.
“Hari ini kami memantau langsung salah satu daerah prioritas, yaitu Desa Ketapang. Program ini merupakan amanah Presiden untuk memperkuat kesejahteraan nelayan dan ketahanan pangan nasional,” ujar Yogi Yanuar di sela kunjungan lapangan.
Proyek Strategis Nasional untuk Kemandirian Nelayan
Yogi menjelaskan, Kampung Nelayan Merah Putih merupakan salah satu program prioritas nasional di sektor kelautan dan perikanan. Kemenko Pangan bertanggung jawab melakukan sinkronisasi, koordinasi, dan pengendalian program, sementara pelaksanaan teknisnya dikerjakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
“Kami tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memastikan keberlanjutan pengelolaan setelah proyek ini rampung,” tegasnya.
Ke depan, pengelolaan fasilitas akan melibatkan Koperasi Desa Merah Putih, yang telah menyiapkan rencana kerja dan strategi pelibatan anggota.
“Alhamdulillah, koperasi sudah siap mengelola fasilitas ini agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat nelayan,” tambah Yogi.
Pembangunan Capai Target, Rampung Akhir 2025
Di Desa Ketapang, PT Adi Karya selaku kontraktor pelaksana mengalokasikan lebih dari Rp15 miliar untuk pembangunan 19 bangunan dan 25 item pekerjaan. Sejumlah fasilitas tengah disiapkan, mulai dari Pasar Ikan, Bale Nelayan, Sentra Kuliner, Kios Waserda, Gudang Beku, Pabrik Es, Docking Perahu, Bengkel Nelayan, Shelter Cold Box, Shelter Pendaratan Ikan, hingga Bangunan Eksisting.
Yogi mengungkapkan, progres proyek hingga saat ini telah melampaui target, dan ditargetkan selesai pada akhir Desember 2025.
“Kami ingin memastikan proyek ini tepat waktu, tepat mutu, dan tepat guna, sehingga benar-benar membawa maslahat bagi masyarakat pesisir,” ujarnya.
Sinergi Pemerintah Daerah dan Pusat
Dalam kunjungan itu, Yogi didampingi oleh sejumlah pejabat daerah, antara lain Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung Liza Derni, Kadis Perikanan Lampung Selatan Dwi Jatmiko, dan Kadis Koperasi UKM Lampung Selatan Aryantoni.
Kemenko Pangan berharap sinergi lintas sektor ini dapat mempercepat penyelesaian pembangunan, sekaligus memastikan keberlanjutan ekonomi masyarakat nelayan di Lampung Selatan.
“Kami ingin proyek ini menjadi contoh bagaimana sinergi pusat dan daerah mampu menciptakan desa nelayan modern yang mandiri dan produktif,” tutup Yogi.
Wagub Jihan Nurlela Hadiri Rakornas Pembinaan dan Pengawasan Tahun 2025 yang Diselenggarakan Itjen Kemendagri di Jakarta
JurnalKota.net – JAKARTA —– Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pembinaan dan Pengawasan Tahun 2025 (Binwas) yang diselenggarakan oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Hotel Pullman Jakarta Central Park, Kamis (9/10/2025).
Dalam arahannya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menginstruksikan kepada seluruh inspektorat pemerintah daerah untuk aktif mengawasi sejak tahap perencanaan bukan hanya pada saat program sudah berjalan.
“Pada waktu perencanaan utamanya, peran inspektorat jangan diam saja, jangan sudah direncanakan oleh masing-masing dan kemudian setelah itu dieksekusi, baru diperiksa salahnya apa,” ujarnya.
Tito meminta para inspektur daerah juga memberikan masukan soal soal program yang sedang direncanakan oleh masing-masing pemerintah daerahnya.
Ia menyebut konsep pengawasan yang ideal terdiri dari tiga tahapan yaitu foresight, insight, dan oversight.
“Foresight artinya memprediksi sejak awal apakah programnya bagus atau tidak. Insight dilakukan saat program berjalan, memberi bimbingan dan pendampingan. Baru oversight, yaitu evaluasi ketika sudah selesai,” jelasnya.
Tito berpendapat pengawasan internal yang kuat akan mencegah terjadinya pelanggaran sejak dini.
Ia juga mengingatkan kepada para inspektorat agar tidak menjadikan jumlah temuan pelanggaran atau kesalahan sebagai parameter keberhasilan dalam menjalankan pengawasan.
Menurutnya, semakin sedikit temuan pelanggaran artinya fungsi pengawasan dan pencegahan dari inspektorat berjalan dengan optimal.
