Perkuat Kolaborasi, Wujudkan Program Nasional Swasembada Pangan Tahun 2025

JurnalKota.net – Lampung Selatan —– Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika dan Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengikuti Kegiatan Penanaman Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025 secara daring di Gudang Ketahanan Pangan Polda Lampung di Desa Purwotani, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, Rabu (8/10/25).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program nasional Swasembada Pangan Tahun 2025, yang dipusatkan di Desa Bantar Panjang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, dan dipimpin langsung oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Mirza menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat kolaborasi lintas sektor, khususnya bersama Polda Lampung, dalam mendukung pencapaian target produksi komoditas strategis seperti jagung dan beras.

“Kami di Provinsi Lampung banyak berkolaborasi dengan Polda Lampung terutama dalam pencapaian target komoditas jagung dan beras. Ke depan, kami juga akan melakukan penyuluhan bagi petani yang akan melakukan migrasi dari singkong ke jagung,” ujar Gubernur saat berdialog dengan Menteri Pertanian.

Gubernur Mirza menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung mendorong petani singkong untuk beralih ke komoditas jagung, karena prospeknya yang lebih menjanjikan serta adanya jaminan penyerapan hasil panen oleh Bulog. Pemerintah juga menyiapkan dukungan permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), kerja sama dengan Bank Lampung, serta dukungan off-taker dari industri pakan ternak.

“Kami akan mulai memigrasikan beberapa luasan lahan singkong menjadi jagung. Untuk itu, kami memohon dukungan terutama untuk bantuan bibit jagung dan pompa air. Melalui sinergi antara Pemprov, Bank Lampung, Bulog, dan industri pakan, kami ingin mempercepat alih komoditas ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Gubernur Mirza menyampaikan bahwa upaya ini juga menjadi langkah untuk memperbaiki kesejahteraan petani.

“Kami sangat memahami kondisi tata niaga singkong yang beberapa waktu lalu cukup memukul petani. Karena itu, kami akan mendukung dengan sepenuh hati agar para petani bisa bangkit melalui komoditas jagung,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika melaporkan bahwa jajaran Polda Lampung turut berkontribusi dalam mendukung program ketahanan pangan melalui pembangunan Gudang Ketahanan Pangan Polda Lampung di Desa Purwotani, Kabupaten Lampung Selatan.

“Gudang ini berdiri di atas lahan seluas 7.000 meter persegi dan mampu menampung sekitar 1.400 ton jagung. Fasilitasnya dilengkapi empat alat pengering, empat mesin pemipil jagung mobile, dan empat hand tractor yang dapat digunakan masyarakat,” jelas Kapolda.

Kapolda menambahkan, saat ini gudang tersebut sudah menampung sekitar 30 ton jagung hasil serapan dari Bulog maupun masyarakat sekitar. Selain itu, penanaman jagung serentak juga dilakukan di lahan seluas 1.054 hektare yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Lampung.

“Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap pencapaian target produksi jagung nasional hingga akhir tahun 2025,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kapolda juga melaporkan bahwa serapan gabah di Provinsi Lampung telah melampaui target hingga 111 persen, dengan seluruh hasil gabah terserap oleh Bulog. Bahkan, sebagian hasil tersebut disalurkan untuk membantu provinsi lain atas kebijakan Gubernur Lampung.

“Capaian ini tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara jajaran Polda, Pemerintah Provinsi Lampung, Bulog, serta para petani,” tegas Kapolda.

Salah satu petani penerima manfaat program pengembangan jagung (alih komoditas) melalui KUR, Triono, dari Desa Sindang Sari, Kecamatan Tanjung Bintang, mengaku bahwa beralih ke jagung memberikan harapan baru bagi kelompok tani di wilayahnya.

“Dulu kami menanam singkong, tapi harganya tidak stabil dan kadang hanya balik modal. Sekarang kami mulai beralih ke jagung karena prospeknya lebih baik. Apalagi dengan adanya bantuan KUR dari Bank Lampung dan jaminan penyerapan oleh Bulog,” ungkap Triono.

Ia menambahkan bahwa saat ini dirinya menggarap lahan seluas dua hektare dan berencana memperluas hingga lima hektare dengan dukungan permodalan dari program KUR.

“Dari segi keuntungan lebih baik di jagung dibandingkan dengan singkong. Karena kemarin kita panen singkong itu bisa dibilang cuma balik modal saja,” ujarnya.*

Dukung Program ketahanan Pangan,Kapolres Pesisir Barat laksanakan Penanaman Jagung Serentak kwartal IV

JurnalKota.net – Pesisir Barat – Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional,Polres Pesisir Barat melaksanakan kegiatan penanaman jagung secara serentak pada Kuartal IV tahun ini sekaligus peresmian gudang ketahanan pangan bertempat di Pekon padang dalam Kec. Ngaras Kab. Pesisir barat Pada Rabu,8/10/2025.

Penanaman jagung dilakukan di lahan pertanian yang telah disiapkan di wilayah pesisir barat, dengan melibatkan berbagai instansi terkait serta masyarakat sekitar. Langkah ini merupakan bagian dari sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas pangan, khususnya di wilayah Pesisir Barat.

Dalam keterangannya, Kapolres Pesisir Barat AKBP Bestiana, S.I.K., M.M.,menyampaikan bahwa ketahanan pangan merupakan strategis yang harus mendapat perhatian serius, terlebih di tengah berbagai tantangan global yang dapat memengaruhi pasokan bahan pangan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga siap mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan ketahanan pangan,” ujar Kapolres.

Lebih lanjut, ia berharap kegiatan ini dapat menjadi pemicu semangat bagi masyarakat untuk lebih aktif mengelola lahan pertanian secara produktif.

“Kegiatan penanaman serentak ini merupakan bagian dari gerakan tanam (Gertam) jagung serentak seluas 1,5 juta hektar yang bertujuan memperkuat sektor ketahanan pangan nasional”tambahnya

Kegiatan penanaman jagung serentak ini juga menjadi bentuk nyata komitmen Polres Pesisir Barat dalam mendukung program pemerintah, sekaligus memperkuat hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat.*

Hadiri Tanam Raya Serentak, Korem 043/Gatam Siap Dukung dan Sukseskan Program Swasembada Pangan Polri

JurnalKota.net – Lampung – Dalam rangka mendukung program nasional menuju Swasembada Pangan, Komandan Korem 043/Gatam Brigjen TNI Haryantana, S.H., menghadiri kegiatan Tanam Raya Serentak Kuartal IV Tahun 2025 yang dilaksanakan di Gudang Ketahanan Pangan Polri, Jalan Kota Baru Purwotani, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (8/10/2025).

