Pembinaan ideologi pancasila dan Wawasan Kebangsaan Bersama H.BERNAS YUNIARTA, S.E. Mengedepankan Agama

JurnalKota.net – Bandar Lampung – Kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) dan Wawasan Kebangsaan digelar pada Senin, 24 November 2025, bertempat di kediaman Ibu Idayati Kusuma, Jalan Pagar Alam, Gang Patria No. 48, Kota Bandar Lampung. Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Kota Bandar Lampung, H. Bernas Yuniarta, S.E., yang sekaligus menjadi narasumber utama. Mengedepankan ajaran agama sebagai dasar adab bersanding ilmu.

Kegiatan tersebut berlangsung hangat, Humanis dan penuh antusias dari masyarakat sekitar yang hadir. Dalam arahannya, H. Bernas Yuniarta menegaskan pentingnya memperkuat pemahaman Pancasila sebagai dasar negara yang wajib dipahami dan diamalkan oleh seluruh warga negara, terutama dalam menghadapi tantangan global dan derasnya arus informasi saat ini.

Ia menekankan bahwa nilai–nilai Pancasila bukan sekadar hafalan, namun harus menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkungan keluarga, masyarakat, hingga pemerintahan. Menurutnya, wawasan kebangsaan menjadi benteng utama dalam menjaga persatuan, keharmonisan, dan keutuhan NKRI.

“Pembinaan ideologi dan nilai kebangsaan tidak boleh berhenti. Ini tugas bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi seluruh elemen masyarakat agar Lampung tetap rukun, aman, dan maju,” ujar H. Bernas dalam sambutannya.

Sementara itu, Ibu Idayati Kusuma selaku tuan rumah menyampaikan rasa terima kasih atas dipilihnya kediamannya sebagai lokasi kegiatan yang dinilai sangat bermanfaat untuk masyarakat sekitar. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus diadakan agar masyarakat semakin paham akan pentingnya menjaga nilai persatuan dan kebangsaan. Ungkapnya dengan senyum yang humanis.

Acara berlangsung tertib dan ditutup dengan sesi dialog antara masyarakat dan Ketua DPRD Kota Bandar Lampung, yang dimanfaatkan warga untuk menyampaikan aspirasi serta berbagai isu sosial di lingkungan mereka.

Kegiatan pembinaan Ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan ini diharapkan mampu memperkuat karakter masyarakat dan meningkatkan rasa cinta tanah air di tengah dinamika kehidupan digitalisasi. (Ugie)

Bupati Dedi Irawan Hadiri Paripurna DPRD Persetujuan Bersama dan Penandatanganan Atas Ranperda APBD Pesibar TA 2026

PESISIR BARAT — Bupati Pesisir Barat Dedi Irawan, menghadiri rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)…

Bupati Dedi Irawan: Ekspedisi Patriot Strategis untuk Majukan Wilayah Transmigrasi Pesibar

PESISIR BARAT – Bupati Pesisir Barat (Pesibar), Dedi Irawan, menerima secara langsung audiensi Program Ekspedisi Patriot di Ruang Rapat Payung Agung, Lantai 4 Gedung Marga Sai Batin, Komplek Perkantoran Pemkab Pesibar, Kamis (20/11/2025).

Audiensi tersebut dipimpin langsung oleh Dr. Ir. Holi Bina Wijaya, MUM., serta dihadiri seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Ngambur, dan Peratin se-Kecamatan Ngambur.

Program Ekspedisi Patriot sendiri merupakan inisiatif Kementerian Transmigrasi yang bertujuan memperkuat pemetaan potensi wilayah, mempercepat pembangunan daerah, serta meningkatkan pemberdayaan masyarakat di berbagai kawasan transmigrasi, termasuk di Kabupaten Pesisir Barat.

Dalam sambutannya, Bupati Dedi Irawan menegaskan bahwa wilayah transmigrasi merupakan saksi perjuangan panjang masyarakat yang datang dengan harapan baru, semangat kerja keras, serta tekad untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

“Mereka adalah bagian dari wajah kemajemukan bangsa, yang membawa nilai gotong royong, persatuan, dan ketangguhan,” ujar Bupati Dedi Irawan.

Karena itu, menurut Bupati, sudah menjadi kewajiban moral sekaligus tanggung jawab pemerintah daerah untuk memastikan wilayah-wilayah tersebut mendapatkan perhatian yang layak, akses pembangunan yang memadai, serta peluang ekonomi yang mampu mendorong kemajuan.

“Program Ekspedisi Patriot merupakan langkah strategis untuk menggali dan mengoptimalkan potensi besar wilayah transmigrasi, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan darat, UMKM, hingga peluang industri berbasis lokal,” lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa potensi tersebut harus dikelola dengan pendekatan inovatif, terukur, dan berkelanjutan agar dapat memberikan nilai tambah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata. Bupati juga menyoroti masih adanya sejumlah tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur, minimnya fasilitas pengolahan hasil, rendahnya akses permodalan dan teknologi, serta kapasitas SDM yang perlu ditingkatkan.

Meski demikian, Bupati optimistis bahwa tantangan tersebut dapat diubah menjadi peluang melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, lembaga pendamping, dan masyarakat.

Pemkab Pesibar, lanjutnya, berkomitmen terus mendorong hadirnya program-program yang mampu mempercepat transformasi ekonomi masyarakat.

“Pengembangan wilayah akan difokuskan pada peningkatan produktivitas, penguatan kelembagaan kelompok tani dan UMKM, perluasan akses pemasaran, serta pemanfaatan teknologi yang adaptif terhadap perkembangan zaman,” tegasnya.

Bupati Dedi Irawan juga memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil harus benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya mereka yang tinggal di wilayah transmigrasi dan selama ini berjuang membangun daerah dengan segala keterbatasan.

“Melalui agenda hari ini, saya mengajak seluruh pihak untuk membuka ruang diskusi yang konstruktif dan solutif guna melahirkan rekomendasi serta langkah terobosan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Semoga program pengembangan ekonomi ini menjadi bagian dari upaya bersama mewujudkan Pesibar yang lebih maju, berdaya, dan sejahtera,” pungkasnya.

Pembinaan Karakter dan Inovasi Siswa Pemkab Pesibar Apresiasi 7 Krui Expo sebagai Wadah

PESISIR BARAT – Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), Marnentinus, S.IP., M.M., menghadiri sekaligus membuka kegiatan 7 Krui Expo yang digelar di SMPN 7 Krui Kecamatan Ngaras, Kamis (20/11/2025).

Acara tersebut turut dihadiri perwakilan Balai Guru dan Tenaga Pendidik (BGTK) Provinsi Lampung, Lilis Setya Rini, M.TI., Camat Ngaras Suparmi, para Peratin se-Ngaras, jajaran guru SMPN 7 Krui, serta para wali murid.

Dalam sambutan Bupati Pesibar, Dedi Irawan, yang disampaikan oleh Plt. Kepala Disdikbud, Marnentinus, dijelaskan bahwa 7 Krui Expo menjadi sarana penting dalam pembinaan karakter, kreativitas, dan keterampilan peserta didik. “Di sini anak-anak menunjukkan bakat terbaik mereka, baik dalam bidang sains, teknologi, seni, budaya, kewirausahaan, maupun karya inovatif lainnya,” ujar Marnentinus.

Ia menambahkan bahwa pihaknya bangga melihat antusiasme sekolah dalam menyelenggarakan kegiatan yang tidak hanya memperkuat kualitas pembelajaran, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri, kompetisi yang sehat, serta kemampuan bekerja sama antar siswa.

“Pemkab Pesibar melalui Disdikbud terus mendorong sekolah untuk menjadi pusat pengembangan talenta dan karakter. Kegiatan seperti Krui Expo membuktikan bahwa dunia pendidikan bukan hanya teori di kelas, tetapi juga memberi ruang bagi anak untuk berkreasi, bereksperimen, dan menemukan potensi diri,” lanjutnya.

Marnentinus juga menyampaikan apresiasi atas inisiatif SMPN 7 Krui beserta para guru dan dukungan wali murid yang telah berkolaborasi demi memajukan pendidikan di wilayah Ngaras. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk terus berinovasi dalam menciptakan ruang kreatif bagi siswa.

“Gunakanlah 7 Krui Expo ini sebagai kesempatan untuk belajar hal baru, berani mencoba, dan menunjukkan karya dengan penuh semangat. Masa depan Pesibar ada di tangan kalian. Jadilah generasi yang cerdas, berakhlak, kreatif, dan berdaya saing,” pungkasnya.

Bupati Pesibar Raih Penghargaan Kemenimipas pada Hari Bhakti ke-1 Tahun 2025

PESISIR BARAT – Bupati Pesisir Barat (Pesibar), Dedi Irawan, menerima penghargaan dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) pada peringatan Hari Bhakti Kemenimipas ke-1 Tahun 2025. Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara yang berlangsung di Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Lampung, Rabu (19/11/2025).

