Rantis hingga Helikopter Kepresidenan Disiagakan di DPR Jelang Sidang Tahunan

MPR RI mengadakan rapat persiapan Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD Tahun 2024…

Desakan Mundur Kepala BPIP Usai Polemik Larangan Berjilbab Anggota Paskibraka

MUI dan 87 ormas Islam di dalamnya mengambil sikap tegas terkait kisruh Paskibraka 2024 tak berjilbab.…

Tabrakan Beruntun di Tol Dalam Kota KM 17 Libatkan 3 Kendaraan

Kecelakaan lalu lintas melibatkan 3 kendaraan terjadi di Tol Dalam Kota KM 16 arah Pluit, Jumat…

6 Pelaku Judi Online di Aceh Dipenjara dan Dicambuk 7 hingga 11 Kali

Kejaksaan Negeri Aceh Barat menggelar eksekusi pidana cambuk terhadap enam orang terpidana pelaku judi online di…

Putus Lepas Tentang Dokumen Palsu, Penasehat Hukum Beri Apresiasi Hakim PN Tanjung Karang

JURNAL KOTA, BANDAR LAMPUNG – Lanjutan dugaan pemalsuan dokumen yang melibatkan kakak adik kandung kembali bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Karang dengan jadwal pembacaan putusan terdakwa Sjahril Hamid, Nomor Perkara 417/Pid.B/2024/PN Tjk dalam kasus dugaannya pemalsuan surat, pada hari kamis (15/8/2024).

Bahwa  putusan hakim, terdakwa Sjahril Hamid dinyatakan bebas, karena bukti dokumen yang kurang menguatkan, sehingga dakwaan JPU dinyatakan batal demi hukum.

Selain itu, menurut kuasa hukum terdakwa  chandra bangkit saputra mengatakan klien kami adalah korban sebenarnya, sehingga idealnya perkara ini di putus bebas murni, tetapi dengan putusan lepas hari ini, kami penasehat hukum terdakwa sangat berterima kasih kepada majelis hakim dalam perkara ini. Karena sudah memeriksa dan mengadili perkara ini dengan sangat bijaksana.

“dan lebih lanjut, kami pastikan akan menempuh upaya hukum keperdataan untuk mengambil lagi objek tanah yang saat ini dikuasai oleh anak pelapor, selain itu untuk perkara pidana yang klien kami pelapornya akan kami lakukan upaya hukum agar itu juga berjalan” Ujar kuasa hukum terdakwa.

Dalam putusan tersebut juga jaksa menyatakan masih pikir pikir untuk menempuh upaya hukum kasasi, paling lambat 7 hari nanti pasti ada putusan terhadap perkara ini.(*)

Danrem 043/Gatam Sampaikan Materi Kesadaran Bela Negara Pada Mahasiswa Baru Unila TA. 2024

JurnalKota.net – Lampung – Komandan Korem 043/Gatam Brigjen TNI Rikas Hidayatullah, S.E., M.M., memberikan materi tentang Kehidupan Berbangsa, Bernegara dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara, pada Program Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) TA. 2024 kepada 3.000 Mahasiswa Baru Universitas Lampung (Unila), yang berada di Jl. Prof. Dr. Ir. Sumantri Brojonegoro, Bandar Lampung. Kamis (15/08/2024).

Kegiatan PKKMB yang dilaksanakan di GSG Unila ini, bertujuan untuk memastikan bahwa mahasiswa baru dapat beradaptasi dengan baik di lingkungan kampus, serta siap menghadapi tantangan akademik dan sosial selama masa studi mereka di Unila, sekaligus memperkenalkan nilai-nilai, norma dan budaya, akademik yang berlaku, termasuk etika akademik, tata tertib dan prosedur administratif.

Dalam materinya Brigjen TNI Rikas Hidayatullah, S.E., M.M., yang disampaikan kepada Mahasiswa Baru Unila, bahwa Indonesia sangat kaya raya, memiliki beranekaragam keindahan budaya dan peradabannya sangat tinggi, Indonesia juga terdiri dari 1.350 suku bangsa, 746 bahasa daerah, dan 17.508 pulau, namun kebhinekaan (kemajemukan) sering di eksploitasi untuk kepentingan tertentu dan perbedaan yang ada dibenturkan antar sesamanya serta aksi provokasi semakin intens, untuk melahirkan konflik dan anarkis agar NKRI ini hancur.

“Posisi geografis Indonesia yang sangat strategis, ini dilihat dari kesuburan Indonesia memiliki potensi bercocok tanam sepanjang tahun, Indonesia juga memiliki kekayaan alam hayati yang melimpah, kita juga pengekspor karet terbesar di dunia 3,1 juta ton pertahun, pada tahun 2023, produksi CPO kelapa sawit 40 juta ton dan menjadi produksi energi hayati terbesar di dunia, selain itu Indonesia juga memiliki kekayaan alam non hayati, untuk cadangan gas alam kita sebesar 188,1 Trillion Cubic Feet (TCF), sementara itu batubara kita memiliki cadangan 1.074 miliar ton,“ tuturnya.

Lebih lanjut Danrem menerangkan kepada para Mahasiswa Baru Unila, bahwa Indonesia dilemahkan melalui berbagai cara, diantaranya melalui perang Proxy (Proxy War), Proxy War memiliki arti dimana salah satu pihak menggunakan pihak ketiga atau kelompok lain, dilakukan oleh State maupun Non State Actor.