Kegiatan tanam raya serentak yang digelar di seluruh Indonesia ini dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo secara virtual, dan dihadiri oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M., Kapolda Lampung Irjen Pol. Helmy Santika, S.H., S.I.K., M.Si., Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si. (Han), serta Sekda Kabupaten Lampung Selatan Supriyanto, S.Sos.

Dalam arahannya, Kapolri menegaskan bahwa pelaksanaan penanaman pada Kuartal IV Tahun 2025 difokuskan pada komoditas pangan strategis seperti jagung, yang dilakukan serentak di 36 provinsi di seluruh Indonesia. Ia menekankan pentingnya sinergi antara jajaran TNI–Polri bersama seluruh stakeholder, kementerian, dan lembaga terkait guna mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan nasional.

> “Sebelum melakukan penanaman pangan, kita harus mendata secara rinci luas lahan yang akan ditanami agar dapat diproyeksikan hasil panennya. Program ini merupakan bentuk kolaborasi nyata lintas sektor untuk mewujudkan Swasembada Pangan Indonesia,” ujar Kapolri.

Kapolri juga menyampaikan bahwa Polri telah membangun 18 gudang pangan di 12 provinsi dengan total kapasitas penyimpanan mencapai 18.000 ton. Ke depan, kapasitas ini akan terus ditingkatkan untuk mendukung penyerapan hasil panen rakyat. Dalam hal penyerapan hasil panen, Bulog menjadi mitra strategis utama. Apabila kapasitas gudang Bulog penuh, maka akan dilakukan kerja sama dengan perusahaan swasta untuk mengoptimalkan penyimpanan dan distribusi.

Selain itu, Kapolri menjelaskan bahwa saat ini telah tersedia 445.600 hektare lahan siap tanam serta 922.700 hektare lahan perhutanan sosial yang sedang dalam proses verifikasi. Dengan optimalisasi lahan tersebut, Indonesia diyakini mampu mencapai bahkan melampaui target swasembada pangan nasional.

Sementara itu, Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Haryantana, S.H., menyampaikan apresiasinya terhadap langkah Polri, khususnya Polda Lampung, dalam mendukung program nasional di bidang ketahanan pangan.

> “Selaku Komandan Korem 043/Gatam beserta seluruh jajaran, kami siap mendukung dan menyukseskan program Swasembada Pangan Polri. Kami juga siap berkolaborasi dengan Polda Lampung dan seluruh stakeholder terkait demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menjaga stabilitas pangan nasional,” tegas Danrem.*

Ketika Hukum Tunduk pada Kekuasaan: Refleksi Kasus Dugaan Kriminalisasi Mahasiswa di Bandar Lampung

JurnalKota.net – Hujan yang mengguyur Kota Bandar Lampung pada Sabtu sore, 6 September 2025, tidak hanya membasahi jalanan, tetapi juga menyingkap wajah penegakan hukum yang diduga sangat timpang di negeri ini. Sebuah kejadian yang bermula dari niat menolong justru berujung pada dugaan kriminalisasi terhadap tiga mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung. Sementara itu, pelaku dugaan kekerasan terhadap perempuan yang diduga merupakan anak dari anggota dewan dari Tanggamus yang berasal dari partai berkuasa di Provinsi Lampung, terkesan mendapat perlakuan istimewa dalam proses hukum.

Kronologi yang Memilukan

Peristiwa ini berawal ketika seorang perempuan dijemput paksa oleh mantan kekasihnya adalah anak pejabat publik. Meski awalnya menolak, ia dipaksa untuk ikut. Tidak lama kemudian, melalui pesan singkat, perempuan tersebut mengabarkan telah mengalami kekerasan fisik dan bahkan diancam akan dibunuh. Mendengar kabar tersebut, empat teman perempuannya bersama tiga mahasiswa FISIP Unila bergegas untuk menolong.

Setibanya di lokasi, mereka mencoba meminta bantuan kepada RT setempat, namun tidak mendapat respons berarti. Ketika pasangan tersebut keluar, terjadi keributan karena sang mantan diduga berusaha memaksa perempuan itu kembali masuk ke rumah. Keempat teman perempuannya mencoba menahan, tetapi justru diduga dicekik hingga leher dan tangan mereka membiru. Melihat tindakan kekerasan tersebut, secara spontan ketiga mahasiswa ikut melerai. Tidak ada rencana, tidak ada niatan jahat—hanya reaksi kemanusiaan melihat perempuan diperlakukan kasar di depan mata.

Dugaan Ketimpangan Proses Hukum

Yang terjadi setelahnya sungguh ironis dan patut dipertanyakan. Tiga mahasiswa yang berniat menolong justru ditetapkan sebagai tersangka dengan dugaan pengeroyokan oleh pihak kepolisian. Sementara laporan dugaan kekerasan yang dilakukan oleh sang mantan terhadap korban dan keempat teman perempuannya terkesan tidak mendapat perhatian yang sama serius dari aparat penegak hukum.

Proses hukum terlihat berjalan cepat ketika menyangkut mahasiswa yang tidak memiliki privilege sosial-politik, namun terkesan lamban ketika menyentuh pihak yang diduga memiliki koneksi dengan kekuasaan. Inilah yang kami sebut sebagai bentuk dugaan kriminalisasi dan penegakan hukum yang tebang pilih. Pertanyaan mendasar pun muncul: apakah status orang tua sebagai anggota dewan dan afiliasi dengan partai berkuasa dapat mempengaruhi jalannya proses hukum?

Konstitusi Menjamin Kesetaraan di Hadapan Hukum

Sebagai mahasiswa yang mempelajari ilmu sosial dan politik, kami memahami bahwa konstitusi Republik Indonesia secara tegas menjamin persamaan di hadapan hukum. Pasal 27 ayat (1) UUD 1945 menegaskan bahwa “Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.”

Pasal 28D ayat (1) UUD 1945 juga menyatakan bahwa “Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum.” Dua pasal ini menjadi dasar konstitusional bahwa tidak boleh ada perlakuan istimewa terhadap seseorang hanya karena status sosial, jabatan orang tua, atau afiliasi politik keluarganya.

Hukum Tidak Boleh Tunduk pada Kekuasaan

Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia pada Pasal 13 huruf a menegaskan bahwa tugas pokok kepolisian adalah “memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.” Namun dalam kasus ini, tampak bahwa aparat kepolisian terkesan lebih cepat menetapkan mahasiswa sebagai tersangka dibanding menindak pelaku dugaan kekerasan terhadap perempuan.

Lebih jauh, tindakan mahasiswa yang diduga melerai kekerasan fisik sebenarnya dilindungi oleh hukum pidana Indonesia. Pasal 49 ayat (1) KUHP menyebutkan bahwa “Barang siapa melakukan perbuatan pembelaan terpaksa untuk diri sendiri maupun orang lain terhadap serangan atau ancaman yang melawan hukum, tidak dapat dihukum.” Artinya, selama tindakan dilakukan secara spontan untuk melindungi orang lain dari ancaman nyata, tidak dapat digolongkan sebagai tindak pidana.

