Peringati Bulan Bung Karno, Bupati Parosil Gelar Lomba Mewarnai dan Tebar 10.000 Benih Ikan untuk Ketahanan Pangan

Peringati Bulan Bung Karno, Bupati Parosil Gelar Lomba Mewarnai dan Tebar 10.000 Benih Ikan untuk Ketahanan Pangan

LAMPUNG BARAT – Peringatan Bulan Bung Karno 2026 di Kabupaten Lampung Barat berlangsung dengan cara yang unik dan edukatif. Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, menggelar lomba mewarnai untuk siswa TK dan PAUD serta menebar 10.000 ekor benih ikan mas di Pekon Pura Mekar, Kecamatan Gedung Surian, Minggu (7/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sejarah perjuangan Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, kepada generasi muda sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai Trisakti melalui penguatan ketahanan pangan masyarakat.

Suasana Balai Pekon Pura Mekar tampak semarak ketika Parosil berinteraksi langsung dengan para peserta lomba mewarnai. Dalam kesempatan itu, ia mengajak anak-anak mengenal sosok Bung Karno melalui kuis sederhana seputar sejarah perjuangan bangsa.

Salah satu pertanyaan yang diajukan adalah mengenai tanggal lahir Bung Karno. Anak-anak yang berhasil menjawab dengan benar mendapatkan hadiah langsung dari Bupati.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenang, mengingat, dan memperkenalkan sejarah perjuangan Bung Karno kepada anak-anak sejak usia dini,” kata Parosil.

Menurutnya, pemahaman sejarah bangsa sangat penting untuk menumbuhkan semangat juang, rasa cinta tanah air, serta jiwa patriotisme pada generasi penerus bangsa.

“Anak-anak harus mengetahui bagaimana perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan. Dengan memahami sejarah sejak dini, diharapkan tumbuh semangat nasionalisme, rasa syukur, dan motivasi untuk berkontribusi bagi bangsa,” ujarnya.

Setelah kegiatan bersama anak-anak, rangkaian acara dilanjutkan dengan penebaran 10.000 benih ikan mas di embung Pekon Pura Mekar. Kegiatan ini melibatkan masyarakat setempat dan jajaran pemerintah daerah.

Parosil menjelaskan bahwa penebaran benih ikan tersebut merupakan bentuk nyata pengamalan ajaran Bung Karno, khususnya konsep Trisakti yang menekankan kemandirian bangsa, termasuk dalam sektor pangan.

“Menghormati Bung Karno tidak hanya melalui upacara atau seremoni, tetapi juga dengan kegiatan gotong royong dan upaya nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap program tersebut mampu meningkatkan ketersediaan ikan konsumsi, menambah pendapatan masyarakat, serta mendukung program swasembada dan ketahanan pangan nasional.

Menurut Parosil, peringatan Bulan Bung Karno tahun ini memiliki makna yang lebih luas, yakni menghubungkan nilai sejarah perjuangan bangsa dengan upaya membangun masa depan masyarakat yang lebih sejahtera.

“Dari coretan warna anak-anak PAUD hingga riak air embung yang ditebari benih ikan, semuanya mengandung pesan tentang pentingnya mengenang sejarah sekaligus menanam harapan untuk masa depan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan