IPR Ingatkan Janji Presiden Rp13 Triliun Untuk Renovasi 8.000 Sekolah: Jangan Abaikan Siswa di Sekolah Negeri

JurnalKota.net – JAKARTA- Indonesia Policy Review (IPR) mengingatkan janji Presiden Prabowo untuk renovasi 8.000 sekolah di seluruh Indonesia. Terutama sekolah-sekolah di daerah-daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Hal ini disampaikan Founder Indonesia Policy Review (IPR), Alіza Gunado, ST kepada pers di Jakarta, Senin (3/11).

“Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat sudah on the track. Jangan lupa memperbaiki 8.000 sekolah di daerah (3 T) yang jauh dari pembangunan, yang secara geografis terletak di bagian terdepan atau terluar Indonesia, dan seringkali mengalami keterbatasan akses karena kondisi geografis yang sulit,” ujarnya.

Aliza mengingatkan bahwa 8.000 ribuan sekolah itu membutuhkan perbaikan dan penambahan ruang kelas dan bangku belajar agar bisa lebih banyak menampung siswa.

“Masih banyak keluhan para siswa ditolak bersekolah karena sekolah sudah penuh tidak ada ruang kelas dan bangku belajar. Hari gini alasan itu sangat absurd,” ujarnya.

Alasan itu yang bertahun-tahun menurutnya melahirkan percaloan bangku sekolah, sehingga yang punya uang lah yang mendominasi di sekolah negeri.

“Padahal sekolah negeri adalah bentuk kehadiran negara untuk memastikan semua anak usia sekolah bisa bersekolah secara gratis. Sedangkan anak dari keluarga mampu sebenarnya bisa memilih bersekolah di sekolah swasta,” ujarnya.

Ia menegaskan, perbedaan sekolah negeri yang berfungsi memastikan semua anak bisa bersekolah terutama yang miskin dan tidak mampu. Sedangkan sekolah swasta pasti bisnis dan komersial yang hanya bisa dijangkau oleh keluarga yang mampu.

“Saat ini, karena kekurangan kelas dan bangku, anak dari keluarga miskin dan tidak mampu di arahkan untuk masuk sekolah swasta berdasarkan subsidi pemerintah. Artinya, sekolah swasta dibayar oleh pemerintah.

“Padahal kalau anggaran pemerintah dipakai untuk memperbanyak ruang kelas dan bangku belajar, pemerintah tidak perlu mengalokasikan subsidi untuk sekolah swasta, karena mereka bisnis pendidikan,” jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menilai uang sebesar Rp13 triliun bisa digunakan untuk memberikan manfaat bagi rakyat, seperti renovasi 8.000 sekolah.

Hal itu dikatakan Prabowo saat menyaksikan penyerahan uang pengganti kerugian negara dalam perkara tindak pidana korupsi pemberian fasilitas ekspor minyak kelapa sawit (CPO) dan turunannya sebesar Rp13,2 triliun di Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Senin (20/10) lalu.

“Rp13 triliun ini kita (pakai) untuk memperbaiki, renovasi 8.000 sekolah lebih,” tegas Presiden.

Aliza Gunado mengingatkan agar Presiden Prabowo memastikan agar alokasi dana Rp 13 triliun itu untuk perbaikan dan penambahan kelas dan bangku di 8.000 sekolah-sekolah negeri, bukan ke sekolah swasta yang berbisnis pendidikan.

“Agar tidak ada alasan lagi sekolah negeri untuk menolak siswa. Dan tidak ada alasan lagi untuk mensubsidi sekolah swasta yang komersial,” tegasnya.

*Korupsi Di Sekolah*

IPR juga menyoroti Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan 2024 tentang
korupsi Dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) di sekolah-sekolah yang hingga saat ini terus terjadi dan tidak terkendali menyebabkan turunnya kualitas pendidikan.

https://www.kpk.go.id/id/ruang-informasi/berita/temuan-spi-pendidikan-2024-12-dana-bos-tak-sesuai-peruntukan

“Sudah terlalu sering kita mendapatkan laporan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) disunat bukan untuk kepentingan sekolah sehingga kembali memberatkan orang tua murid dengan berbagai pungutan,” ujarnya.

Dari survey yang dilakukan KPK menurutnya sangat jelas modus korupsi di sekolah. Namun tidak ada perbaikan yang signifikan dilakukan pemerintah dari tingkatan Kementerian sampai ke dinas-dinas pendidikan.

“Seperti ada pembiaran pembobolan Dana BOS di sekolah-sekolah tanpa peduli dampak dari korupsi terhadap pendidikan siswa,” ujarnya.

Padahal menurutnya besaran Dana BOS per siswa per tahun (minimal) Taman Kanak-kanak (TK) dan PAUD Rp600.000; Sekolah Dasar (SD) Rp900.000; Sekolah Menengah Pertama (SMP) Rp1.100.000; Sekolah Menengah Atas (SMA) Rp1.500.000; Sekolah Menengah Kejuruan (SMK): Rp1.600.000 dan Sekolah Luar Biasa (SLB): Rp3.600.000.

“Setiap pemerintah daerah juga menambahkan Dana BOS sesuai dengan kemampuan daerah, namun masih saja ditemukan sekolah-sekolah yang menyandera ijazah siswa dengan alasan belum membayar uang sekolah. Memang, sangat ajaib dunia pendidikan kita,” ujarnya.

KPK menurutnya sudah mengungkapkan BOS bukanlah satu-satunya masalah. Sekitar 17% sekolah masih melakukan pungutan liar, 40% terindikasi melakukan nepotisme dalam pengadaan barang dan jasa, dan 47% diduga melakukan penggelembungan biaya. Bahkan, pelanggaran seperti laporan fiktif dan manipulasi dokumen masih ditemukan di 42% sekolah,” ujar Aliza.