Asas praduga tak bersalah juga telah diatur dalam Pasal 8 ayat (1) UU Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman. Namun, apa yang terjadi justru sebaliknya. Tiga mahasiswa FISIP seolah sudah divonis bersalah di mata publik, bahkan sebelum penyidikan tuntas. Sementara pelaku dugaan kekerasan terhadap perempuan terkesan masih bebas, terlindungi oleh bayang-bayang kekuasaan dan status sosial keluarga.

Hukum atau Kekuasaan?

Hukum tidak boleh tunduk pada partai politik atau pengaruh pejabat publik. Ia harus berdiri di atas semua golongan dengan keadilan yang sama. Ketika hukum mulai terlihat berpihak pada yang berkuasa dan menindas yang lemah, maka saat itulah negara hukum berisiko berubah menjadi negara kekuasaan.

Kami, sebagai aktivis mahasiswa, melihat kasus ini sebagai ujian bagi kepolisian di Kota Bandar Lampung: apakah mereka berdiri sebagai penegak keadilan yang netral dan profesional, ataukah terkesan menjadi alat kekuasaan yang menekan pihak yang tidak memiliki privilege politik?

Seruan untuk Keadilan yang Bermartabat

Tiga mahasiswa FISIP Unila yang kini diduga dikriminalisasi bukan hanya berjuang untuk diri mereka sendiri, tetapi juga untuk mengingatkan bahwa keadilan tidak boleh dibeli oleh kekuasaan. Kami mendesak:

1. Kepada Kepolisian Resor Kota Bandar Lampung: Lakukan penyidikan yang adil, profesional, dan transparan terhadap semua pihak yang terlibat tanpa memandang status sosial atau afiliasi politik. Proses hukum harus berjalan seimbang, baik terhadap mahasiswa maupun terhadap pelaku dugaan kekerasan terhadap perempuan.

2. Kepada Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dan Divisi Profesi dan Pengamanan Polri: Lakukan pengawasan terhadap proses hukum dalam kasus ini agar tidak terjadi dugaan abuse of power atau intervensi dari pihak-pihak yang berkepentingan.

3. Kepada Komnas Perempuan dan Lembaga Perlindungan Korban: Berikan pendampingan kepada perempuan yang diduga menjadi korban kekerasan agar haknya terlindungi dan kasusnya tidak tenggelam.

4. Kepada Masyarakat Lampung: Mari kita bersama-sama mengawal kasus ini agar tidak terjadi ketidakadilan. Keadilan bukan hanya untuk yang berkuasa, tetapi untuk semua warga negara tanpa terkecuali.

Ketika keadilan bisa dinegosiasikan, maka rakyat kecil tidak akan pernah merasa aman di bawah hukum yang seharusnya melindungi mereka. Mahasiswa yang menolong korban kekerasan bukan penjahat mereka adalah representasi dari kemanusiaan yang masih tersisa di tengah sistem yang terlihat bobrok.

Hukum harus tegak, bukan tunduk. Keadilan harus sama, bukan pilih-pilih.*

Tangis Pecah di Lampung: Film Air Mata di Ujung Sajadah 2 Bikin Penonton Tersentuh

BANDAR LAMPUNG — Suasana haru menyelimuti Studio 6 Mall Kartini Lampung, Minggu (28/9) sore, saat pemutaran…

Bersama Gubernur dan Forkopimda Provinsi Lampung, Pangdam XXI/RI Ikuti PMI RUN 4 Humanity HUT Ke-80 PMI Tahun 2025

JurnalKota.net – Lampung — Bertempat di halaman luar Mahan Agung, rumah dinas Gubernur Lampung Jl. Dr. Susilo, Teluk Betung, Bandar Lampung, Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si. (Han) bersama Gubernur Lampung dan Forkopimda Provinsi Lampung mengikuti kegiatan PMI Run 4 Humanity dalam rangka memperingati HUT Palang Merah Indonesia (PMI) ke-80, Minggu (28/9/2025).

Kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan olahraga, namun juga sarana mempererat persaudaraan, menumbuhkan sportivitas, serta mengajak masyarakat membangun budaya hidup sehat.

Acara diawali dengan flag off yang dilepas langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M., dan Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si. (Han), diikuti lebih dari 1.500 peserta dari berbagai komunitas lari, baik dari dalam maupun luar Provinsi Lampung.

Untuk kategori Run 5K, rute dimulai dari Mahan Agung – Jl. Diponegoro – Jl. Jenderal Sudirman – Jl. H. Juanda – Jl. Dr. Susilo – kembali ke Mahan Agung. Sementara kategori Run 10K, menempuh rute Mahan Agung – Jl. Diponegoro – Jl. Rasuna Said – Jl. Wolter Mongonsidi – Jl. Jenderal Ahmad Yani – Jl. Jenderal Sudirman – Jl. H. Juanda – Jl. Dr. Susilo – kembali ke Mahan Agung.

Dalam sambutannya, Gubernur Lampung menegaskan bahwa PMI adalah organisasi kemanusiaan yang melayani secara universal. Menurutnya, kegiatan lari pagi ini bukan sekadar olahraga, tetapi juga simbol kepedulian dan kebersamaan demi kemanusiaan.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada PMI Provinsi Lampung, para relawan, sponsor, mitra, dan masyarakat yang telah berpartisipasi. Sinergi ini membuktikan bahwa jika kita berjalan bersama, baik pemerintah, dunia usaha, relawan, maupun masyarakat, hasilnya akan luar biasa,” ungkap Gubernur.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa perjalanan 80 tahun PMI adalah kisah panjang pengabdian, mulai dari menghadapi bencana alam, pandemi, hingga berbagai situasi darurat. Melalui momentum ini, masyarakat diajak untuk melanjutkan semangat kepedulian tersebut.

“Mari kita jadikan acara ini sebagai pengingat bahwa siapa pun bisa menjadi pahlawan kemanusiaan. Tidak harus dengan hal besar, tetapi bisa dimulai dari hal sederhana seperti donor darah, menolong tetangga, atau siap siaga menjadi relawan. Semoga PMI Run 4 Humanity ini tidak berhenti di garis finish, tetapi menjadi awal langkah-langkah kebaikan berikutnya,” pungkas Gubernur.

Pada kesempatan yang sama, Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si. (Han) menyampaikan apresiasi dan mengajak masyarakat untuk menjadikan olahraga, khususnya jalan sehat dan lari, sebagai bagian dari gaya hidup.

“Saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada panitia penyelenggara atas terselenggaranya kegiatan ini. Harapan saya, PMI Provinsi Lampung terus menjadi organisasi yang kuat, profesional, berintegritas, serta mampu bergerak bersama masyarakat untuk memberikan pelayanan terbaik di bidang kemanusiaan,” tegas Pangdam.*

QRIS Tap Diluncurkan di Siger Run 2025, Wagub Jihan Ajak Masyarakat Melek Digital

JurnalKota.net – Bandar Lampung — Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung Bimo Epyanto, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Junanto Herdiawan, serta Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung Otto Fitriandy secara resmi melakukan kick off implementasi QRIS Tap pada kegiatan QRIS CBP Siger Run 2025, Minggu (28/09/2025) di Lampung City Mall, Bandar Lampung.

QRIS CBP Siger Run 2025 merupakan puncak rangkaian SIGER Fest by Kantor Perwakilan BI Lampung yang telah berlangsung sejak 19 hingga 28 September 2025 dengan mengusung tema “Rupiah Berdaulat, Digitalisasi Merakyat”, kegiatan ini menghadirkan berbagai lomba, edukasi, dan hiburan untuk meningkatkan literasi Rupiah serta mempercepat adopsi digitalisasi pembayaran melalui QRIS.

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia dan seluruh pihak yang berperan dalam penyelenggaraan acara. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya membangkitkan semangat masyarakat, tetapi juga memberi dampak positif pada perekonomian daerah.

“Hari ini kita tidak hanya berlari untuk kesehatan, tetapi juga berlari menuju masa depan Lampung yang lebih cerah yang lebih maju. Siger Run ini adalah simbol gerak bersama, bagaimana kita bisa kompak, sehat, dan tetap melek tentang digital digital. Apalagi dengan kehadiran QRIS dari Bank Indonesia, transaksi jadi makin mudah, mendorong UMKM semakin bangkit, literasi digital juga masyarakat semakin tahu semakin paham tentunya dan QRIS ini membantu sektor keuangan lebih transparan, lebih akuntabel dan lebih praktis,” ucapnya.

Dalam penyelenggaraannya, Wagub berharap kegiatan ini dapat dijadikan sebagai pengingat dalam menuju Lampung yang sehat, cerdas, dan sejahtera.

“Melalui Siger Fest, kita juga ingin menunjukkan bahwa Lampung bukan hanya punya alam indah, tapi juga masyarakat yang inovatif dan terbuka dengan perubahan dan juga adaptif tentunya. Mari kita jadikan momentum ini sebagai pengingat, bahwa setiap langkah kecil kita hari ini adalah bagian dari langkah besar menuju Lampung yang sehat, cerdas, dan sejahtera,” harapnya.

Diakhir, Wagub mengajak masyarakat untuk dapat menikmati berbagai rangkaian kegiatan lain yang juga akan diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung.

“Selamat menikmati rangkaian acara siger run yang road to Lampung Begawi yang ada rangkaian berikutnya bertempat di Lampung City Mall juga dengan acara yang tidak kalah keren. Enjoy the vibe, enjoy the moment,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menjelaskan bahwa tema yang diusung merupakan upaya BI dalam mempeluas penerimaan masyarakat terhadap digitalisasi pembayaran.

“Tema yang diusung merupakan upaya dari Bank Indonesia untuk memperluas akseptasi digitalisasi pembayaran sekaligus juga meningkatkan literasi masyarakat terhadap perlindungan konsumen dan bagi kebijakan Bank Indonesia,” jelasnya.

Bimo juga menambahkan bahwa QRIS Tap merupakan inovasi terbaru dari BI yang lebih memudahkan masyarakat dalam bertransaksi.

“Selama ini kita menggunakan Qris kan harus membuka aplikasi, tapi dengan QRIS Tap yang saat ini masih berlaku untuk operating system android, tinggal men-tap saja hp kita pada vendor-vendor tertentu kita bisa langsung melakukan transaksi QRIS, lebih mudah dan lebih nyaman,” jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jihan Nurlela melepas ribuan peserta yang dengan antusias mengikuti QRIS CBP Siger Run 2025 di garis start.

Selanjutnya, Jihan bersama Kepala Perwakilan BI Lampung juga menyerahkan hadiah serta mengalungkan medali kepada para pemenang lomba.*

Tuntas dalam Waktu 5 Hari, Bukti Semangat Gotong Royong di Jembatan Gantung Tampang Muda Tanggamus

JurnalKota.net – Tanggamus – Jembatan Gantung yang sempat viral di media sosial di Pekon Tampang Muda, Kecamatan Pematang Sawa, Kabupaten Tanggamus, telah selesai diperbaiki oleh relawan sesuai target. Sebelumnya Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Bupati Tanggamus Saleh Asnawi meminta perbaikan jembatan dapat diselesaikan sebelum akhir bulan September.

Hari ini, minggu pagi 28 September 2025, telah dilakukan serah terima dari relawan kepada warga masyarakat diwakili Kepala Pekon Hamid. “Mulai hari ini jembatan tersebut menjadi tanggung jawab warga untuk bersama-sama memelihara dan merawatnya karena jembatan tersebut merupakan hasil dari gotong royong warga dan kini menjadi milik bersama” ungkap Hery Maryanto mewakili Relawan.

Jembatan Gantung ini merupakan jembatan penghubung antara warga Pekon Tampang Muda dan Pekon lainnya. Khusus akses pendidikan, jembatan ini sangat bermanfaat menghubungkan tiga sekolah, yaitu SMAN 1 Pematang Sawa, SMPN 2 Pematang Sawa, dan SDN 1 Tampang Muda. Siswa-siswi sekolah banyak menggunakan jembatan ini untuk berangkat kesekolah dan aktivitas lainnya. Kini para pelajar tidak perlu lagi jalan memutar hampir 2km untuk menuju ke sekolah.

Dikerjakan oleh relawan-relawan Vertical Rescue Indonesia (VRI), BPBD & Tagana Tanggamus, Anggota TNI dan Polri, pelajar serta relawan lainnya, mereka bahu membahu bergotong royong memperbaiki Jembatan Gantung Tampang Muda, Pematang Sawa, Kabupaten Tanggamus. Dengan semangat tersebut perbaikan jembatan dapat selesai tuntas dalam waktu yang sangat cepat. Total pengerjaan perbaikan berlangsung hanya dalam waktu 5 hari (23-27 September 2025).

Tidak ada kendala berarti dalam proses perbaikan secara gotong royong ini. Kendala utama hanya pada akses menuju lokasi yang menempuh waktu cukup panjang karena harus melalui jalur laut. Tim relawan perlu berlayar sekitar 5 jam di laut selain jalur darat.