Penghargaan diterima oleh Sekretaris Daerah Pesibar, Tedi Zadmiko, S.K.M., S.H., M.M., yang hadir mewakili Bupati Pesibar. Kegiatan tersebut juga dihadiri jajaran pejabat tinggi kementerian serta perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.

Kakanwil Pemasyarakatan Lampung, Jalu Yuswa Panjang, A.Md.IP., S.H., M.H., dalam sambutannya menjelaskan bahwa penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap dukungan, sinergi, dan kontribusi nyata Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat dan Bupatinya dalam mendukung program-program pemasyarakatan di daerah.

“Pemkab Pesibar telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam mendukung berbagai program pemasyarakatan, baik di bidang pembinaan maupun pelayanan. Penghargaan ini merupakan bentuk penghormatan atas kerja sama yang telah terjalin,” ujarnya.

Sementara itu, Kakanwil Ditjen Imigrasi Lampung, Nur Raisha Pujiastuti, S.H., M.H., menegaskan pentingnya memperkuat hubungan kerja antara pemerintah daerah dan jajaran imigrasi.

“Kerja sama yang baik menjadi kunci dalam peningkatan kualitas pelayanan publik dan upaya menjaga keamanan wilayah. Kami memberikan apresiasi kepada Pemkab Pesibar yang selama ini aktif mendukung program strategis keimigrasian,” kata Nur Raisha Pujiastuti.

Di sisi lain, Sekda Pesibar, Tedi Zadmiko, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diterima pihaknya.

“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Dengan diterimanya penghargaan ini, Pemkab Pesibar diharapkan terus menjadi mitra strategis dalam mendukung program-program pemerintah pusat, khususnya di bidang pemasyarakatan dan keimigrasian.

Bupati – Wakil Bupati Pesibar Sambut Kunjungan Kerja Danrem 043 Gatam

PESIBAR – Bupati-Wakil Bupati Pesisir Barat (Pesibar), Dedi Irawan – Irawan Topani, S.H., M.Kn., menyambut Kunjungan…

Metro dan Kulon Progo Resmikan Kerja Sama Antar Daerah untuk Stabilitas Pasokan dan Harga Cabai Merah

JurnalKota.net – Yogyakarta, 18 November 2025 – Pemerintah Kota Metro bersama Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, melaksanakan penandatanganan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) sebagai upaya strategis memperkuat stabilitas pasokan dan harga komoditas cabai merah.

Bank Indonesia Provinsi Lampung dan Bank Indonesia D.I. Yogyakarta turut hadir dan mendukung terselenggaranya kegiatan yang merupakan bentuk nyata penguatan intermediasi pasokan pangan strategis antara daerah surplus dan daerah defisit.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menegaskan bahwa kerja sama ini mencerminkan komitmen kuat untuk pengendalian inflasi komoditas volatile food melalui kolaborasi antar daerah. KAD ini merupakan langkah strategis yang didorong oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) sebagai bagian dari implementasi
Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menyampaikan harapan dari terlaksananya
kegiatan KAD ini “Kerja sama ini merupakan bentuk sinergi antar daerah dalam menjaga
stabilitas harga pangan. Melalui langkah bersama ini, kita berharap terjadi keseimbangan antara daerah surplus dan defisit sehingga harga lebih stabil dan masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung”.

Bupati Kulon Progo, R. Agung Setyawan menyampaikan apresiasi atas kesepakatan kerja sama yang terjalin terutama pada komoditas cabai, dan berharap kerja sama ini dapat berkembang pada komoditas lainnya. Lebih lanjut, kedepan Kulon Progo akan melakukan studi tiru kepada program unggulan TPID Kota Metro. Studi tiru akan berfokus pada penguatan pengendalian inflasi melalui penerapan program unggulan TPID Kota Metro, terutama pada manajemen harga beras, operasi pasar kolaboratif, dan pemanfaatan data sebagai early warning system.

Kota Metro juga memiliki praktik baik dalam hilirisasi komoditas pangan, urban farming, serta penataan pasar rakyat yang terintegrasi dengan program stabilisasi pasokan.

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo berharap kegiatan ini bukan hanya momen, tapi menjadi jembatan pembelajaran dan pertukaran manfaat antar daerah kedepan.
Selain dilakukan penandatangan dokumen kerja sama secara Goverment to Goverment (G to G) juga dilakukan kesepakatan kerja sama Business to Business (B to B) antara Koperasi Cabai Paku Sejahtera Kulon Progo dengan dua offtaker cabai Kota Metro.

Cakupan kerja sama terkait pendistribusian cabai merah, mekanisme pasokan, pertukaran data harga, serta penyediaan kualitas produk yang terstandar. Sebagai rangkaian kegiatan tersebut, juga
dilakukan kunjungan lapangan dan capacity building program unggulan TPID Sleman, untuk meningkatkan pemahaman strategi pengendalian inflasi daerah dan dapat direplikasi oleh TPID Kota Metro.

Dengan terlaksananya kerja sama ini, TPID Kota Metro berharap rantai pasok cabai menjadi lebih stabil sehingga dapat mendukung pengendalian inflasi, meningkatkan kesejahteraan
pelaku usaha, serta memperkuat ketahanan pangan daerah.*

Gugatan Bu Siti atas Rumah Jaminan BRI Masuk Mediasi di PN Tanjung Karang

JurnalKota.net – Bandar Lampung – Perjuangan Siti Rupigah (Bu Siti) warga Dusun Kebon Bibit Desa Hajimena Kecamatan Natar Lampung Selatan untuk mempertahankan rumahnya yang dijadikan jaminan hutang almarhum suaminya di Bank Rakyat Indonesia (BRI) kini memasuki babak baru.

Gugatan yang diajukan Bu Siti telah resmi teregister di Pengadilan Negeri Tanjung Karang dan saat ini masuk dalam tahap mediasi yang digelar hari ini, Senin 17 November 2025.

Kuasa hukum Bu Siti, Heris Kurniawan dari Kantor Hukum Handri Y. Agung & Partner, menjelaskan bahwa gugatan dilayangkan karena terdapat sejumlah kejanggalan dalam proses penjaminan dan pengalihan kredit setelah almarhum Tukimin meninggal dunia.

Ada beberapa pokok persoalan yang menjadi dasar gugatan. Pertama, soal keabsahan novasi kredit dari almarhum Tukimin ke Siti Rupigah, yang dinilai cacat hukum karena tidak melibatkan seluruh ahli waris, dilakukan dengan itikad buruk, dan dianggap tidak memenuhi unsur sebab yang halal sehingga batal demi hukum.

Kedua, menyangkut status hak tanggungan dan objek jaminan. Rumah yang dijadikan jaminan merupakan harta waris, sehingga menurut penggugat, setiap perubahan atau perikatan baru seharusnya disetujui seluruh ahli waris.

Ketiga, terkait tindakan BRI dalam analisis dan pelaksanaan kredit. Penggugat menilai BRI tidak menjalankan prinsip kehati-hatian, tidak transparan, dan diduga melanggar ketentuan perlindungan konsumen, termasuk pencantuman kredit modal usaha yang modalnya tidak pernah diterima Siti Rupigah.

Keempat, Kredit Almarhum hanya di cover asuransi jaminan saja tidak di asuransi jiwa, yang mana bank seharusnya mengcover asuransi jiwa atas setiap kredit.

Para penggugat juga mengaku mengalami berbagai kerugian, mulai dari potensi kehilangan harta waris akibat ancaman lelang, beban bunga yang terus berjalan setelah proses novasi, hingga tekanan psikis dan sosial akibat penagihan.

Dalam proses mediasi, penggugat meminta penyelesaian yang meliputi pembatalan novasi dan seluruh administrasi penetapan Siti Rupigah sebagai debitur, penghapusan hak tanggungan karena perjanjian pokok dinilai telah berubah, serta pengembalian seluruh harta waris berupa Sertifikat SHM No. 2659 dan No. 1169 yang seluruhnya atas nama almarhum Tukimin.

Heris berharap mediasi dapat menghasilkan penyelesaian yang lebih manusiawi mengingat rumah tersebut merupakan satu-satunya tempat tinggal Bu Siti.

“Kami ingin keadilan bagi keluarga yang selama ini dirugikan,” tegasnya.

Saat ini, kedua pihak masih menunggu agenda mediasi lanjutan yang akan digelar pekan depan.*

BNNP Lampung Musnahkan 11,2 Kilogram Sabu dan 770 Gram Ganja

JurnalKota.net – Bandar Lampung — Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung memusnahkan barang bukti narkotika hasil pengungkapan berbagai kasus di Lapangan Panggung Satpol PP Pemprov Lampung, Selasa (18/11/2025). Total barang bukti yang dimusnahkan mencapai 11.235,51 gram sabu dan 770 gram ganja.

Pemusnahan dilakukan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas BNNP Lampung dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah provinsi tersebut.

Rincian Barang Bukti

Barang bukti yang dimusnahkan berasal dari sejumlah kasus berbeda, antara lain:

1. Kasus pengedar narkoba berinisial S dan A dengan barang bukti 68,58 gram sabu.

2. Kasus jaringan bandar dan pengedar berinisial CS, JR, ZA, HT, DS, EVS, dan MS dengan barang bukti 11.158 gram sabu.

3. Kasus pengedar narkotika berinisial N dengan barang bukti 770 gram ganja.

4. Kasus pengedar berinisial DE dengan barang bukti 8,71 gram sabu.

Dihadiri Sejumlah Pejabat Penting

Acara pemusnahan barang bukti ini dihadiri oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Wakil Ketua IV DPRD Lampung Naldi Rinara, Pangdam XXI Raden Intan, Dir Narkoba Polda Lampung, Kepala Bea Cukai, Kepala Kejaksaan Tinggi, Kabinda Lampung, Ketua Granat Lampung, Kadis Kesehatan, serta tokoh masyarakat Ike Edwin.

Gubernur Apresiasi Kinerja Aparat

Dalam sambutannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal mengapresiasi BNNP Lampung dan seluruh aparat penegak hukum atas kerja keras dalam menekan peredaran narkotika.

“Pemusnahan barang bukti hari ini adalah bukti nyata komitmen pemerintah daerah bersama BNN dan aparat penegak hukum untuk menjaga masyarakat Lampung dari ancaman narkoba. Jumlah yang dimusnahkan bukan angka kecil, dan ini menunjukkan masih masifnya upaya para pelaku merusak generasi bangsa,” ujarnya.

Ia menegaskan komitmen Pemprov Lampung untuk terus memperkuat sinergi pencegahan, pemberantasan, dan rehabilitasi.

BNNP Lampung: Pemusnahan Bentuk Akuntabilitas

Kepala BNNP Lampung menyampaikan bahwa pemusnahan barang bukti ini merupakan langkah penting untuk memutus mata rantai peredaran gelap narkotika.

“Hari ini kita memusnahkan lebih dari 11 kilogram sabu dan 770 gram ganja. Barang bukti ini bila beredar bisa merusak ribuan masyarakat Lampung,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus merupakan hasil kerja sama intensif antara BNNP, Polda Lampung, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat aktif melaporkan jika menemukan indikasi penyalahgunaan atau peredaran narkoba,” tambahnya.

Perkuat Efek Jera dan Pencegahan

Dengan pemusnahan barang bukti tersebut, BNNP Lampung berharap dapat memberikan efek jera bagi para pelaku dan memperkuat upaya pencegahan serta pemberantasan narkotika di Provinsi Lampung.*

Tegaskan Perang terhadap Narkotika, Pemprov Lampung Bersama BNNP Lampung Musnahkan Barang Bukti Narkotika

LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung bersama BNNP Lampung melakukan pemusnahkan barang bukti narkotika sebanyak 11.324,99 gram…

Wabup Pesibar Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Krakatau 2025

PESISIR BARAT – Wakil Bupati Pesisir Barat (Pesibar), Irawan Topani, S.H., M.Kn., menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Krakatau 2025 di Mapolres Pesibar, Kecamatan Pesisir Tengah, Senin (17/11/2025). Apel dipimpin langsung Kapolres Pesibar, AKBP Bestiana, S.I.K., M.M., dan diikuti para Pejabat Utama (PJU) Polres Pesibar, Kepala Dinas Perhubungan Ariswandi, S.Sos., M.P., serta Kasat Pol-PP dan Damkar, Cahyadi Moe’is.

Dalam amanat Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf, S.I.K., M.H., yang dibacakan Kapolres Bestiana, disampaikan bahwa permasalahan lalu lintas berkembang pesat seiring meningkatnya jumlah kendaraan dan kebutuhan mobilitas masyarakat. “Transportasi memiliki peran vital dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan wilayah,” ujar Kapolres.

Tantangan Lalu Lintas dan Upaya Modernisasi Pelayanan

Kapolres Bestiana menjelaskan bahwa lalu lintas merupakan urat nadi kehidupan. Kemacetan yang tidak ditangani dengan cepat akan berdampak pada perlambatan pembangunan dan aktivitas masyarakat. Di era digital, kota-kota modern menggunakan konsep Smart City untuk layanan publik yang cepat, akurat, transparan, dan mudah diakses.

“Untuk mengimbangi perkembangan teknologi, Polantas telah memiliki aplikasi pelayanan digital seperti Electronic-Traffic Law Enforcement (ETLE), SIM Online (Sinar), Samsat Digital Nasional (Signal), dan Traffic Attitude Record (TAR),” jelasnya.

