Tim Gateball Lampung Tembus Semifinal Pornas Korpri XVII di Palembang

JurnalKota.net – Palembang — Tim Gateball Provinsi Lampung kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Pekan Olahraga Nasional Korps Pegawai Republik Indonesia (Pornas Korpri) XVII Tahun 2025 di Palembang. Bertanding di Stadion Bumi Sriwijaya, Kamis (9/10/2025), Tim Gateball Lampung berhasil menembus babak semifinal setelah mengalahkan sejumlah lawan tangguh di nomor Triple Campuran.

Dalam laga penyisihan Grup E, tim yang diperkuat oleh Rizal Fahmie (Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung), Yose Rizal Suud (Inspektorat Provinsi Lampung), dan Arie Korneliyya (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung) tampil impresif. Mereka mencatat dua kemenangan penting atas Kemenpora dengan skor 17–10 dan Aceh dengan skor 19–7, meski sempat kalah tipis dari Kaltim di awal pertandingan.

Keberhasilan tersebut mengantarkan Lampung melaju ke babak 16 besar dan menang atas Maluku dengan skor 9–8. Di babak 8 besar, pertandingan berjalan sangat ketat saat menghadapi NTB, berakhir dengan skor 12–12. Namun, Lampung dinyatakan menang agari (menang secara aturan poin kemenangan) dan berhak melangkah ke babak semifinal.

Prestasi gemilang juga ditorehkan pada nomor Tunggal Putra dan Tunggal Putri.
Pada nomor tunggal putra, Wawan Ardi Putranto (BPKAD Provinsi Lampung) berhasil tampil cemerlang sejak fase penyisihan dengan kemenangan atas Kemenpora dan memastikan langkah hingga babak 8 besar.
Sementara di nomor tunggal putri, Ika Yulistira (Satpol PP Provinsi Lampung) juga tampil dominan dengan dua kemenangan di fase grup atas Kalsel dan Jawa Tengah, serta melaju hingga babak 8 besar setelah menundukkan Maluku dan Kemen PU.

Kondisi cuaca panas yang menyengat di Palembang tidak menyurutkan semangat para atlet. Meski beberapa pemain sempat mengalami kelelahan dan gangguan tenggorokan akibat suhu tinggi, semangat juang tetap terjaga.

“Cuaca di Stadion Bumi Sriwijaya sangat panas, beberapa atlet sempat mengalami batuk dan sakit tenggorokan. Tapi semangat kami tidak kendor. Kami tetap fokus dan berjuang untuk Lampung,” ujar Wawan Ardi Putranto salah satu atlet Gateball Lampung dengan penuh semangat.

Keberhasilan Lampung menembus semifinal menjadi bukti nyata bahwa ASN Provinsi Lampung memiliki daya saing tinggi dan ketangguhan mental di kancah nasional. Pemerintah Provinsi Lampung melalui Korpri dan Bapor Korpri terus memberikan dukungan dan pembinaan kepada para atlet agar mampu mengembangkan potensi dan memperkuat prestasi olahraga ASN di berbagai cabang.

Semangat juang yang ditunjukkan para atlet Gateball ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh ASN di Provinsi Lampung untuk terus berkarya, berprestasi, dan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.*

Ganda Putri Lampung Cabor Tenis Meja Tembus Final dan Raih Medali Perak di Pornas Korpri 2025

JurnalKota.net – Palembang — Kabar membanggakan datang dari arena Pekan Olahraga Nasional (Pornas) Korpri XVII tahun 2025 di Palembang. Tim Tenis Meja nomor Ganda Putri Umum Provinsi Lampung sukses mempersembahkan medali perak pertama bagi kontingen Lampung pada pertandingan yang digelar di Pitstop Table Tennis Centre, Palembang, Kamis (9/10/2025).

Lampung menurunkan pasangan andalan Bela Arisna (SMPN Satap 9 Pesawaran) dan Isna Syafira Khalif Ilma (BPS Kota Metro) yang tampil gemilang sejak babak awal. Keduanya melaju ke final setelah menumbangkan tim Kementerian Agama RI dengan skor meyakinkan 3–0, dan tim Sulawesi Selatan dengan skor 3–1 pada babak semifinal.

Di partai puncak, Bela dan Isna harus menghadapi lawan tangguh dari Jawa Tengah. Pertandingan berlangsung ketat selama tiga set dengan skor akhir 7–11, 6–11, dan 6–11 untuk kemenangan Jawa Tengah. Meski harus puas di posisi kedua, perjuangan pasangan Lampung ini patut diapresiasi karena mampu menembus final dan membawa pulang medali perak, medali perak pertama bagi Provinsi Lampung di ajang Pornas Korpri XVII.

Sekretaris Badan Pembina Olahraga (Bapor) Korpri Provinsi Lampung, Agus Nompitu, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung sekaligus Pembina cabang olahraga tenis meja, menyampaikan apresiasi tinggi atas perjuangan para atlet.

“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas prestasi atlet tenis meja ganda putri yang telah berjuang hingga babak final dan berhasil mempersembahkan medali perak dalam Pornas Korpri XVII di Palembang untuk Provinsi Lampung,” ujar Agus Nompitu.

Agus menambahkan, raihan ini menjadi bukti nyata bahwa atlet-atlet ASN Lampung memiliki potensi dan daya saing tinggi di tingkat nasional.

“Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi para atlet lainnya untuk terus berlatih dan mengharumkan nama Lampung di ajang-ajang berikutnya,” ujarnya.

Capaian medali perak ini tidak hanya menambah daftar perolehan medali Lampung, tetapi juga menegaskan bahwa Tim Tenis Meja Lampung memiliki kualitas dan semangat kompetitif di level nasional. Pemerintah Provinsi Lampung melalui Korpri dan Bapor Korpri berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan dan regenerasi atlet, terutama di kalangan ASN, guna memperkuat prestasi olahraga menuju Pornas Korpri XVIII tahun 2027 yang akan digelar di Provinsi Lampung.*

Pembangunan Jalan Way Nipah-Tampang Tua Perlu Kajian Mendalam Agar Tak Merusak TNBBS

JurnalKota.net – BANDAR LAMPUNG – Masyarakat di Kabupaten Tanggamus, khususnya yang berada di jalan Way Nipah-Tampang Tua yang juga berada di sekitaran di areal TNBBS (Taman Nasional Bukit Barisan Selatan ) mengharapkan adanya pembangunan jalan di wilayah tersebut.

Hal ini agar mobilitas warga di wilayah itu dapat lancar dan aman. “Kami berharap ada pembangunan jalan ini, ” ujar Rohmat, salah satu warga.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kehutanan Lampung Y. Ruchyansyah menerangkan bahwa untuk pembangunan jalan tersebut diperlukan peninjauan ulang trase jalan serta penerapan langkah mitigasi yang dituangkan dalam dokumen kajian lingkungan.

“hal ini menjadi penting untuk memastikan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap WHS TNBBS dan tanpa mengurangi fungsi serta keberlanjutan lahan pangan di wilayah tersebut, ” terangnya.

Menurutnya, berdasarkan hasil koordinasi dengan Balai Besar TNBBS dan overlay trase jalan dengan kawasan hutan, rencana kegiatan tersebut tidak masuk dalam kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan  (TNBBS).

Tetapi, lanjut dia, jika diukur berdasarkan trase pada peta terdapat beberapa titik yang sangat berdekatan dengan batas kawasan TNBBS sehingga dikhawatirkan akan meningkatkan resiko kerusakannya.

“Kita semua tahu bahwa TNBBS merupakan _Tropical Rainforest Herritage of Sumatera_ (TRHS/ warisan hutan hujan tropis sumatera ) yang ditetapkan oleh UNESCO pada tahun 2004,” ujarnya.

Sebagai kawasan konservasi yang merupakan aset kelas dunia harus dikelola secara baik dan proporsional dengan tetap menjaga prinsip-prinsip konservasi.

Penetapan TNBBS menjadi Situs Warisan Dunia atau World Herritage Site (WHS/situs warisan dunia) oleh UNESCO ini, karena memiliki Oustanding Universal Value (OUV/nilai universal yang luar biasa).

“Sebab itu harus dijaga kelestariannya, ” tegas Ruchyansyah.

Lebih jauh Kepala Dinas Kehutanan ini menjelaskan bahwa ada sejumlah masukan atau solusi dalam mengambil kebijakan pembangunan jalan ini.

Yakni, sesuai dengan laporan kajian lingkungan startegis pada Tropical Rainforest Herritage of Sumatera (TRHS) 2023, disebutkan bahwa TNBBS memiliki Wider setting yang berperan penting dalam melindungi keaslian dan integritas property
serta berperan dalam mendukung OUV, dan areal rencana pembangunan jalan berada di dalam Wider Setting TNBBS tersebut.

Masih dalam dokumen tersebut, disebutkan bahwa pembangunan dalam areal Wider Setting TRHS perlu didahului dengan kajian lingkungan agar OUV dan keberlanjutan WHS dapat tetap dijaga dilindungi dengan baik.

“Saya juga telah berkoordinasi dengan Bappeda Prov. Lampung yang telah meng-overlaykan peta rencana jaringan jalan dengan peta pola ruang dan peta KP2B, terlihat adanya tumpang tindih antara koridor jalan yang direncanakan dengan lahan yang berfungsi sebagai kawasan lindung pertanian pangan, sehingga berpotensi mengurangi lahan pertanian produktif, ” ujarnya.

Nah, berdasarkan pertimbangan kondisi tersebut diperlukan peninjauan ulang trase jalan serta penerapan langkah mitigasi yang dituangkan dalam dokumen kajian lingkungan, untuk memastikan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap WHS TNBBS. (*)

Lampung Kembali Raih Medali Perunggu dari Cabang Renang di Pornas Korpri XVII 2025

JurnalKota.net – Palembang — Cabang olahraga renang kembali mengukir prestasi membanggakan bagi Kontingen Lampung pada ajang Pekan Olahraga Nasional (Pornas) Korpri XVII tahun 2025. Kali ini, medali perunggu berhasil diraih melalui nomor 50 meter gaya bebas putri yang digelar di Jakabaring Aquatic Stadium, Palembang, Kamis (9/10/2025).

Capaian ini menjadi istimewa karena diraih oleh Ajeng Perwito Sari, atlet renang andalan Lampung yang telah berhasil menyumbangkan tiga medali perunggu bagi Provinsi Lampung dari cabang olahraga renang. Hingga hari ini, cabang renang secara keseluruhan telah mengoleksi lima medali perunggu, dengan masih menyisakan dua nomor pertandingan yang akan berlangsung esok hari.

Ajeng, yang sehari-hari bertugas sebagai Penjaga Tahanan di Lapas Perempuan Kelas IIA Bandar Lampung, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian tersebut.

“Alhamdulillah, saya sangat senang masih bisa menyumbangkan medali untuk Lampung. Akhirnya seluruh nomor perlombaan yang saya ikuti selesai dengan hasil yang membanggakan. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan mendoakan saya,” ujar Ajeng dengan penuh rasa haru.

Pelatih cabang olahraga renang Lampung, Ikkus Heradyan, turut memberikan apresiasi tinggi atas perjuangan Ajeng dalam nomor 50 meter gaya bebas putri.

“Penampilan Ajeng sangat luar biasa. Ia menunjukkan semangat juang tinggi dan tidak mudah menyerah meski harus bersaing dengan lawan-lawan tangguh. Fokus dan konsistensinya menjadi kunci keberhasilan meraih medali perunggu,” ungkap Ikkus.

Ikkus juga berpesan kepada seluruh atlet renang Lampung untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan agar mampu meraih prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang.

“Jangan pernah puas dengan pencapaian saat ini. Teruslah berusaha menjadi yang terbaik pada setiap kesempatan,” pesannya.

Lima medali yang berhasil dipersembahkan cabang olahraga renang Lampung menjadi bukti nyata potensi besar Aparatur Sipil Negara (ASN) Provinsi Lampung di bidang olahraga, khususnya cabang renang, yang mampu bersaing di tingkat nasional. Dukungan Pemerintah Provinsi Lampung melalui Korpri dan Badan Pembina Olahraga (Bapor) Korpri sangat penting untuk terus mengembangkan talenta olahraga ASN melalui pembinaan dan pelatihan yang berkelanjutan.