Perbaikan kolaboratif ini mendapatkan bantuan dan dukungan dari Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Bupati Tanggamus Saleh Asnawi serta jajaran Pemerintah Provinsi Lampung dan Kabupaten Tanggamus, Wabup Agus Suranto, Wakil Ketua DPRD Tanggamus Irwandi Suralaga, Dandim 0424 Tanggamus Letkol. Inf. Dwi Djunaidi, dan Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sudjatmiko sert unsur-unsur organisasi kemasyarakat seperti Gerakan Pramuka, HMI, tokoh masyarakat, swasta, dan lainnya.

“Kegiatan perbaikan jembatan gantung di Tampang Muda saya harapkan menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa semangat gotong royong, kebersamaan, dan kolaborasi antara unsur pemerintah dan non-pemerintah dapat menjadi senjata kita untuk menyelesaikan masalah-masalah krusial di masyarakat dengan cepat dan tuntas” Gubernur Rahmat Mirzani Djausal.*

Ribuan Peserta Meriahkan “PMI Run 4 Humanity” di Puncak HUT ke-80 PMI Lampung

JurnalKota.net – BANDARLAMPUNG —– Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Lampung Ibu Purnama Wulan Sari merayakan puncak HUT PMI ke-80 tahun 2025 dengan berbaur dengan sedikitnya 1200 peserta lomba lari “PMI Run 4 Humanity” yang dilepas di Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur, Bandarlampung, Minggu (28/9/2025).

Acara berlangsung sangat meriah disertai bakti sosial dan layanan kesehatan gratis. Ibu Wulan melaporkan bahwa rangkaian peringatan HUT ke-80 PMI di Lampung meliputi pasar murah di dua lokasi, seminar dan workshop kegawatdaruratan dengan peserta lebih dari 200 orang, roadshow donor darah sepanjang September, penghargaan bagi koordinator donor darah sukarela, serta pembagian 105 ton beras untuk masyarakat bekerja sama dengan PT. Asia Makmur.

Menurut Ibu Wulan, usia 80 tahun adalah bukti kedewasaan PMI dalam mengabdi untuk kemanusiaan.

Dengan mengusung tema “Tebarkan Kebaikan”, ia menegaskan bahwa PMI Lampung tidak hanya hadir di saat bencana, tetapi juga menggerakkan solidaritas dan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari.

“Setiap tetes darah yang didonorkan, setiap bantuan yang disalurkan, dan setiap tenaga yang dicurahkan relawan adalah bentuk nyata menebarkan kebaikan,” ujarnya.

Ibu Wulan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung, baik secara moril maupun materiil.

“Kami berharap semangat menebarkan kebaikan ini akan membawa manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Lampung,” pungkasnya.

Dalam acara ini, Gubernur Mirza menegaskan bahwa PMI bagi pemerintah bukan sekadar organisasi, melainkan representasi dari solidaritas, kebersamaan dan pengorbanan masyarakat untuk sesama.

“PMI selalu hadir terdepan dalam berbagai bencana dan penanggulangan darurat. Dimanapun ada PMI, masyarakat merasa senang karena PMI identik dengan menolong dan memberi,” ujarnya.

Gubernur Mirza berpendapat semangat gotong royong dan kepedulian yang ditunjukkan relawan PMI harus terus ditularkan ke seluruh lapisan masyarakat.

Ia menyebut perjalanan 80 tahun PMI bukanlah hal mudah, mengingat besarnya kontribusi yang telah diberikan, termasuk jutaan liter darah yang disalurkan untuk menyelamatkan nyawa manusia.

“Siapapun bisa menjadi pahlawan kemanusiaan, tidak harus gubernur atau pejabat. Minimal kita bisa menyumbangkan darah sebagai wujud nyata menolong sesama. Semangat ini harus kita ajarkan kepada seluruh masyarakat Lampung tanpa melihat suku, agama, atau latar belakang,” ujarnya.

Gubernur Mirza juga mengapresiasi dedikasi para pengurus, pegawai dan relawan PMI se-Lampung yang bekerja tulus tanpa pamrih.

Ia menegaskan Pemprov Lampung akan terus mendukung program-program PMI, meski diakui bantuan pemerintah belum maksimal dalam bentuk pendanaan.

“Namun semangat kolaborasi yang sudah terjalin harus terus digalakkan agar kegiatan PMI berjalan baik,” ujarnya.*

Pemprov Lampung dan Kementerian PPPA Tandatangani Komitmen Bersama Perkuat Pembangunan Responsif Gender dan Ramah Anak

JurnalKota.net – BANDARLAMPUNG — Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mendampingi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi, dalam acara penandatanganan Komitmen Bersama antara Kementerian PPPA, Pemerintah Provinsi Lampung, dan 15 kepala daerah se-Lampung di Ruang Rapat Utama, Kantor Gubernur, Sabtu (27/09/2025).

Acara ini membuktikan komitmen kuat Pemprov Lampung dalam mewujudkan pembangunan yang responsif gender dan ramah anak.

Kesepakatan ini menandai langkah strategis Lampung dalam menempatkan Pengarusutamaan Gender (PUG) sebagai arus utama kebijakan daerah, sekaligus memperkuat perlindungan anak secara berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Wagub Jihan Nurlela menyampaikan rasa bangga bahwa Lampung dapat menjadi fasilitator dalam membangun sejarah penting dengan penandatanganan komitmen bersama tersebut.

Menurutnya, kehadiran Menteri PPPA di Lampung merupakan sebuah kehormatan sekaligus motivasi untuk memperkuat pembangunan yang inklusif, ramah anak, dan responsif gender.

“Provinsi Lampung berkomitmen penuh mendukung program strategis Kementerian PPPA. Salah satu fokus utama adalah pengarusutamaan gender dan penyusunan anggaran responsif gender. Kami berharap langkah ini dapat membawa Lampung kembali meraih Anugerah Parahita Ekapraya, yang bagi kami bukan sekadar simbol prestasi tetapi motivasi untuk terus berinovasi,” ujar Wagub.

Wagub Jihan juga menegaskan komitmen Lampung dalam mewujudkan Provinsi Layak Anak (Provila). Ia menyebut, Lampung telah meraih penghargaan tersebut selama tiga tahun berturut-turut sejak 2022 hingga 2024, berkat kerja keras Pemprov bersama pemerintah kabupaten/kota dan seluruh elemen masyarakat.

Selain itu, program Desa Tapis (Desa Kesejahteraan Keluarga untuk Lampung Maju Indonesia Emas) menjadi salah satu unggulan daerah yang berfokus pada pencegahan stunting, pengentasan kemiskinan, pengembangan UMKM, pemberdayaan perempuan, pemenuhan hak anak, serta perlindungan kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, pemuda, dan lansia. Program ini juga mengintegrasikan ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, revitalisasi posyandu, dan pembukaan lapangan kerja.