“Untuk menghadapi Proxy War diperlukan kepekaan dan kewaspadaan, serta kenali kondisi sosial kita pada saat ini, adapun potensi permasalahan yang bakal terjadi dibagi menjadi lima bagian yakni, Ideologi, Politik, Ekomoni, Sosial Budaya dan Hankam, kemerdekaan yang kita raih butuh proses yang sangat panjang untuk menuju kemerdekaan, kita butuh selama 300 tahun bangsa Indonesia berjuang melawan penjajahan, dengan semangat Kebangkitan Nasional dan Sumpah Pemuda, ini merupakan semangat pemersatu bangsa menuju Kemerdekaan 17 Agustus 1945.“

“Untuk itu, saya mengajak para pemuda dan mahasiswa selalu di depan dan berperan penting dalam menentukan sejarah Indonesia ke depan dengan melatih diri menjadi seorang pemimpin dengan membangun karakter, mengasah skill keahlian, membangun Team Work dan menentukan minat,“ tutupnya.

Tampak hadir pada kegiatan tersebut, Kasiter Kasrem 043/Gatam Kolonel Inf Jaka Sutanta, S.Sos., Karo Rena Polda Lampung Kombes Pol Andi Azis Nizar, S.I.K., M.H., M.Han., Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, M.T., Dosen Unila Diah Utami Ningsih, S.Psi., M.Pd., dan Pasi Komsos Siter Korem 043/Gatam Mayor Inf Ahmad Sunarya.(*)

MUI Desak Jokowi Copot Kepala BPIP Imbas Kisruh Jilbab Paskibraka

MUI dan 87 ormas Islam di dalamnya mengambil sikap tegas terkait kisruh Paskibraka 2024 tak berjilbab.…

Petugas Kebersihan Disabilitas di Surabaya Dibegal saat Kerja, Motornya Dirampas

Siti Alifah (48), petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, menjadi korban begal saat membersihkan sampah…

Saat Megawati Bicara Ada Orang Mau Ambil PDIP hingga Mau Jadi Ketum Lagi

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memberikan pengarahan kepada bakal calon kepala daerah yang akan diusung mereka…

Polemik Paskibraka Lepas Jilbab

Presiden Jokowi mengukuhkan 76 anggota Pasukan Paskibraka di IKN pada Selasa (13/8). Mereka akan bertugas pada…

WHO Tetapkan Status Darurat Global Wabah Cacar Monyet, Terbanyak di Afrika

Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, menetapkan status darurat global terhadap Mpox atau cacar monyet, Rabu (14/8). Ini…

10 Contoh Ucapan Selamat HUT Ke-79 RI untuk Unggahan di Media Sosial

Kemerdekaan Indonesia merupakan salah satu hal yang sangat penting bagi suatu bangsa, termasuk bangsa Indonesia. Ada…

Lampaui 1 Juta Subcribers, YouTube Anies Baswedan Dapatkan Gold Button

Anies Baswedan berhasil mendapatkan Gold Button dari Youtube atas pencapaiannya melampaui 1 juta subscribers. Gold Button…

Warung Kelontong Disebut Bisa Bangkrut Imbas Rokok Dilarang Dijual Eceran

Langkah pemerintah melarang penjualan rokok secara ketengan atau eceran membuat toko-warung kelontong di Tanah Air terancam…

Tanggapi Larangan Paskibraka Memakai Jilbab, Ketua DPD GPI Provinsi Lampung Edison Kurniawan, SH. MH. Bubarkan Saja BPIP

JURNAL KOTA, BANDAR LAMPUNG — Ketua Gerakan Pemuda Islam (GPI) Provinsi Lampung Edison Kurniawan, SH. MH, Angkat bicara terhadap adanya dugaan pelarangan penggunaan jilbab bagi petugas Paskibraka Muslimah atau yang berjilbab, diruang kerjanya Rabu (14/08/2024).

Edison Kurniawan, SH, MH, menjelaskan, ada sebanyak 76 anggota Paskibraka Nasional, yang telah resmi dikukuhkan oleh Presiden Joko Widodo di IKN Kalimantan Timur. Dari 76 tersebut, ada sekitar 18 anggota Paskibraka Muslimah yang awalnya memakai jilbab.

“Jika benar yang membuat aturan pelarangan 18 anggota Paskibraka Muslimah, tidak boleh memakai jilbab adalah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Maka bubarkan saja BPIP,” Ujar Ketua GPI Provinsi Lampung Edison Kurniawan, SH, MH.

“Buat apa menghamburkan uang Negara dengan membentuk BPIP. Jika keberadaan BPIP malah bikin gaduh dan mencederai Pancasila,” Ungkap Edison

Ketua GPI Provinsi Lampung menyampaikan dan menganggap bahwa pelarangan kepada anggota paskibraka muslimah memakai jilbab adalah jelas sikap yang tidak pancasilais. Tegas Edison

“Itu jelas sikap yang tidak pancasilais dan juga mencederai Pancasila sila pertama. Yang mana sila tersebut menjamin hak setiap warga negara untuk melaksanakan ajaran agamanya,” Kata Edison

“Terus apa yang mau dibina oleh BPIP, jika BPIP sendiri saja tidak memahami substansi ideologi Pancasila secara kaffah,” tandas Edison

Ia pun mendesak agar larangan anggota Paskibraka muslimah memakai jilbab untuk segera dihapus dan tidak pernah diberlakukan lagi kepada paskibraka nasional.

Selain itu, Edison Kurniawan, SH, MH, juga berharap kepada para muslimah yang menjadi anggota Paskibraka Nasional untuk bersikap dan tetap selalu memegang prinsip.

“Kepada semua muslimah yang menjadi anggota Paskibraka Nasional. Harus memiliki prinsip dan tegas menolak untuk tidak memakai jilbab. Jika aturan itu tetap dipaksakan, maka lebih baik mundur dari anggota Paskibraka dari pada harus melepas jilbabnya,” Tutupnya.(*)