Terlebih, Provinsi Lampung telah ditetapkan sebagai tuan rumah Pornas Korpri XVIII tahun 2027 mendatang, yang menjadi motivasi besar bagi pemerintah dan para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan sekaligus mempersiapkan sarana dan prasarana olahraga berstandar nasional bahkan internasional.*

Pemprov Lampung Dorong Enam Raperda Baru, Dari Pertanian Hingga Pengelolaan Satu Data

JurnalKota.net – BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung menyatakan setuju untuk melanjutkan pembahasan enam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) usul inisiatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung. Penyampaian pendapat Gubernur Lampung tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, dalam Rapat Paripurna DPRD di Ruang Sidang Utama DPRD Provinsi Lampung, Kamis (9/10/2025).

Sekda Marindo hadir mewakili Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal dalam lanjutan pembicaraan tingkat I dengan agenda penyampaian pendapat terhadap enam Raperda yang telah dipaparkan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD pada rapat sebelumnya, Rabu (8/10/2025) lalu.

Keenam Raperda tersebut meliputi Raperda tentang Percepatan Perizinan Usaha Pertambangan Mineral Bukan Logam, Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, Penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), Pengendalian Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan Bandara Radin Inten II, Pengelolaan dan Penyelenggaraan Mutu Pendidikan, serta Penyelenggaraan Satu Data.

Dalam penyampaiannya, Marindo menyampaikan apresiasi kepada DPRD atas inisiatif enam rancangan tersebut yang dinilai sejalan dengan upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat Lampung. Ia menekankan bahwa setiap Raperda memiliki peran strategis dalam memperkuat landasan hukum pelaksanaan pemerintahan daerah.

“Peraturan Daerah memiliki kedudukan penting dalam sistem hukum nasional. Karena itu, setiap penyusunan Raperda harus memenuhi kriteria yang jelas, tidak multitafsir, dan selaras dengan kebijakan nasional,” ujar Marindo di hadapan pimpinan dan anggota dewan.

Pemprov Lampung juga memberikan sejumlah catatan agar setiap Raperda disusun sesuai kewenangan provinsi dan tidak tumpang tindih dengan peraturan yang lebih tinggi. Pemerintah mengingatkan pentingnya substansi Raperda diarahkan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik serta meningkatkan pelayanan publik.

Terkait Raperda tentang percepatan perizinan usaha pertambangan, pemerintah mengingatkan agar materi pengaturan difokuskan pada aspek teknis di bidang pertambangan, bukan pada mekanisme perizinan yang telah diatur melalui sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS RBA).

“Materi muatan Raperda ini harus memperhatikan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2022 tentang Pendelegasian Pemberian Perizinan di Bidang Mineral dan Batubara, serta selaras dengan Perda Nomor 14 Tahun 2023 tentang RTRW Provinsi Lampung 2023–2043,” tegas Marindo.

Sementara itu, terhadap Raperda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, Pemprov meminta agar pembahasan dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan perangkat daerah dan pemangku kepentingan di sektor pertanian, peternakan, dan perkebunan. Pemerintah juga menyoroti pentingnya pengaturan mengenai penggunaan air, bibit unggul, pupuk, serta lahan pertanian berkelanjutan.

Untuk Raperda tentang Penerapan Pola Pengelolaan Keuangan BLUD, Pemprov menekankan pentingnya pengaturan menyeluruh yang meliputi tata kelola, pengelolaan keuangan, tarif layanan, hingga sumber daya manusia. Ketentuan tersebut diharapkan dapat memperkuat kinerja BLUD di berbagai sektor pelayanan publik.

Adapun terhadap Raperda tentang Pengendalian Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan Bandara Radin Inten II, pemerintah menilai pengaturannya perlu mencakup aspek di sekitar bandara, seperti pengendalian hewan peliharaan, aktivitas industri, penggunaan sinar laser, hingga tinggi bangunan.

“Substansi sanksi juga perlu dimasukkan agar Perda nantinya memiliki efek jera bagi pelanggar dan menjamin keselamatan penerbangan,” ujar Marindo.

Raperda tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Mutu Pendidikan juga mendapat perhatian khusus. Pemprov meminta agar penyusunannya mempedomani peraturan perundang-undangan dan memperhatikan kearifan lokal Lampung. Pemerintah bahkan mengusulkan agar beberapa perda lama yang sudah tidak relevan dicabut untuk efisiensi regulasi di bidang pendidikan.

Sementara untuk Raperda Penyelenggaraan Satu Data, Pemprov menegaskan pentingnya sinkronisasi dengan Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia. Raperda ini dinilai strategis untuk memperkuat tata kelola data daerah dan meningkatkan akurasi perencanaan pembangunan.

Setelah menyampaikan pendapat tersebut, Pemprov menyatakan menyetujui keenam Raperda untuk dibahas pada tingkat pembicaraan selanjutnya. Pemerintah juga mendorong agar proses pembahasan melibatkan akademisi, praktisi, organisasi masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya guna memastikan efektivitas peraturan yang akan diterbitkan.

“Kami berharap pembahasan lanjutan dapat menghasilkan Perda yang berkualitas, memberikan kepastian hukum, dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Lampung,” tutup Marindo.

Dalam rapat paripurna yang sama, DPRD Provinsi Lampung juga menyampaikan pandangan fraksi-fraksi terhadap tiga Raperda prakarsa Pemerintah Provinsi Lampung yang telah dipaparkan sehari sebelumnya. Pandangan tersebut disampaikan oleh delapan fraksi, yakni Gerindra, PDI Perjuangan, Golkar, PKB, Nasdem, Demokrat, PAN, dan PKS, yang kemudian diserahkan langsung kepada Sekretaris Daerah Provinsi Lampung.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dijadwalkan menyampaikan tanggapan atas pandangan fraksi-fraksi tersebut dalam lanjutan sidang paripurna yang akan digelar pada Jumat (10/10/2025).

Keenam Raperda yang tengah dibahas ini diharapkan menjadi pijakan penting bagi pembangunan daerah di berbagai sektor, mulai dari pertambangan, pertanian, pendidikan, hingga tata kelola data.*

Wagub Jihan Nurlela Hadiri Rakornas Pembinaan dan Pengawasan Tahun 2025 yang Diselenggarakan Itjen Kemendagri di Jakarta

JurnalKota.net – JAKARTA —– Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pembinaan dan Pengawasan Tahun 2025 (Binwas) yang diselenggarakan oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Hotel Pullman Jakarta Central Park, Kamis (9/10/2025).

Dalam arahannya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menginstruksikan kepada seluruh inspektorat pemerintah daerah untuk aktif mengawasi sejak tahap perencanaan bukan hanya pada saat program sudah berjalan.