Namun, Wagub Jihan mengakui tantangan besar masih dihadapi, terutama pada isu kekerasan perempuan dan anak. Data Simfoni PPA menunjukkan pada 2020 tercatat 485 korban kekerasan, naik menjadi 877 pada 2024, dan hingga Agustus 2025 sudah terdapat 519 korban, mayoritas perempuan dan anak. Bentuk kekerasan tertinggi adalah kekerasan seksual dan KDRT, dengan Kota Bandar Lampung sebagai wilayah dengan kasus tertinggi.

“Karena itu, kami bertekad memperkuat peran UPTD PPA, PATBM, Puspaga, Forum Puspa, serta layanan rujukan terpadu agar korban memperoleh perlindungan dan pemulihan yang cepat, tepat, dan berkeadilan. Kami juga mengoptimalkan aplikasi Lampung Ini sebagai pusat pelaporan masyarakat, yang kami integrasikan dengan sistem Kementerian PPPA,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri PPPA Arifah Fauzi menegaskan bahwa pembangunan perempuan dan anak harus menjadi prioritas karena perempuan mengisi hampir separuh populasi penduduk dan anak mencapai sepertiga jumlah penduduk Indonesia.

“Banyak masalah dapat diselesaikan lebih baik jika perempuan berpartisipasi. Demikian juga dengan anak, mereka harus tumbuh, berkembang, dan terlindungi agar menjadi SDM handal untuk pembangunan Indonesia,” kata Menteri Arifah.

Menteri menuturkan, setelah dilantik Presiden, ia mendapat arahan agar tidak membuat program baru melainkan melanjutkan program baik yang telah diinisiasi. Salah satunya adalah Ruang Bersama Indonesia (RBI), pengembangan dari program Desa/Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak.

“Ruang Bersama Indonesia ini bertujuan mewujudkan desa ideal: tidak ada stunting, tidak ada ibu dan anak yang anemia, semua anak bersekolah, dan ibu-ibu berdaya. Konsepnya adalah kolaborasi lintas sektor, ibarat lidi-lidi yang diikat bersama untuk menyapu masalah secara kolektif,” ujarnya.

Selain RBI, Menteri juga menekankan dua agenda besar lainnya, yaitu perluasan layanan SAPA 129 ke tingkat kabupaten/kota, serta pengendalian kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Data Simfoni PPA mencatat bahwa sepanjang tahun 2024 di Provinsi Lampung, Kota Bandar Lampung memiliki korban terbanyak, baik anak (140 korban) maupun perempuan (69 korban). Kekerasan fisik, seksual, dan penelantaran masih mendominasi, dengan rumah tangga sebagai lokasi tertinggi. Hingga 26 September 2025, tercatat 586 kasus kekerasan, di mana 504 kasus (86%) menimpa perempuan dan 420 kasus (72%) menimpa anak.

Menteri juga menyoroti tingginya angka perkawinan anak, meskipun di Lampung trennya sudah menurun menjadi 4,87% pada 2024, lebih rendah dari rata-rata nasional 5,90%. Namun ia menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk terus menekan angka perkawinan anak hingga level terendah.

Dalam kesempatan ini, Menteri PPPA juga mengapresiasi Lampung atas capaian Anugerah Parahita Ekapraya (APE) kategori Nindya tahun 2023 dan predikat Provinsi Layak Anak (PROVILA) tahun 2025. Dari 15 kabupaten/kota, delapan di antaranya meraih predikat Nindya, dua Madya, dan lima Pratama.

Selain itu, Lampung juga menerima DAK Non Fisik PPA 2025 bersama 14 kabupaten/kota lainnya, yang diharapkan dapat memperkuat sistem perlindungan perempuan dan anak di daerah.

Baik Pemprov Lampung maupun Kementerian PPPA menegaskan bahwa capaian pembangunan perempuan dan anak tidak bisa dicapai tanpa sinergi dan kolaborasi.

“Seluruh kepala daerah di Lampung berkomitmen mendukung program-program Kementerian PPPA secara konsisten, berkelanjutan, dan berintegrasi,” tegas Wagub Jihan.

Menteri PPPA pun menambahkan, “Setiap program yang kita jalankan bukan hanya untuk meraih penghargaan, tetapi untuk memastikan setiap perempuan dan anak Indonesia mendapatkan perlindungan dan kesempatan yang sama untuk maju, khususnya di Provinsi Lampung.”

Dengan momentum komitmen bersama yang ditandai penandatanganan oleh seluruh kepala daerah se-Lampung, diharapkan pembangunan di Provinsi Lampung semakin inklusif, responsif gender, ramah anak, dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.*

Panen Raya Serentak, Pangdam XXI/Radin Inten Hadir Bersama Polda Lampung”

JurnalKota.net – Pringsewu – Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si.(Han) menghadiri kegiatan Zoom Meeting Panen Raya Serentak Kuartal III yang digelar oleh Polda Lampung, Sabtu (27/9/2025). Kegiatan ini dipusatkan di lahan pertanian belakang Polres Pringsewu, Desa Jogyakarta, Kecamatan Gading Rejo, dan diikuti secara daring oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama jajaran TNI-Polri, pemerintah daerah, serta stakeholder di seluruh Indonesia.

Dalam arahannya, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa panen raya serentak merupakan wujud nyata dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Ia menekankan bahwa Polri bersama TNI akan terus bersinergi melalui penanaman serentak di 36 provinsi, penyediaan sarana dan prasarana pertanian, hingga pembangunan gudang pangan berkapasitas besar.

Pada kesempatan tersebut, Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi menyampaikan komitmen Kodam XXI/RI untuk selalu bersinergi mendukung ketahanan pangan.

> “TNI bersama Polri selalu hadir untuk rakyat. Panen raya serentak ini membuktikan komitmen kita bersama dalam menjaga ketersediaan pangan, khususnya di Lampung,” tegas Pangdam.

Kegiatan panen raya serentak ini juga menjadi momentum penguatan sinergitas TNI-Polri bersama pemerintah daerah dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan kemandirian pangan.*

Gubernur Lampung Buka Seminar Nasional Lembaga Penerbitan Mahasiswa Republican 2025

JurnalKota.net – Bandar Lampung —- Gubernur Lampung, diwakili oleh Kepala Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, secara resmi membuka Seminar Nasional Lembaga Penerbitan Mahasiswa Republican 2025.

Acara yang mengusung tema “Kebebasan Berpendapat di Tahun 2025: Neo Orba Gaya Baru, Gen Z Anti Bungkam” ini berlangsung di Gedung Serba Guna Universitas Lampung, Sabtu (27/9/25).

Seminar ini menjadi ajang bertukar pikiran dan ruang intelektual yang meneguhkan peran strategis mahasiswa sebagai pilar penopang demokrasi.