Angka Kecelakaan dan Pelanggaran Masih Tinggi

Berdasarkan evaluasi Subdit Gakkum Ditlantas Polda Lampung, angka kecelakaan di Provinsi Lampung pada Januari–Oktober 2025 tercatat 1.564 kasus, dengan:

  1. 466 korban meninggal dunia
  2. 1.090 luka berat
  3. 1.395 luka ringan

Tingginya angka pelanggaran juga menjadi faktor penyebab kecelakaan. Pada 2025 terdapat 238.581 pelanggaran lalu lintas, terdiri dari 27.550 tilang dan 211.301 teguran. Pelanggaran paling banyak dilakukan pengendara usia produktif 26–45 tahun, didominasi pengguna sepeda motor.

Operasi Zebra Jadi Langkah Strategis Jelang Nataru

Untuk menekan pelanggaran dan kecelakaan, berbagai upaya pembinaan telah dilakukan, mulai dari sosialisasi hukum, penyuluhan, hingga penempatan personel di titik rawan kecelakaan. Operasi Zebra Krakatau 2025 menjadi salah satu langkah strategis dalam mempersiapkan Operasi Lilin 2025 menjelang libur Natal dan Tahun Baru.

Operasi dilaksanakan secara serentak nasional mulai 17 hingga 30 November 2025 dengan pendekatan preemtif, preventif, dan represif yang tetap mengedepankan edukasi, persuasif, dan tindakan humanis. Penegakan hukum dilakukan melalui tilang manual, ETLE, dan teguran simpatik.

“Tujuan operasi ini adalah menurunkan angka pelanggaran, kecelakaan, dan fatalitas serta meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas,” tegas Kapolres.

Sasaran operasi mencakup berbagai potensi gangguan hingga gangguan nyata yang menyebabkan kemacetan dan kecelakaan. Pelanggaran prioritas meliputi balapan liar dan penggunaan knalpot brong.

Penekanan Kapolres untuk Personel di Lapangan

Kapolres Bestiana menegaskan kepada seluruh jajaran agar mengutamakan keamanan dan keselamatan selama operasi, serta menghindari tindakan yang dapat mencoreng citra Polri.

“Tidak berorientasi pada tilang semata, tetapi mengedepankan tindakan preemtif, preventif, dan tindakan simpatik humanis dengan tetap berpedoman pada SOP,” tandasnya.

Wakil Bupati Tinjau Progres Pembangunan RSUD KH. Muhammad Thohir, Target Rampung Akhir 2025

PESISIR BARAT — Wakil Bupati Pesisir Barat (Pesibar), Irawan Topani, S.H., M.Kn., meninjau perkembangan pembangunan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KH. Muhammad Thohir di Way Batu, Kelurahan Pasar Kota Krui, Kecamatan Pesisir Tengah, Senin (17/11/2025).

Dalam peninjauan tersebut, Wakil Bupati didampingi Kapolres Pesibar AKBP Bestiana, S.I.K., M.M., serta Sekretaris Daerah Tedi Zadmiko, S.K.M., M.M.

Wakil Bupati Irawan Topani mengungkapkan optimismenya bahwa pembangunan rumah sakit baru yang diproyeksikan memiliki fasilitas lengkap itu dapat selesai tepat waktu. “Mudah-mudahan dan kita optimis jadwalnya selesai pada akhir tahun ini bisa tercapai,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keberadaan rumah sakit baru tersebut sangat dinantikan masyarakat. Dengan selesainya pembangunan, tahapan berikutnya dapat segera dilanjutkan untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal. “Bagaimanapun juga keberadaan RS baru ini memang sangat kita tunggu, dengan harapan bisa melayani masyarakat Pesibar dengan optimal,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Wakil Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat dalam mendukung penuh pembangunan RSUD KH. Muhammad Thohir yang dikerjakan oleh PT PP (Persero). Menurutnya, sektor kesehatan merupakan salah satu program prioritas pemkab. “Artinya, Pemkab Pesibar memberikan dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan RSUD yang baru ini, demi memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal,” jelasnya.

Pemkab Pesibar juga terus berupaya memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan, khususnya dokter spesialis, untuk memperkuat pelayanan RSUD tersebut ketika resmi beroperasi. “Kami berharap mendapat dukungan dari berbagai pihak, sehingga cita-cita memberikan layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat benar-benar bisa terwujud,” tutupnya.

Hakrab ITSNU Lampung Jadi Ajang Penguatan Solidaritas Mahasiswa Teknologi Informasi

JurnalKota.net – Bandar Lampung – Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Lampung sukses menggelar Hari Keakraban (Hakrab) di Wira Garden, Bandar Lampung, Sabtu 15 November 2025.