“Pada waktu perencanaan utamanya, peran inspektorat jangan diam saja, jangan sudah direncanakan oleh masing-masing dan kemudian setelah itu dieksekusi, baru diperiksa salahnya apa,” ujarnya.
Tito meminta para inspektur daerah juga memberikan masukan soal soal program yang sedang direncanakan oleh masing-masing pemerintah daerahnya.

Ia menyebut konsep pengawasan yang ideal terdiri dari tiga tahapan yaitu foresight, insight, dan oversight.

“Foresight artinya memprediksi sejak awal apakah programnya bagus atau tidak. Insight dilakukan saat program berjalan, memberi bimbingan dan pendampingan. Baru oversight, yaitu evaluasi ketika sudah selesai,” jelasnya.

Tito berpendapat pengawasan internal yang kuat akan mencegah terjadinya pelanggaran sejak dini.

Ia juga mengingatkan kepada para inspektorat agar tidak menjadikan jumlah temuan pelanggaran atau kesalahan sebagai parameter keberhasilan dalam menjalankan pengawasan.

Menurutnya, semakin sedikit temuan pelanggaran artinya fungsi pengawasan dan pencegahan dari inspektorat berjalan dengan optimal.

“Karena prinsip dasar untuk suatu pengawasan, itulah menjaga agar tidak jadi pelanggaran. Jangan sampai ukurannya makin banyak menemukan kesalahan, makin baik, bukan. Makin sedikit kesalahan, karena tidak jadi kesalahan, karena pengawasan yang baik,” tegasnya.

Tito juga meminta agar Inspektorat di daerah memperkuat koordinasi dengan Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendagri sebagai koordinator pengawasan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan menegaskan komunitas pengawas internal harus solid dan satu visi.

Tito berharap dengan optimalnya tugas tugas para inspektur dalam pengawasan dan pencegahan, roda pemerintahan dan pembangunan bisa berjalan dengan maksimal.

Ia juga berharap rapat koordinasi tersebut bisa menyamakan visi jajaran Inspektorat daerah dengan inspektur daerah dan Inspektorat Jenderal Kemendagri.*

Sekda Lamsel Lantik Khusaini Rohman, Dorong Karya Tunggal Jadi Desa Penggerak Ekonomi Rakyat

LAMSEL, Katibung – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, secara resmi melantik Khusaini Rohman sebagai Penjabat (Pj) Kepala Desa Karya Tunggal, Kecamatan Katibung, pada Kamis (9/10/2025).

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Katibung, disaksikan jajaran pejabat daerah, tokoh masyarakat, serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).

Turut hadir Anggota DPRD Lampung Selatan Dapil 7 Ismail, Kepala Dinas PMD Erdiyansyah, Kabag Hukum Qorinilwan, Sekretaris Inspektorat Marko Firzada, dan Camat Katibung Andi Sopiyan.

Sebelumnya, jabatan Pj Kepala Desa Karya Tunggal dijabat oleh Muhammad Hasan sejak 26 September 2024. Seusai serah terima jabatan, Hasan kembali ke posisinya sebagai Plt Kasi Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Kecamatan Katibung.

Pemimpin Desa Harus Jadi Inovator dan Penggerak Sosial

Dalam sambutannya, Sekda Supriyanto menegaskan bahwa pelantikan kepala desa bukan sekadar acara seremonial, melainkan bagian penting dari proses pemerintahan yang konstitusional dan berkesinambungan.

“Pelantikan ini adalah amanah konstitusional sesuai Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa serta Permendagri Nomor 82 Tahun 2015. Pemerintahan desa harus terus berjalan secara berkelanjutan,” ujar Supriyanto.

Ia menilai tantangan pemerintahan desa di era modern semakin kompleks — mulai dari tuntutan transparansi, digitalisasi layanan publik, hingga dorongan partisipasi masyarakat.

“Kepala desa bukan hanya pemimpin administratif, tapi juga penggerak sosial dan inovator lokal. Desa harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat, bukan sekadar penerima kebijakan, tapi pelaku utama pembangunan,” jelasnya.

Pimpin dengan Data, Layani dengan Hati

Kepada Pj Kades baru, Khusaini Rohman, Sekda berpesan agar selalu memimpin dengan integritas, empati, dan semangat pelayanan publik.

“Pimpinlah dengan hati, bekerjalah dengan data, dan layani masyarakat dengan tulus. Rangkul seluruh elemen desa, BPD, tokoh masyarakat, hingga pemuda. Keberhasilan pemerintahan desa lahir dari sinergi, bukan dari instruksi semata,” tegasnya.

Momentum Menuju Desa Karya Tunggal Maju

Menutup sambutannya, Supriyanto mengajak seluruh pihak menjadikan pelantikan ini sebagai momentum memperkuat sinergi dan mempercepat kemajuan Desa Karya Tunggal di bawah semangat Lampung Selatan MAJU.

“Dengan kebersamaan dan komitmen, saya yakin Desa Karya Tunggal bisa menjadi desa yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing,” pungkasnya.

Tutup Diksar SMA Kebangsaan Angkatan ke-13 Tahun 2025, Danrem 043/Gatam : Jadikan Diksar Untuk Membentuk Pribadi Siswa yang Tangguh

JurnalKota.net – Lampung Selatan – Komandan Korem 043/Gatam Brigjen TNI Haryantana, S.H., secara resmi menutup kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) Kedisiplinan dan Kepemimpinan Siswa SMA Kebangsaan Angkatan ke-13 Tahun 2025, yang dilaksanakan di Lapangan Soccer Field SMA Kebangsaan, Jl. Trans Sumatera KM.75, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (9/10/2025).

Upacara penutupan berlangsung khidmat dan penuh semangat, menandai berakhirnya masa pendidikan dasar para siswa angkatan ke-13. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Pembina Lembaga Perguruan Nata Bangsa, Ketua Lembaga Perguruan Nata Bangsa, Wakil Bupati Lampung Selatan, serta sejumlah pejabat dan tamu undangan lainnya.

Dalam amanatnya, Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Haryantana, S.H. menyampaikan bahwa kegiatan Diksar merupakan tradisi yang menjadi kebanggaan bagi siswa, orang tua, serta seluruh civitas akademika SMA Kebangsaan.