Gubernur Lampung dalam sambutan tertulis yang disampaikan oleh Kadis Kominfotik Provinsi Lampung, menyatakan bahwa tema seminar kali ini menyajikan sebuah refleksi kritis yang patut direnungkan bersama.

“Di satu sisi, kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum, baik secara lisan maupun tulisan melalui berbagai media, telah menjadi norma. Namun, di sisi lain, kita harus tetap bijak dan bertanggung jawab dalam menyikapinya,” ujar Gubernur.

Pemerintah Provinsi Lampung mengapresiasi dan mendukung penuh inisiatif dan upaya para mahasiswa yang konsisten membuka ruang dialog akademis yang konstruktif seperti ini.

Sementara itu, Nydia Ariella Atalie, Pimpinan Umum Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Republican, menegaskan bahwa seminar “Gen Z Anti Bungkam” ini mengangkat isu-isu aktual masyarakat mengenai ruang kebebasan berpendapat di ranah masyarakat sipil.

“Kami berharap seminar ini tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat umum, tetapi juga menjadi pengingat kolektif akan pentingnya menjaga hak kebebasan berpendapat dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Nydia.

“Harapannya, momentum ini dapat menjadi awal bagi kita semua untuk tidak hanya bersuara, tetapi juga bergerak dan berdampak,” pungkasnya.*

Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Hadiri Pelantikan Perangkat Pimpinan Muslimat NU Se-Lampung

JurnalKota.net – LAMPUNG SELATAN – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Wakil Gubernur Jihan Nurlela menghadiri Pelantikan Perangkat Pimpinan Wilayah Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Se-Provinsi Lampung di Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Islam An-Nur, Jati Agung, Lampung Selatan, Sabtu (27/9/2025).

Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat NU, Arifatul Choiri Fauzi, yang juga menjabat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI. Acara ini menjadi momentum pengukuhan kepengurusan sejumlah unit kerja strategis Muslimat NU di Lampung.

Pada kegiatan tersebut, Arifatul melantik pengurus Yayasan Pendidikan Muslimat NU (YPM NU), Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU (YKM NU), Yayasan Haji Muslimat NU (YHM NU), Himpunan Daiyah dan Majelis Taklim NU (Hidmat NU), serta Induk Koperasi An-Nisa Muslimat NU (Inkopan NU) Se-Lampung. Seluruh pengurus yang dilantik akan bertugas sesuai masa khidmat yang tertuang dalam Surat Keputusan masing-masing organisasi.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyampaikan apresiasi atas peran Muslimat NU yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Ia menilai organisasi perempuan NU itu berperan penting dalam menjaga kekompakan umat dan mendukung pembangunan di berbagai bidang.

“Muslimat NU di Lampung selalu hadir dalam setiap agenda besar ke-NU-an dengan disiplin dan solid. Pemerintah Provinsi Lampung menyambut baik dan membuka pintu selebar-lebarnya untuk bersinergi membangun sumber daya manusia yang berakhlakul karimah dan berdaya saing,” ucap Jihan.

Ia menambahkan, Muslimat NU tidak hanya berperan dalam bidang keagamaan tetapi juga memiliki potensi besar untuk memperkuat kemandirian ekonomi umat. Dengan struktur organisasi yang lengkap, Muslimat NU diharapkan dapat menjadi motor penggerak pemberdayaan keluarga dan ekonomi masyarakat.

Menurut Wagub Jihan, Gubernur Lampung berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi dengan organisasi masyarakat, termasuk Muslimat NU. Menurutnya kerja sama yang erat akan mempercepat tercapainya program pembangunan provinsi.

“Bapak Gubernur senantiasa membuka pintu selebar-lebarnya, memberikan hangat kepada keluarga besar NU dan Muslimat NU, untuk sama-sama kita memajukan Provinsi Lampung untuk memajukan umat ala muslimat NU,” ungkap Wagub.

Sementara, Menteri PPPA RI, Arifatul Choiri Fauzi, dalam sambutannya mengingatkan pengurus Muslimat NU yang baru dilantik agar menunaikan janji pengabdian dengan kerja nyata. Ia menekankan bahwa perempuan memiliki peran sentral dalam membentuk generasi bangsa yang berkualitas.

“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tapi harus dibuktikan dengan kerja ikhlas dan cerdas untuk melayani masyarakat. Berdasarkan data BPS, hampir 50 persen penduduk Indonesia adalah perempuan dan 29,8 persen adalah anak-anak. Ini berarti dua pertiga penduduk kita adalah perempuan dan anak-anak yang butuh perhatian serius,” ujar Arifatul.

Ia menekankan pentingnya peran ibu dalam pendidikan karakter anak sejak dini. Mengutip pesan pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari, Arifatul menyebut siapa pun yang mengurus NU termasuk Muslimat NU akan dianggap sebagai santri dan mendapat doa kebaikan hingga akhir hayat.

“Perempuan adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Ketika seorang ibu dengan sabar membimbing anaknya, itu menjadi ladang penghapus dosa. Karena itu, Muslimat NU harus hadir di tengah masyarakat dengan solusi nyata bagi persoalan perempuan, anak, dan keluarga,” katanya.

Arifatul menambahkan bahwa Muslimat NU didirikan untuk meningkatkan kualitas perempuan NU dan masyarakat secara umum. Hal ini mencakup penguatan pendidikan, ekonomi, dan pemberdayaan perempuan agar mampu berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

“Kami berharap Muslimat NU di Lampung bisa menorehkan catatan sejarah dengan prestasi dan pengabdian yang konsisten. Kolaborasi dengan pemerintah sangat penting agar setiap program dapat memberi dampak nyata bagi kesejahteraan keluarga,” tutupnya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza, Ketua I TP PKK Provinsi Lampung Agnesia Bulan Rurianti Marindo, serta perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Lampung.

Pelantikan perangkat pimpinan Muslimat NU ini diharapkan menjadi awal penguatan peran organisasi perempuan terbesar di Lampung untuk mendukung program prioritas daerah. Sinergi antara pemerintah daerah dan Muslimat NU diyakini dapat mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama perempuan dan anak.*

Sekdaprov Lampung Tutup Smanda Olympic In Wonderland 2025

JurnalKota.net – Bandar Lampung — Gubernur Lampung diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, secara resmi menutup gelaran Smanda Olympic In Wonderland 2025, di Gedung Serba Guna SMA Negeri 2 Bandar Lampung, Sabtu (27/9/2025).

Gubernur Lampung dalam sambutan yang disampaikan oleh Sekdaprov Marindo Kurniawan, menyebutkan bahwa Smanda Olympic tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga menjadi ruang bagi pelajar untuk mengekspresikan kreativitas, sportivitas, serta mempererat rasa persaudaraan.