“Karena prinsip dasar untuk suatu pengawasan, itulah menjaga agar tidak jadi pelanggaran. Jangan sampai ukurannya makin banyak menemukan kesalahan, makin baik, bukan. Makin sedikit kesalahan, karena tidak jadi kesalahan, karena pengawasan yang baik,” tegasnya.
Tito juga meminta agar Inspektorat di daerah memperkuat koordinasi dengan Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendagri sebagai koordinator pengawasan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan menegaskan komunitas pengawas internal harus solid dan satu visi.
Tito berharap dengan optimalnya tugas tugas para inspektur dalam pengawasan dan pencegahan, roda pemerintahan dan pembangunan bisa berjalan dengan maksimal.
Ia juga berharap rapat koordinasi tersebut bisa menyamakan visi jajaran Inspektorat daerah dengan inspektur daerah dan Inspektorat Jenderal Kemendagri.*
Bupati Cup 2025 Siap Panaskan Panggung HUT ke-69 Lampung Selatan: Perpaduan Sport, UMKM, dan Budaya
LAMSEL, Kalianda – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) tengah mematangkan persiapan Bupati Cup 2025, ajang olahraga bergengsi yang akan menjadi pembuka meriah rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kabupaten Lampung Selatan.
Kepala Dispora Lampung Selatan, Yespi Cory, mengungkapkan bahwa turnamen tersebut dijadwalkan dibuka pada 27 Oktober 2025 di Gedung Olahraga Way Handak (GWH) Kalianda, meskipun lokasi pelaksanaan masih dapat menyesuaikan kondisi di lapangan.
“Acara pembukaan akan dimeriahkan dengan Tari Sigeh Pengunten, dan jika memungkinkan juga menampilkan Tari Tuping sebagai bentuk pelestarian budaya Lampung,” ujar Yespi seusai memimpin rapat persiapan di Kantor Dispora, Kamis (9/10/2025).
Perpaduan Olahraga, Ekonomi, dan Kearifan Lokal
Tak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, Bupati Cup 2025 juga dikemas sebagai pesta rakyat, menghadirkan beragam kegiatan pendukung seperti bazar UMKM, pasar murah, dan donor darah.
Yespi menegaskan, kegiatan ini merupakan momentum bersama untuk memperkuat sinergi antarinstansi dan masyarakat.
“Ini bukan hanya hajatnya Dispora, tapi hajat kita semua — Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama masyarakatnya,” tegasnya.
Adapun tiga cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan meliputi bola voli, sepak bola, dan tenis, dengan teknis pelaksanaan dikoordinasikan oleh pengurus masing-masing cabor.
HUT Lamsel ke-69 Jadi Momentum Bangkitkan Semangat dan Ekonomi Warga
Selain Bupati Cup, peringatan HUT ke-69 Lampung Selatan juga akan diramaikan berbagai kegiatan menarik, mulai dari fun run, turnamen futsal pelajar, voli pantai, hingga atraksi spektakuler jetski dari Jakarta ke Bakauheni yang digadang-gadang akan memecahkan rekor MURI.
Dengan rangkaian acara yang variatif ini, Pemkab Lampung Selatan berharap semangat olahraga, kebersamaan, dan kebanggaan daerah dapat tumbuh lebih kuat di kalangan masyarakat.
“Melalui HUT tahun ini, kami ingin menghidupkan semangat sportivitas sekaligus menggerakkan ekonomi lokal melalui partisipasi pelaku UMKM,” pungkas Yespi.
DWP Lampung Selatan Ajak Ibu Hamil Jadi Garda Terdepan Cegah Stunting Sejak dalam Kandungan
LAMSEL, Kalianda – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lampung Selatan menggelar seminar gizi bertema “Pentingnya Pemenuhan Gizi bagi Ibu Hamil dan Menyusui dalam Rangka Penanganan Stunting”, Kamis (9/10/2025), di Aula Krakatau Kantor Bupati Lampung Selatan.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, dan dihadiri oleh Penasehat DWP Reni Apriyani Syaiful Anwar, Ketua DWP Ratna Yanuana Supriyanto, serta para ketua dan anggota DWP dari seluruh kecamatan se-Lampung Selatan.
Peran Ibu Jadi Kunci Generasi Sehat dan Unggul
Dalam sambutannya, Sekda Supriyanto menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui perhatian serius pada ibu hamil dan menyusui.
Menurutnya, masa kehamilan dan menyusui merupakan fase penting yang menentukan masa depan anak.
“Masa kehamilan dan menyusui adalah investasi jangka panjang. Dengan edukasi yang tepat, angka stunting bisa ditekan dan anak-anak akan tumbuh sehat, cerdas, dan kuat,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya menurunkan angka stunting di Lampung Selatan.