> “Hari ini kalian telah menyelesaikan serangkaian kegiatan pendidikan dasar selama tiga bulan dengan penuh semangat dan dedikasi. Pendidikan dasar ini bertujuan membentuk pribadi yang tangguh, berkarakter, serta memiliki ketahanan fisik dan mental yang kuat sebagai bekal dalam menempuh pendidikan selama tiga tahun ke depan,” ujar Danrem.

Lebih lanjut, Brigjen TNI Haryantana memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pengurus sekolah, pamong, pelatih, serta para orang tua yang telah berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan pendidikan dasar tersebut.

> “Kepada para siswa yang saya cintai dan banggakan, saya ucapkan selamat atas keberhasilan kalian menyelesaikan pendidikan dasar ini. Teruslah berproses menjadi pribadi yang matang dan calon pemimpin bangsa yang berkepribadian, unggul, cerdas secara akademik, dan memiliki kesamaptaan jasmani yang prima,” pesannya.

Danrem juga menyampaikan penghargaan dan rasa hormat kepada para orang tua siswa angkatan ke-13, serta mengucapkan selamat dan rasa syukur karena dapat bertemu kembali dengan putra-putrinya dalam keadaan sehat dan membanggakan.

> “Kepercayaan bapak ibu kepada SMA Kebangsaan dalam mendidik putra-putri terbaik bangsa merupakan langkah yang tepat. Doa restu dan keikhlasan bapak ibu akan menjadi bagian penting dalam keberhasilan mereka ke depan,” tutup Danrem.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 0421/Lampung Selatan, Dandenpomal Lanal Lampung, Kapolres Lampung Selatan, Kalapas II Kalianda, Kepala BNN Kabupaten Lampung Selatan, Kadisdik Lampung Selatan, Ketua Yayasan Pembina Unila, Kepala Sekolah SMA Kebangsaan, para pengurus sekolah, siswa-siswi kelas X, orang tua/wali siswa angkatan ke-13, serta tamu undangan lainnya.*

Dukung Swasembada Pangan, Polres Lampung Utara Gelar Penanaman Jagung Serentak Kuartal IV

JurnalKota.net – Lampung Utara – Guna mendukung swasembada pangan, Polres Lampung Utara menggelar penanaman Jagung Serentak Kuartal IV di Desain Semuli Raya Kecamantan Abung Semuli Kabupaten Setempat, Rabu (8/10/25).

Acara tersebut di hadiri Kapolres Lampung Utara AKBP Deddy Kurniawan, S.H., S.I.K., M.M., M.Si., Dandim 0412 Letkol Inf. Roni Faturohman,Ketua DPRD Lampung Utara diwakili oleh, Dedi Andrianto dan intansi terkait.

Dalam kesempatan tersebut Kapolres AKBP Deddy mengatakan, tentunya kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik karena kerjasama dan kolaborasi yang terjalin antara jajaran Polres Lampung Utara, seluruh unsur Forkopimda Kabupaten Lampung Utara serta masyarakat untuk terus mendukung program ketahan pangan nasional dan swasembada pangan tahun 2025.

Saya Kapolres Lampung Utara sangat mengapresiasi atas kerjasama ini, serta saya berharap agar program yang kita laksanakan saat ini berdampak positif pada kesejahteraan petani dan kelestarian lingkungan serta sebagai bukti komitmen jajaran Polres Lampung Utara untuk terus terlibat dalam setiap tahap pertanian, mulai dari penanaman hingga penyerapan hasil panen,* jelasnya.

Lanjutnya, tentunya kesuksesan program ini akan dapat tercapai dengan dukungan sinergitas jajaran Polres Lampung Utara, TNI, Forkopimda dan semua kelompok tani yang ada di Kabupaten Lampung Utara.

Pada penanaman jagung serentak secara nasional untuk kuartal IV ini, kita jajaran Polres Lampung Utara pada penanaman bibit jagung kali ini, kita laksanakan di lahan milik Desa Semuli Raya tepatnya di dusun 5 buring dirgantara Desa Semuli Raya, dan lahan yang akan kita tanami bibit jagung hari ini memiliki luas 1 hektar dengan jenis bibit jagung yang akan kita tanam adalah bibit jenis bisi 18 sebanyak sekitar 10 kg.

Tentunya penanaman bibit jagung ini selain memiliki tujuan mengoptimalkan lahan produktif dan meningkatkan produksi jagung, juga program yang kita laksanakan hari ini, diharapkan meningkatkan kesejahteraan petani dengan menciptakan sumber pendapatan tambahan, serta mendorong para petani di wilayah kita untuk dapat menganekaragaman tanaman (diversifikasi tanaman), sehingga para petani khususnya diwilayah kabupaten lampung utara tidak hanya bergantung pada satu komoditas tanaman, sawit misalnya.

“Kami jajaran Polres Lampung Utara akan terus terlibat aktif dalam mendukung seluruh tahapan pertanian, termasuk penyedian lahan, pembibitan, perawatan, hingga distribusi hasil panen. karena saya yakin kegiatan ini adalah langkah strategis dalam menuju perkembangan pertanian yang berkelanjutan dan mandiri untuk generasi masa depan khususnya masyarakat di wilayah kabupaten Lampung Utara,” ujarnya.

Oleh sebab itu saya terus mengajak kepada seluruh masyarakat lampung utara untuk aktif berkolaborasi dengan pemerintah daerah, tni-polri serta kelompok tani dalam mengembangkan budidaya jagung. dengan sinergi tersebut, saya juga berharap hasil panen kita nanti tidak hanya mencukupi kebutuhan lokal, tetapi dapat juga dipasarkan di luar daerah kabupaten lampung utara. mari kita bersama-sama membangun desa dengan pertanian yang produktif, karena kegiatan semacam ini akan menjadi investasi jangka panjang bagi anak cucu kita.

Saya tekankan bahwa kami hadir disini tidak hanya untuk kegiatan seremonial saja, tetapi juga memastikan bahwa negara dan pemerintah benar-benar hadir dalam mendukung pertanian.