Kegiatan yang diikuti mahasiswa baru dari seluruh program studi di Fakultas Teknologi ini bertujuan memperkuat rasa kebersamaan, mengenalkan budaya akademik, serta membangun ikatan yang harmonis antarwarga kampus.

Wakil Rektor I ITSNU Lampung, Dr. Sunarto, M.Pd.I, menegaskan bahwa Hakrab merupakan sarana fundamental untuk membentuk karakter mahasiswa sejak awal.

“Hakrab ini bukan hanya kegiatan penyambutan, tetapi proses pembentukan budaya akademik yang sehat dan penuh kekeluargaan. Kami ingin mahasiswa baru merasa memiliki tempat yang tepat untuk belajar, berkembang, dan berdaya,” ujarnya.

Dekan Fakultas Teknologi ITSNU Lampung, Aan Budianto, S.Pd., MA., turut memberikan apresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan ini.

“Kegiatan ini membantu mahasiswa baru untuk cepat beradaptasi dengan lingkungan kampus. Kami ingin mereka merasa diterima dan siap menempuh perjalanan akademik dengan percaya diri, semangat, dan rasa kebersamaan,” jelasnya.

Sementara itu, Kaprodi Teknologi Informasi, Maisaroh, S.Kom., M.TI, menekankan pentingnya interaksi antar-mahasiswa dan dosen dalam proses pembelajaran di era teknologi yang dinamis.

“Hakrab menjadi pintu awal bagi mahasiswa untuk mengenal budaya Prodi Teknologi Informasi. Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami kurikulum, tetapi juga membangun kedekatan dengan dosen, kakak tingkat, serta seluruh elemen pembelajaran di prodi. Interaksi yang baik akan mendukung proses akademik mereka ke depan,” ungkapnya.

Maisaroh juga berharap mahasiswa baru dapat memanfaatkan kegiatan ini untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan motivasi belajar.

“Kami ingin mahasiswa menjadi pribadi yang aktif, kolaboratif, dan siap menghadapi tantangan di dunia teknologi digital,” tambahnya.

Di sisi lain, Ketua Umum (Ketum) Himpunan Mahasiswa Teknologi Informasi (HIMATI), Anggi Meliyani, menyampaikan bahwa Hakrab menjadi ruang perkenalan yang sangat penting bagi mahasiswa baru Prodi Teknologi Informasi.

“Kegiatan ini kami rancang agar mahasiswa baru TI bisa saling mengenal, tidak hanya dengan teman seangkatan, tetapi juga dosen, Kaprodi, dan kakak tingkat. Ini menjadi dasar terbentuknya lingkungan belajar yang solid dan suportif,” katanya.

Anggi menegaskan bahwa kegiatan pertama HIMATI ini mendapat dukungan penuh dari kampus.

“Alhamdulillah kampus memberikan dukungan luar biasa sehingga kegiatan ini dapat berjalan lancar. Ini bentuk sambutan hangat kami kepada mahasiswa baru,” ujarnya.

Sebagai pesan penutup, Anggi mengajak seluruh mahasiswa memaksimalkan momentum ini.

“Jadikan Hakrab sebagai awal perjalanan panjang penuh prestasi. Bangun relasi, kembangkan potensi, dan jadilah bagian dari mahasiswa ITSNU Lampung yang membanggakan,” katanya.

Dengan terselenggaranya Hakrab di Wira Garden ini, Fakultas Teknologi ITSNU Lampung berharap munculnya generasi mahasiswa yang unggul, berkarakter kuat, dan mampu bekerja sama dalam menciptakan iklim akademik yang kreatif dan produktif.*

Gubernur Lampung Apresiasi Kajian Malam Minggu Pemuda Masjid Raya Al-Bakrie: “Masa Depan Negara Ada pada Generasi Mudanya”

Lampung – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengapresiasi kegiatan Kajian Malam Minggu yang rutin diselenggarakan Pemuda Masjid Raya Al-Bakrie Lampung. Ia menilai kegiatan yang diinisiasi oleh para anak muda ini sebagai wadah positif untuk memperkuat pemahaman agama sekaligus membentuk karakter generasi penerus bangsa.

“Kalau suatu daerah mau baik, maka agama umatnya dulu yang harus diperbaiki,” ujar Gubernur Mirza saat menghadiri kajian tersebut pada Sabtu, 15 November 2025.

Ia menegaskan bahwa peran pemuda dalam kegiatan keagamaan sangat penting untuk menentukan arah masa depan daerah dan negara.

“Saya sangat bangga, apalagi ini pengajian malam Minggu. Saya tahu kegiatan ini lahir dari inisiatif anak-anak muda,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Mirza juga menyampaikan pesan khusus kepada seluruh jemaah yang hadir.
“Kalau mau lihat masa depan suatu negara, lihat anak-anak mudanya,” ucapnya.