“Mari kita rapatkan barisan untuk melahirkan generasi unggul dan berdaya saing,” tambahnya.
Reni Apriyani: Gizi Sejak Kandungan Adalah Investasi Bangsa
Sementara itu, Penasehat DWP Lampung Selatan, Reni Apriyani Syaiful Anwar, menekankan pentingnya peran ibu dalam memberikan gizi terbaik sejak masa kehamilan.
“Memberikan gizi terbaik sejak dalam kandungan adalah investasi paling jujur dan mendasar untuk masa depan bangsa. Ibu harus menjadi agen perubahan yang mengubah ketidaktahuan menjadi pengetahuan,” tegas Reni.
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara ibu, bidan desa, dan posyandu, agar edukasi gizi dan pemberian makanan tambahan dapat tepat sasaran, khususnya pada periode 1000 hari pertama kehidupan (HPK) yang dikenal sebagai golden period tumbuh kembang anak.
DWP Dorong Kreativitas dan Edukasi Gizi Keluarga
Sebelumnya, Ketua DWP Lampung Selatan, Ratna Yanuana Supriyanto, dalam laporannya menyampaikan bahwa seminar ini bertujuan meningkatkan wawasan anggota DWP tentang pentingnya gizi seimbang bagi ibu hamil dan menyusui.
Kegiatan diikuti 65 peserta dari unsur DWP kecamatan, dan akan berlanjut pada Jumat (10/10/2025) untuk peserta dari unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong kreativitas ibu-ibu dalam memperhatikan gizi keluarga, membangun solidaritas antaranggota, serta mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap gizi ibu dan anak,” ujarnya.
Langkah Konkret Menuju Generasi Bebas Stunting
DWP Lampung Selatan berharap kegiatan ini dapat menjadi gerakan nyata dalam perubahan perilaku gizi di masyarakat, terutama di kalangan ibu hamil dan menyusui.
Seminar ini juga menjadi bukti nyata dukungan DWP Lampung Selatan terhadap program pemerintah dalam mewujudkan generasi bebas stunting, sehat, dan berkualitas untuk masa depan daerah yang lebih maju.
Sekda Lamsel Lantik Khusaini Rohman, Dorong Karya Tunggal Jadi Desa Penggerak Ekonomi Rakyat
LAMSEL, Katibung – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, secara resmi melantik Khusaini Rohman sebagai Penjabat (Pj) Kepala Desa Karya Tunggal, Kecamatan Katibung, pada Kamis (9/10/2025).
Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Katibung, disaksikan jajaran pejabat daerah, tokoh masyarakat, serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).
Turut hadir Anggota DPRD Lampung Selatan Dapil 7 Ismail, Kepala Dinas PMD Erdiyansyah, Kabag Hukum Qorinilwan, Sekretaris Inspektorat Marko Firzada, dan Camat Katibung Andi Sopiyan.
Sebelumnya, jabatan Pj Kepala Desa Karya Tunggal dijabat oleh Muhammad Hasan sejak 26 September 2024. Seusai serah terima jabatan, Hasan kembali ke posisinya sebagai Plt Kasi Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Kecamatan Katibung.
Pemimpin Desa Harus Jadi Inovator dan Penggerak Sosial
Dalam sambutannya, Sekda Supriyanto menegaskan bahwa pelantikan kepala desa bukan sekadar acara seremonial, melainkan bagian penting dari proses pemerintahan yang konstitusional dan berkesinambungan.
“Pelantikan ini adalah amanah konstitusional sesuai Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa serta Permendagri Nomor 82 Tahun 2015. Pemerintahan desa harus terus berjalan secara berkelanjutan,” ujar Supriyanto.
Ia menilai tantangan pemerintahan desa di era modern semakin kompleks — mulai dari tuntutan transparansi, digitalisasi layanan publik, hingga dorongan partisipasi masyarakat.
“Kepala desa bukan hanya pemimpin administratif, tapi juga penggerak sosial dan inovator lokal. Desa harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat, bukan sekadar penerima kebijakan, tapi pelaku utama pembangunan,” jelasnya.
Pimpin dengan Data, Layani dengan Hati
Kepada Pj Kades baru, Khusaini Rohman, Sekda berpesan agar selalu memimpin dengan integritas, empati, dan semangat pelayanan publik.
“Pimpinlah dengan hati, bekerjalah dengan data, dan layani masyarakat dengan tulus. Rangkul seluruh elemen desa, BPD, tokoh masyarakat, hingga pemuda. Keberhasilan pemerintahan desa lahir dari sinergi, bukan dari instruksi semata,” tegasnya.