“Polres lampung utara akan mengamankan dan memastikan distribusi hasil pertanian tepat guna dan tepat sasaran. oleh sebab itu saya Kapolres bersama Bupati Lampung Utara dan seluruh stakeholder terkait akan selalu mengevaluasi pelaksanaan program ketahanan pangan ini setiap bulan sehingga program ini dapat berjalan secara optimal dan dapat menghasilkan komoditi jagung sesuai yang kita harapkan,” tegasnya. (*)

Ketua Kota MLB Mas Ariona Jadi Model Desainer Rita Anom Sari, Angkat Wastra Lampung di Ajang Lampung Fashion Tendance 2025

JurnalKota.net – Bandar Lampung – Ajang Lampung Fashion Tendance 2025 yang digelar di Ballroom Hotel Radisson Lampung berlangsung meriah dan penuh semangat kreativitas. Salah satu penampilan yang mencuri perhatian publik datang dari Mighrul Lampung Bersatu (MLB), dengan Ketua Kota MLB Mas Ariona tampil memukau sebagai model busana karya desainer Rita Anom Sari yang mengangkat keindahan wastra Lampung.

Mengusung tema “Beyond Expectashion”, acara ini menjadi panggung bergengsi bagi pelaku mode daerah untuk menampilkan identitas budaya dan inovasi desain khas Lampung. Busana yang dikenakan Mas Ariona menggabungkan motif Lampung klasik dengan sentuhan modern elegan, menonjolkan perpaduan tradisi dan gaya kontemporer yang memikat.

Ketua Umum Mighrul Lampung Bersatu, Ir. Dwita Ria Gunadi, Gelar Ibuan Migo, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan ajang mode tahunan ini.

> “Kami sangat bangga dapat berpartisipasi dalam ajang bergengsi ini. Melalui karya para desainer lokal, kami ingin menunjukkan bahwa Lampung memiliki potensi besar dalam industri fashion nasional. Penampilan ini bukan sekadar peragaan busana, tetapi juga bentuk nyata dari semangat pelestarian budaya dan pemberdayaan perempuan Lampung,” ujar Ir. Dwita Ria Gunadi.

Ia juga menambahkan, keterlibatan komunitas lokal seperti MLB dalam ajang tersebut dapat meningkatkan semangat pelaku UMKM, memperluas jejaring kreatif, serta mendorong geliat perekonomian daerah agar tumbuh semakin cepat dan berkelanjutan.

Partisipasi Mighrul Lampung Bersatu di ajang Lampung Fashion Tendance 2025 menjadi simbol kolaborasi antara komunitas, pelaku UMKM, dan desainer lokal dalam memajukan ekonomi kreatif Lampung.

Acara yang berlangsung pada 8–9 Oktober 2025 ini diharapkan mampu memperkuat posisi Lampung sebagai salah satu pusat kreativitas dan mode di Indonesia.*

Polres Pesisir Barat Dampingi Mediasi Orang Tua Siswa dan MAN 1 Krui Cegah Bullying di lingkungan Sekolah

JurnalKota.net – Pesisir Barat – Polres Pesisir Barat mendampingi proses mediasi antara orang tua siswa dan pihak sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Krui guna mencegah terjadinya perundungan (bullying) di lingkungan pendidikan. Kegiatan mediasi tersebut berlangsung pada Rabu, 8 Oktober 2025, di ruang Bimbingan Konseling (BK) MAN 1 Krui, Pekon Kampung Jawa, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat.

Sebelumnya, pada Selasa, 7 Oktober 2025, seorang wali murid bernama F datang ke MAN 1 Krui bersama pegawai Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (DP3A) Pesisir Barat. Kedatangannya bertujuan meminta klarifikasi atas dugaan perundungan yang dialami anaknya, AR, oleh sejumlah teman sekolahnya.

F menjelaskan bahwa anaknya telah menjadi korban perundungan sejak duduk di kelas dua. Bentuk perundungan yang dialami berupa kekerasan verbal hingga pemukulan, dan dilakukan oleh sekitar 18 siswa. Akibatnya, korban mengalami tekanan psikologis dan rasa takut untuk melapor karena mendapat ancaman dari para pelaku.

Kepala MAN 1 Krui, Arif Budiman, mengakui adanya dugaan perundungan dan menegaskan bahwa pihak sekolah akan melakukan pendalaman dengan memanggil seluruh siswa yang diduga terlibat beserta orang tuanya. Ia menambahkan bahwa sekolah mengecam keras tindakan perundungan karena melanggar hukum dan tata tertib sekolah.

Dalam mediasi yang difasilitasi oleh pihak sekolah dan didampingi Polres Pesisir Barat, orang tua korban dan orang tua para terduga pelaku sepakat untuk menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan. Disepakati bahwa para pelaku akan menyampaikan permohonan maaf secara tertulis dan lisan kepada korban.

Sementara itu, pihak keluarga korban menegaskan bahwa jika kejadian serupa kembali terjadi, mereka akan menempuh jalur hukum.

Kapolres Pesisir Barat AKBP Bestiana, S.I.K., M.M., melalui Kasi Humas Polres Pesisir Barat IPDA Ahiruddin Putra, mengatakan bahwa pendampingan ini merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan, untuk mencegah terjadinya kekerasan dan perundungan di sekolah.

“Kehadiran Polres Pesisir Barat dalam kegiatan mediasi ini bertujuan untuk memastikan proses penyelesaian berjalan damai serta memberikan edukasi kepada siswa dan orang tua agar peristiwa serupa tidak terulang. Kami mendukung penuh upaya pencegahan bullying di lingkungan sekolah,” ujar IPDA Ahiruddin Putra.

Dengan adanya pendampingan tersebut, diharapkan seluruh pihak dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan di sekolah.*

Kafilah Lampung Siap Berlaga di STQH Nasional XXVIII Tahun 2025 di Kendari, Sulawesi Tenggara

JurnalKota.net – BANDARLAMPUNG — Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan, mewakili Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melepas kafilah asal Lampung untuk mengikuti Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadist (STQH) Tingkat Nasional XXVIII Tahun 2025 di Kendari, Sulawesi Tenggara.
Acara pelepasan berlangsung di Ruang Rapat Utama, Kantor Gubernur Lampung, Rabu (8/10/2025).

Kafilah berjumlah 36 orang terdiri atas peserta, pelatih, dan official tersebut dijadwalkan berangkat pada Kamis, 9 Oktober mendatang. Pembukaan STQH Nasional ke-XXVIII akan digelar pada 11 Oktober, sementara perlombaan berbagai cabang tilawah dan tahfidz berlangsung pada 12–17 Oktober 2025.