Koordinator Kajian Malam Minggu, Febrian Maulana Putra, turut mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia memberikan apresiasi kepada pemerintah provinsi atas kehadiran dan dukungan langsung dari Gubernur Lampung dan jajaran.

“Kehadiran Gubernur dan jajaran menjadi semangat bagi kami untuk terus maju. Terima kasih atas support yang diberikan kepada kajian malam Minggu ini,” kata Febrian.

Ia menambahkan bahwa dukungan dari pemerintah menjadi motivasi bagi para pemuda untuk terus mengembangkan kegiatan keagamaan di Masjid Raya Al-Bakrie.

Kajian malam Minggu Pemuda Masjid Raya Al-Bakrie akan terus digelar secara rutin sebagai upaya memperkuat literasi keagamaan, mempererat silaturahmi, serta membentuk karakter remaja dan pemuda agar semakin aktif dalam kegiatan positif.

Kegiatan ini turut didukung oleh Forum Pemuda Lampung Maju, HIPMI Syari’ah Provinsi Lampung, KNPI, BKPRMI Provinsi Lampung, Infokyai Team, dan Serabutan Team.

Harlah ke-69 Lampung Selatan Pecahkan Rekor MURI, Ribuan Warga Tumpah Ruah Meriahkan Pawai Akbar

JurnalKota.net – Lampung Selatan —– menorehkan sejarah baru dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 yang digelar pada Minggu, 16 November 2025. Ribuan masyarakat dari berbagai penjuru tumpah ruah di Lapangan Korpri, kompleks Kantor Bupati Lampung Selatan, untuk menyaksikan kemegahan pawai budaya serta pertunjukan seni terbesar tahun ini.

Sejak pagi, area perayaan telah dipadati warga yang antusias menunggu rangkaian acara. Dan benar saja, titik puncak perayaan hadir dengan spektakuler ketika Tarian Tuping 12 Wajah—ikon budaya khas Lampung Selatan—dipentaskan oleh ribuan penari secara serempak. Koreografi terstruktur dan ragam ekspresi Tuping yang khas membuat penampilan ini bukan hanya memukau, tetapi juga mengantarkan Lampung Selatan meraih penghargaan bergengsi dari Museum Rekor Indonesia (MURI).

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menerima piagam MURI tersebut secara langsung. Ia berdiri berdampingan dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Ketahanan Pangan (Menko Pangan), yang hadir sebagai tamu utama serta menjadi saksi pemecahan rekor bersejarah itu.

Menko Pangan mengapresiasi Lampung Selatan yang dinilainya berhasil menggabungkan kekuatan budaya dengan kreativitas masyarakat.
“Pemecahan rekor ini menunjukkan bahwa budaya bukan sekadar warisan, tetapi energi besar yang mampu menggerakkan masyarakat dan menghidupkan ekonomi kreatif,” ujarnya di hadapan ribuan warga.

Usai penyerahan piagam, sang Menteri bersama Bupati Egi menikmati atraksi debus yang turut disuguhkan dalam rangkaian HUT. Suasana semakin meriah saat persiapan flag off dimulai, memberi tanda dimulainya pawai budaya yang melibatkan sekitar 6.500 peserta. Peserta dari berbagai komunitas seni, sekolah, hingga organisasi masyarakat tampil dengan kostum penuh kreativitas, menghadirkan parade warna-warni yang memanjakan mata.

Tahun ini, perayaan HUT Lampung Selatan terasa semakin istimewa dengan kehadiran para tokoh nasional. Menteri Perdagangan, Pasha Ungu, Uya Kuya, Primus Yustisio, Putri Zulkifli Hasan, Zumi Zola, Eko Purnomo, hingga Desi Ratnasari turut hadir, menambah daya tarik acara sekaligus menarik simpati masyarakat yang memadati lokasi.

Dalam sesi doorstop singkat, Menko Pangan menegaskan kembali komitmen pemerintah pusat untuk memperkuat sinergi pembangunan di daerah.
“Lampung Selatan membuktikan diri sebagai daerah yang progresif. Pemerintah pusat siap mendukung agar upaya pemajuan budaya dan ketahanan pangan di daerah semakin kuat,” katanya.

Perayaan yang berlangsung hingga sore hari itu menutup rangkaian acara dengan pesan kuat: Lampung Selatan terus melangkah maju, menjadikan budaya sebagai fondasi kebersamaan dan sumber inspirasi bagi seluruh warganya.(Ugie)