Momentum Menuju Desa Karya Tunggal Maju
Menutup sambutannya, Supriyanto mengajak seluruh pihak menjadikan pelantikan ini sebagai momentum memperkuat sinergi dan mempercepat kemajuan Desa Karya Tunggal di bawah semangat Lampung Selatan MAJU.
“Dengan kebersamaan dan komitmen, saya yakin Desa Karya Tunggal bisa menjadi desa yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing,” pungkasnya.
Bantuan Pangan Tahap II di Lampung Selatan: Warga Kini Terima Beras dan Minyak Sekaligus
LAMSEL, Kalianda – Kabar baik bagi masyarakat Lampung Selatan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan bersiap menyalurkan bantuan pangan tahap kedua untuk alokasi bulan Oktober–November 2025, dengan paket bantuan yang kini lebih lengkap: tidak hanya beras, tetapi juga minyak goreng.
Sosialisasi penyaluran bantuan ini digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lampung Selatan bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog Cabang Lampung Selatan, bertempat di Aula Rimau Kantor Bappeda, Kamis (9/10/2025).
Kegiatan tersebut diikuti oleh para koordinator kecamatan, lurah, dan kepala desa dari Kecamatan Kalianda, Sidomulyo, dan Penengahan. Turut hadir Ikin Sodikin, Analis Pasar Hasil Pertanian Ahli Muda dari Bapanas, serta Fedrial Farhan, Pimpinan Bulog Cabang Lampung Selatan.
Bantuan Lebih Lengkap untuk Ringankan Beban Warga
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lampung Selatan, Zulvina Ratnasari, menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan memastikan penyaluran bantuan berlangsung lancar, tepat sasaran, dan sesuai mekanisme baru.
“Berbeda dengan tahap sebelumnya yang hanya berupa beras, pada alokasi tahap kedua ini pemerintah menambahkan bantuan berupa minyak goreng bagi seluruh **keluarga penerima manfaat (KPM),” jelas Zulvina.
Ia menambahkan, penyaluran bantuan pangan beras untuk periode Juni–Juli 2025 telah mencapai 100 persen dari target 106.415 KPM.
“Capaian ini berkat kerja sama yang baik antara Bapanas, Bulog, dan pemerintah daerah hingga tingkat desa dan kelurahan,” ujar Zulvina.
Jaga Stabilitas dan Dukung Ketahanan Pangan
Atas nama Pemkab Lampung Selatan, Zulvina menyampaikan apresiasi kepada Bapanas yang terus mendukung pelaksanaan program bantuan pangan.
Menurutnya, program ini bukan hanya membantu masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah.
Ia berharap penyaluran bantuan alokasi Oktober–November kali ini bisa berjalan lebih tertib dan terkoordinasi.
“Dinas Ketahanan Pangan siap mendukung sepenuhnya dari sisi koordinasi, pendataan, pemantauan, hingga pelaporan agar bantuan ini tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu,” tegasnya.
Setiap Keluarga Terima 20 Kg Beras dan 4 Liter Minyak
Sementara itu, perwakilan Bapanas, Ikin Sodikin, menjelaskan bahwa setiap keluarga penerima manfaat akan memperoleh 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan, disalurkan sekaligus untuk dua bulan.
“Totalnya 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng akan diterima oleh setiap keluarga penerima manfaat,” terang Ikin.
Dengan komitmen bersama dari pemerintah pusat hingga daerah, diharapkan bantuan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan keluarga di Lampung Selatan.
Kafilah Lampung Siap Berlaga di STQH Nasional XXVIII Tahun 2025 di Kendari, Sulawesi Tenggara
JurnalKota.net – BANDARLAMPUNG — Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan, mewakili Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melepas kafilah asal Lampung untuk mengikuti Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadist (STQH) Tingkat Nasional XXVIII Tahun 2025 di Kendari, Sulawesi Tenggara.
Acara pelepasan berlangsung di Ruang Rapat Utama, Kantor Gubernur Lampung, Rabu (8/10/2025).
Kafilah berjumlah 36 orang terdiri atas peserta, pelatih, dan official tersebut dijadwalkan berangkat pada Kamis, 9 Oktober mendatang. Pembukaan STQH Nasional ke-XXVIII akan digelar pada 11 Oktober, sementara perlombaan berbagai cabang tilawah dan tahfidz berlangsung pada 12–17 Oktober 2025.
Dalam sambutannya, Sekdaprov Marindo menyampaikan apresiasi dan semangat kepada seluruh peserta yang akan mewakili Lampung di ajang nasional tersebut.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya menyampaikan selamat kepada seluruh peserta beserta pelatih dan official yang akan berlaga di STQH Nasional 2025. Saya harap Kafilah Lampung dapat berjaya dan mengharumkan nama daerah,” ujarnya.