Dalam sambutannya, Sekdaprov Marindo menyampaikan apresiasi dan semangat kepada seluruh peserta yang akan mewakili Lampung di ajang nasional tersebut.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya menyampaikan selamat kepada seluruh peserta beserta pelatih dan official yang akan berlaga di STQH Nasional 2025. Saya harap Kafilah Lampung dapat berjaya dan mengharumkan nama daerah,” ujarnya.

Sekdaprov Marindo menambahkan, STQH bukan sekadar ajang lomba, tetapi wadah pembinaan generasi Qur’ani, generasi yang fasih membaca, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Provinsi Lampung pantas berbangga karena minat generasi muda terhadap tilawah dan tahfidz terus meningkat. Berdasarkan data LPTQ, jumlah peserta MTQ dan STQ tingkat provinsi naik sekitar 30 persen dalam lima tahun terakhir,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sekdaprov Marindo berpesan agar seluruh peserta menjaga sikap dan akhlak selama berada di arena perlombaan.
“Kafilah Lampung adalah duta Al-Qur’an. Di mana pun berada, tunjukkan akhlak terbaik, rendah hati, dan hormati saudara-saudara dari provinsi lain. Jadilah peserta yang membawa teladan melalui tutur kata dan kepribadian yang baik,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya semangat dan keikhlasan dalam berjuang.
“Pepatah Arab mengatakan “man jadda wajada”, siapa yang bersungguh-sungguh, dia akan berhasil. Saat tampil nanti, tenangkan hati dan lakukan yang terbaik untuk diri sendiri, untuk Lampung, dan untuk Al-Qur’an,” ujarnya.

Kepada para pelatih dan pendamping, Sekdaprov Marindo menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan kesabaran mereka dalam membimbing para peserta.
“Peran pelatih dan pembimbing sangat penting dalam membentuk qari-qariah serta hafidz-hafidzah yang berkarakter kuat. Sementara para official saya minta terus menjaga semangat dan kenyamanan peserta selama kompetisi,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Sekdaprov Marindo mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan agar kafilah Lampung diberikan kesehatan, kekuatan, dan kesuksesan dalam mengikuti STQH Nasional.
“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Kafilah Lampung pada STQH Nasional XXVIII Tahun 2025 di Sulawesi Tenggara secara resmi saya nyatakan dilepas,” tutupnya.*

Tim Renang Lampung Harumkan Nama Daerah, Tambah Perolehan Medali di Pornas Korpri XVII

JurnalKota.net – Palembang — Cabang olahraga (cabor) renang kontingen Lampung kembali mengukir prestasi membanggakan dengan menambah perolehan medali dalam ajang Pekan Olahraga Nasional Korps Pegawai Republik Indonesia (Pornas Korpri) XVII yang digelar di Jakabaring Aquatic Stadium, Palembang, Rabu (8/10/2025).

Atlet Ajeng Perwito Sari berhasil mempersembahkan medali perunggu kedua bagi Lampung untuk nomor 50 meter gaya dada putri usia 31–41 tahun. Capaian serupa juga diraih oleh Asih Purwanti (ASN BPKAD Provinsi Lampung) yang sukses meraih medali perunggu pada nomor 100 meter gaya dada putri usia 42 tahun ke atas, serta Umar Wardoyo (ASN Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Lampung) yang turut menyumbangkan medali perunggu pada nomor 40 meter gaya dada putra usia 42 tahun ke atas.

Dengan tambahan tersebut, cabor renang Lampung telah mengoleksi empat medali perunggu. Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kontingen Lampung, mengingat cabang renang baru pertama kali dipertandingkan dalam ajang Pornas Korpri. Selain itu, para atlet Lampung berhadapan langsung dengan lawan-lawan tangguh yang merupakan atlet nasional dari berbagai provinsi.

Pelatih cabor renang kontingen Lampung, Ikkus Heradyan, menyampaikan apresiasi atas perjuangan keras para atletnya yang tetap bersemangat hingga akhir pertandingan.

“Semangat untuk berjuang sampai garis finis menjadi motivasi utama bagi para atlet renang Lampung dalam mempersembahkan yang terbaik bagi masyarakat dan Provinsi Lampung tercinta,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Lampung melalui Korpri dan Bapor Korpri Lampung memberikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut. Disiplin, kegigihan, dan semangat tanding para atlet menjadi cerminan nilai-nilai yang juga diterapkan dalam pelayanan publik, yakni memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

Prestasi ini diharapkan menjadi sumber inspirasi dan semangat bagi seluruh atlet kontingen Lampung yang masih berjuang di berbagai cabang olahraga untuk mengharumkan nama daerah di kancah nasional.

Dukungan dan doa seluruh ASN serta masyarakat Lampung menjadi energi positif bagi para atlet yang tengah berjuang membawa pulang prestasi terbaik bagi Sai Bumi Ruwa Jurai.*

Pemprov Lampung Mantapkan Persiapan Evaluasi SAKIP 2025

JurnalKota.net – Bandar Lampung — Asisten Administrasi Umum Provinsi Lampung, Sulpakar, memimpin Rapat Pengarahan Persiapan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Provinsi Lampung Tahun 2025, yang berlangsung di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Rabu (8/10/2025).

Rapat evaluasi ini bertujuan membentuk komitmen bersama untuk terus meningkatkan kinerja dan akuntabilitas perangkat daerah, serta memantapkan kesiapan Pemerintah Provinsi Lampung dalam menghadapi evaluasi SAKIP tahun 2025 yang akan dilaksanakan pada 14 Oktober mendatang.

Dalam arahannya, Sulpakar menyampaikan bahwa fokus evaluasi SAKIP tahun 2025 bagi pemerintah daerah meliputi :

1. Perencanaan yang logis dan selaras, terutama dalam mengatasi isu pengentasan kemiskinan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang positif.
2. Program dan inovasi unggulan yang sesuai dengan karakter daerah dan isu strategis daerah.
3. Pengukuran kinerja yang akuntabel, dengan penjabaran capaian kinerja, hasil kerja, serta penggunaan anggaran yang mendukung pencapaian tersebut.
4. Kualitas individu dan organisasi yang berorientasi pada hasil serta peningkatan kualitas pelaporan kinerja.

Adapun 10 Perangkat Daerah yang akan memaparkan Evaluasi SAKIP tahun 2025 diantaranya, Bappeda (urusan perencanaan), Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, DPMPTSP (urusan penanaman modal), DKPTPH (urusan pertanian), DKP (urusan perikanan), Dinas Koperasi UMKM, Disperindag (urusan perindustrian), Disnaker (urusan tenaga kerja).