“Saya melihat bagaimana kegiatan ini menjadi ruang ekspresi yang positif. Anak-anak muda Lampung berani menunjukkan bakat, kemampuan, dan kerja sama tim, baik dalam bidang akademik, olahraga, seni, maupun kegiatan lain yang membangun karakter,” ujar Gubernur.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan semacam ini memberikan bekal berharga bagi generasi muda. Melalui pertandingan, peserta belajar arti kerja keras dan ketangguhan. Dari kompetisi, mereka memahami makna kejujuran dan sportivitas. Sementara lewat kebersamaan, para pelajar menyadari bahwa prestasi akan lebih bermakna jika diraih dengan semangat persaudaraan.

Pemerintah Provinsi Lampung, lanjutnya, terus mendorong lahirnya generasi muda yang unggul, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Smanda Olympic disebut sebagai contoh nyata kegiatan yang tidak hanya mengasah bakat, tetapi juga membangun karakter pelajar.

“Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, guru, siswa, serta pihak-pihak yang telah bekerja keras menyukseskan acara ini,” ungkapnya.

Gubernur juga berpesan agar pengalaman dari Smanda Olympic In Wonderland 2025 tidak berhenti pada acara ini semata, melainkan menjadi motivasi untuk terus berkembang.

“Ingatlah, prestasi akademik memang penting, tetapi membangun sikap jujur, disiplin, dan pantang menyerah adalah modal utama untuk meraih masa depan yang gemilang,” pesan Gubernur.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 2 Bandar Lampung, Sevensari, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Lampung serta semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan Smanda Olympic 2025.

“Ini merupakan ajang berproses, ajang berorganisasi. Berlomba meraih juara bukanlah tujuan utama, melainkan kesempatan untuk belajar bekerja sama, berkolaborasi, dan bersinergi dengan semua pihak,” ujarnya.

Smanda Olympic In Wonderland 2025 berlangsung sejak 21–26 September 2025 dengan menghadirkan sembilan cabang perlombaan dan diikuti lebih dari 1.000 peserta. Cabang yang dipertandingkan meliputi debat (13 tim), vlog pariwisata Lampung (4 tim), baseball (3 tim), basket (28 tim), futsal (64 tim), solo song (50 peserta), modern dance (17 tim), band (9 tim), dan e-sport Mobile Legends (42 tim).

Sebagai penutup, kegiatan ini menghadirkan penampilan drama kolosal berjudul “Keratuan Pantai Batu Mighau”, sebuah kisah yang diangkat dari legenda Lampung asal Pugung, Kabupaten Pesisir Barat.*

Wagub Jihan Ajak Mahasiswa Polinela Jadi Pelopor Empat Pilar Kebangsaan

JurnalKota.net – Bandar Lampung — Wakil Gubernur Provinsi Lampung Jihan Nurlela menjadi narasumber dalam acara Seminar Kebangsaan Empat Pilar Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Negeri Lampung 2025 dengan tema “Kreatif, Inovatif, Berkarakter: Mahasiswa Polinela sebagai Pelopor Pengamalan Empat Pilar Kebangsaan”. Bertempat di Gedung Serbaguna Politeknik Negeri Lampung, Bandar Lampung, Jumat (26/09/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa polinela akan pengamalan empat pilar kebangsaan, yaitu: Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Wakil Gubernur Provinsi Lampung, Jihan Nurlela dalam kesempatan tersebut menyampaikan kepada para mahasiswa untuk selalu memberikan yang terbaik dalam setiap hal yang mereka perbuat dan terus fokus dalam mengejar hal yang menjadi tujuan mereka karena sudah 65% pekerjaan yang tergantikan oleh AI dan akan hilang.

“Paling tidak hari ini, just give your best version of you, kalau kita hari ini tidak memberikan versi terbaik dari diri kita, kita tidak akan pernah tau di masa depan kita akan diberi peran apa oleh Tuhan, saya berkaca pada diri saya sendiri yang 17 tahun lalu masih menjadi mahasiswa seperti adik-adik sekalian,” ucapnya.

Jihan Nurlela juga mengatakan bahwa ia percaya bahwa mahasiswa akan menjadi kelompok yang sangat penting bagi perubahan bangsa Indonesia.

“Hari ini juga saya yakin bahwa mahasiswa akan menjadi kelompok yang sangat penting bagi perubahan Indonesia yang lebih baik,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi XII DPR-RI, Putri Zulkifli Hasan dalam kesempatan tersebut juga menegaskan komitmen DPR-RI yang akan terus membuka ruang bagi para mahasiswa polinela yang ingin melakukan program kunjungan/magang.

“Pada kesempatan ini kami juga ingin menegaskan komitmen kami di fraksi Partai Amanat Nasional DPR-RI terus membuka ruang bagi adik adik apabila ingin berkunjung, pintu kami selalu terbuka, bahkan ada program magang, seminar, dan office tour,” ujarnya.

Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan Politeknik Negeri Lampung Agung Adi Candra, dalam sambutannya mengucapkan rasa terimakasih kepada Putri Zulkifli Hasan dan Jihan Nurlela yang telah bersedia menjadi narasumber pada kegiatan ini, ia juga berharap agar para mahasiswa bisa menangkap ilmu yang diberikan oleh kedua narasumber agar bisa menjadi calon pemimpin yang mempunyai pondasi pilar kebangsaan.

“Nah kali ini bersama dengan beliau berdua, mudah mudahan tangkap apa ilmunya supaya kita menjadi kuat untuk bangsa Indonesia,” ujarnya

Sementara, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa KBM Polinela Bagus Eka Saputra, mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan guna menghadapi tantangan global dengan tetap mengutamakan ideologi pancasila.

“Ditengah tantangan globalisasi, perbedaan pandangan tentu menjadi tantangan bagi ideologi pancasila, kami dari badan eksekutif mahasiswa sangat mengetahui kebutuhan ini, dengan ini kami membuatkan sebuah program yang langsung dinarasumberi oleh Wakil Ketua Komisi XII DPR-RI dan Wakil Gubernur Provinsi Lampung,” ujarnya.

Diakhir, Jihan Nurlela menekankan dua hal penting yang harus dijaga oleh para mahasiswa sejak di bangku kuliah hingga nanti di dunia kerja, yaitu disiplin ilmu dan karakter.

“Kita mempunya dua hal penting yang harus kita jaga dari kita mahasiswa sampai masuk dunia kerja, dua hal itu yang pertama adalah disiplin ilmu, kita tidak boleh sia-sia kuliah di Polinela, kita harus banyak-banyak menyerap ilmu dari dosen, bahan bacaan, dan sumber-sumber lainnya, disiplin ilmu itu penting untuk menjadi bekal kita untuk menghadapi tantangan di masa depan. Yang kedua itu karakter, dosen bertanggung jawab atas karakter mahasiswa, karakter penting untuk mencapai keberhasilan di masa depan,” pungkasnya.*