Sekdaprov Marindo menambahkan, STQH bukan sekadar ajang lomba, tetapi wadah pembinaan generasi Qur’ani, generasi yang fasih membaca, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Provinsi Lampung pantas berbangga karena minat generasi muda terhadap tilawah dan tahfidz terus meningkat. Berdasarkan data LPTQ, jumlah peserta MTQ dan STQ tingkat provinsi naik sekitar 30 persen dalam lima tahun terakhir,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sekdaprov Marindo berpesan agar seluruh peserta menjaga sikap dan akhlak selama berada di arena perlombaan.
“Kafilah Lampung adalah duta Al-Qur’an. Di mana pun berada, tunjukkan akhlak terbaik, rendah hati, dan hormati saudara-saudara dari provinsi lain. Jadilah peserta yang membawa teladan melalui tutur kata dan kepribadian yang baik,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya semangat dan keikhlasan dalam berjuang.
“Pepatah Arab mengatakan “man jadda wajada”, siapa yang bersungguh-sungguh, dia akan berhasil. Saat tampil nanti, tenangkan hati dan lakukan yang terbaik untuk diri sendiri, untuk Lampung, dan untuk Al-Qur’an,” ujarnya.
Kepada para pelatih dan pendamping, Sekdaprov Marindo menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan kesabaran mereka dalam membimbing para peserta.
“Peran pelatih dan pembimbing sangat penting dalam membentuk qari-qariah serta hafidz-hafidzah yang berkarakter kuat. Sementara para official saya minta terus menjaga semangat dan kenyamanan peserta selama kompetisi,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Sekdaprov Marindo mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan agar kafilah Lampung diberikan kesehatan, kekuatan, dan kesuksesan dalam mengikuti STQH Nasional.
“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Kafilah Lampung pada STQH Nasional XXVIII Tahun 2025 di Sulawesi Tenggara secara resmi saya nyatakan dilepas,” tutupnya.*
Tim Renang Lampung Harumkan Nama Daerah, Tambah Perolehan Medali di Pornas Korpri XVII
JurnalKota.net – Palembang — Cabang olahraga (cabor) renang kontingen Lampung kembali mengukir prestasi membanggakan dengan menambah perolehan medali dalam ajang Pekan Olahraga Nasional Korps Pegawai Republik Indonesia (Pornas Korpri) XVII yang digelar di Jakabaring Aquatic Stadium, Palembang, Rabu (8/10/2025).
Atlet Ajeng Perwito Sari berhasil mempersembahkan medali perunggu kedua bagi Lampung untuk nomor 50 meter gaya dada putri usia 31–41 tahun. Capaian serupa juga diraih oleh Asih Purwanti (ASN BPKAD Provinsi Lampung) yang sukses meraih medali perunggu pada nomor 100 meter gaya dada putri usia 42 tahun ke atas, serta Umar Wardoyo (ASN Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Lampung) yang turut menyumbangkan medali perunggu pada nomor 40 meter gaya dada putra usia 42 tahun ke atas.
Dengan tambahan tersebut, cabor renang Lampung telah mengoleksi empat medali perunggu. Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kontingen Lampung, mengingat cabang renang baru pertama kali dipertandingkan dalam ajang Pornas Korpri. Selain itu, para atlet Lampung berhadapan langsung dengan lawan-lawan tangguh yang merupakan atlet nasional dari berbagai provinsi.
Pelatih cabor renang kontingen Lampung, Ikkus Heradyan, menyampaikan apresiasi atas perjuangan keras para atletnya yang tetap bersemangat hingga akhir pertandingan.
“Semangat untuk berjuang sampai garis finis menjadi motivasi utama bagi para atlet renang Lampung dalam mempersembahkan yang terbaik bagi masyarakat dan Provinsi Lampung tercinta,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Lampung melalui Korpri dan Bapor Korpri Lampung memberikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut. Disiplin, kegigihan, dan semangat tanding para atlet menjadi cerminan nilai-nilai yang juga diterapkan dalam pelayanan publik, yakni memberikan yang terbaik bagi masyarakat.
Prestasi ini diharapkan menjadi sumber inspirasi dan semangat bagi seluruh atlet kontingen Lampung yang masih berjuang di berbagai cabang olahraga untuk mengharumkan nama daerah di kancah nasional.
Dukungan dan doa seluruh ASN serta masyarakat Lampung menjadi energi positif bagi para atlet yang tengah berjuang membawa pulang prestasi terbaik bagi Sai Bumi Ruwa Jurai.*