“Saya harap Bapak Ibu benar-benar mempersiapkan dan melaksanakan simulasi paparan, baik untuk sampel dari 10 PD maupun keseluruhan. Kepala PD harus mampu memaparkan materi dengan baik, sesuai dengan data dan kinerja yang telah disiapkan,” pesannya.

Sulpakar menambahkan bahwa komitmen bersama diperlukan agar hasil penilaian SAKIP Provinsi Lampung dapat meningkat dari skor 68,36 pada tahun 2024.

“Ini adalah bentuk kerja keras kita untuk menunjukkan bahwa jajaran Pemerintah Provinsi Lampung terus mengukir suatu perbaikan-perbaikan di semua sektor dalam rangka kita membangun Provinsi Lampung,” ujarnya.

Dari hasil rapat, disepakati beberapa poin penting, yaitu :

1. Perangkat Daerah menyiapkan bahan paparan Evaluasi SAKIP masing-masing.
2. Simulasi paparan yang akan dilaksanakan Jumat, 10 Oktober 2025, dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, dan wajib dihadiri oleh Kepala PD.
3. Evaluasi SAKIP Provinsi Lampung yang dilaksanakan Selasa, 14 Oktober 2025, oleh Tim Evaluator Kementerian PANRB, di mana Kepala PD wajib melakukan paparan secara langsung.
4. Kepala PD harus menguasai seluruh aspek paparan, mulai dari perencanaan, pengukuran kinerja, penggunaan anggaran, hingga isu tematik.
5. Setelah simulasi, akan dilakukan perbaikan terhadap materi paparan, dengan masukan dari Bappeda, Biro Organisasi, dan Fasilitator Pemda.

Di akhir rapat, Sulpakar menegaskan kembali pentingnya sinergi dan kedisiplinan seluruh perangkat daerah.

“Saya minta kita laksanakan bersama dengan harapan apa yang menjadi pemikiran kita tentang evaluasi SAKIP tahun 2025 yang akan kita sampaikan kepada tim penilaian kinerja kita akan mendapat nilai yang lebih baik dari tahun sebelumnya,” tutupnya.*

Ketua Dekranasda Provinsi Lampung Buka Lampung Fashion Tendance 2025, Tampilkan Desainer dari Sejumlah Negara

JurnalKota.net – Bandar Lampung — Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza secara resmi membuka Lampung Fashion Tendance Tahun 2025 bertempat di Ballroom Hotel Radisson, Rabu (08/10/2025).

Perhelatan Lampung Fashion Tendance (LFT) Tahun 2025 direncanakan akan berlangsung selama dua hari, 8–9 Oktober 2025, dengan mengusung tema ‘Beyond Expectashion’. Tahun ini, Lampung Fashion Tendance menghadirkan nuansa baru dengan menampilkan karya busana dari desainer nasional dan internasional, menjadikannya sebagai pameran mode internasional pertama di Provinsi Lampung.

Sedikitnya 100 model dan desainer turut berpartisipasi dalam acara ini, termasuk desainer dari Thailand, Malaysia, Tunisia, Maroko, dan Dubai. Selain itu, terdapat 30 booth exhibition yang menampilkan produk kriya, UMKM, dan fesyen lokal.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dekranasda Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, juga menyerahkan penghargaan kepada para perajin disabilitas, perajin lintas generasi, dan desainer muda. Penyerahan dilakukan bersama Ketua APPMI Lampung Ida Giriz, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Lampung Agnesia Bulan Marindo, Anggota Komisi IV DPR RI sekaligus Ketua Umum DPP Mighrul Lappung Bersatu Dwita Ria Gunadi, serta Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Achmad P. Subarkah.

Suasana haru dan bangga turut mewarnai gelaran tahun ini karena turut menghadirkan model-model penyandang disabilitas yang tampil percaya diri di atas panggung, menunjukkan bahwa dunia fesyen adalah ruang inklusif bagi semua.

Dalam kesempatan tersebut Purnama Wulan Sari Mirza menyampaikan bahwa Lampung Fashion Tendance yang kini memasuki tahun ketiga merupakan bukti nyata kemajuan ekosistem kreatif di Provinsi Lampung.

“Gelaran Lampung Fashion Tendance yang kini memasuki tahun ketiga membuktikan bahwa Provinsi Lampung mampu menempatkan diri sebagai salah satu barometer fashion di Indonesia. Tidak hanya sebagai ajang peragaan busana, kegiatan ini juga menjadi ruang kreasi, inovasi, dan kolaborasi antara desainer, pelaku UMKM ekonomi kreatif, hingga masyarakat luas,” ucapnya.

Purnama Wulan Sari Mirza juga menyampaikan apresiasinya kepada Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (BPD APPMI Lampung) atas konsistensinya dalam mengangkat wastra daerah Lampung melalui karya busana yang sarat nilai budaya.

“Dekranasda Provinsi Lampung menyambut baik dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (BPD APPMI Lampung) yang konsisten mengangkat wastra daerah melalui karya-karya busana yang penuh makna. Warisan budaya, khususnya kain-kain tradisional Lampung, mendapat tempat terhormat untuk ditampilkan ke kancah nasional bahkan internasional,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Purnama Wulan menegaskan bahwa penyelenggaraan LFT 2025 tidak hanya menonjolkan keindahan, tetapi juga membuka peluang bisnis dan memperkuat ekonomi kreatif daerah. Dengan melibatkan sekitar 100 desainer dan target ribuan pengunjung, acara ini diharapkan dapat memberikan multiplier effect bagi perekonomian Lampung, mulai dari peningkatan transaksi bisnis, promosi pariwisata, hingga pemberdayaan UMKM lokal.

“Melalui kegiatan ini pula, kita ingin menegaskan bahwa fashion tidak sekadar tren, melainkan juga sarana menjaga identitas budaya serta wujud kontribusi kita terhadap keberlanjutan bumi,” tambahanya.

Diakhir, Ketua Dekranasda Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza berharap agar kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat posisi Lampung di kancah nasional maupun internasional sebagai pusat kreativitas, budaya, dan inovasi.

“Selamat dan sukses atas terselenggaranya Lampung Fashion Tendance 2025. Semoga kegiatan ini menjadi kebanggaan bersama dan membawa nama Lampung semakin gemilang di dunia mode,” pungkasnya.*