IPR berharap Presiden Prabowo Subianto memasukan agenda perang melawan korupsi dari kementerian, dinas-dinas sampai sekolah, mengingat pentingnya peningkatan kualitas SDM masa depan.

“Jangan harap kita mampu bersaing dengan negara lain dengan kualitas SDM rendah. Bangsa kita hanya tetap sebagai buruh bahkan budak negara lain kalau kita kalah lama memerangi korupsi dalam dunia pendidikan,” tegas Aliza.

*Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat*

Dalam kesempatan yang sama IPR juga menyoroti program Sekolah Garuda yang akan menampung siswa cerdas dan berbakat dalam pendidikan khusus.

Aliza mengutip situs Kemenditisaintek tentang Sekolah Garuda dan mengutip pernyataan Menteri Sosial tentang sekolah rakyat. Disebutkan, sampai tahun 2029, akan dibangun 20 Sekolah Garuda Baru. Pada tahun 2025, empat sekolah akan dibangun dengan target mulai beroperasi di tahun ajaran 2026/2027. Kemudian, diharapkan akan terbentuk 80 Sekolah Garuda Transformasi hingga 2029.

https://kemdiktisaintek.go.id/kabar-dikti/kabar/pemerintah-memperkenalkan-sekolah-garuda-langkah-strategis-untuk-keseimbangan-akses-dan-akselerasi-talenta-berprestasi/

“Ini sekolah elit lah. Bagus aja. Mudahan berhasil,” ujarnya.

Disamping itu juga Presiden memastikan semua anak dari keluarga ekstrim miskin agar bisa bersekolah di Sekolah Rakyat.

Jumlah murid di program Sekolah Rakyat saat ini lebih dari 15.000 siswa di 165 Sekolah Rakyat.

“Sampai hari ini sudah ada 165 Sekolah Rakyat yang beroperasi, dan dibagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama, 63 titik beroperasi pada bulan Juli. Tahap kedua, 37 titik pada bulan Agustus. Tahap ketiga, 65 titik pada bulan September,” ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Sekolah Rakyat Kota Serang, Banten, Rabu (15/10/2025).

Ditargetkan Sekolah Rakyat akan mencapai 40.000 murid pada tahun 2026 dan 100.000 murid pada tahun 2027.

https://news.detik.com/berita/d-8162174/mensos-sebut-65-sekolah-rakyat-beroperasi-bulan-ini-kini-total-ada-165-titik

“Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat adalah strategi Presiden Prabowo Subianto untuk mengatasi carut-marut dunia pendidikan saat ini agar ada konsentrasi pendidikan pada siswa cerdas bertalenta dan pada anak-anak terlantar tak bersekolah,” ujar Aliza.

Namun demikian, Aliza Gunado mengingatkan agar selain pada Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat, Presiden Prabowo juga bisa memberikan perhatian yang sama pada puluhan juta siswa yang sedang belajar di sekolah-sekolah negeri di seluruh Indonesia.

Indonesia Policy Review (IPR) dibentuk untuk memonitor dan mengawal setiap kebijakan publik yang dibuat oleh pemerintah. (*)

HIPMI Syariah Lampung Audiensi ke OJK Perkuat Ekonomi Syariah 

JurnalKota.net – BANDARLAMPUNG — Badan Otonom Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Syariah Lampung mendapat sambutan hangat saat melakukan audiensi ke Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung pada Selasa (4/11/2025) siang. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal dalam menjalin sinergi strategis antara pelaku usaha muda syariah dan lembaga pengawas keuangan guna memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Provinsi Lampung.

Kepala OJK Provinsi Lampung, Otto Fitriandy, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif HIPMI Syariah Lampung yang hadir dengan semangat baru dalam mengembangkan ekonomi berbasis nilai-nilai Islam.

“Saya menyambut baik adanya HIPMI Syariah Lampung. Ini merupakan langkah positif dalam memperkuat peran pengusaha muda di sektor ekonomi syariah,” ujar Otto.

Otto menambahkan, salah satu tantangan yang dihadapi saat ini adalah rendahnya tingkat pemahaman masyarakat terhadap produk-produk keuangan berbasis syariah, khususnya saham syariah.

“Edukasi tentang produk saham syariah sangat penting. Namun sebaiknya dimulai dari lingkungan internal HIPMI Syariah terlebih dahulu agar pemahaman dan penerapan prinsipnya bisa lebih kuat,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Badan Otonom HIPMI Syariah Lampung, Ahmad Muqhis, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas penerimaan serta dukungan yang diberikan oleh pihak OJK Lampung.

“Terima kasih kepada Bapak Direktur OJK Lampung yang telah menerima audiensi kami. Semoga ke depan HIPMI Syariah dapat terus bersinergi dengan OJK dalam upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah, khususnya di kalangan pengusaha muda,” ungkap Ahmad.

Menurutnya, kolaborasi antara HIPMI Syariah dan OJK diharapkan dapat menghadirkan lebih banyak program edukasi dan pendampingan bagi pelaku usaha yang ingin menerapkan prinsip syariah dalam aktivitas bisnis mereka.

“Kami ingin menjadi bagian dari gerakan besar untuk menjadikan ekonomi syariah sebagai arus utama di Lampung, bukan hanya alternatif,” tambah Ahmad.

Audiensi tersebut diakhiri dengan semangat kolaborasi dan komitmen bersama untuk memperkuat peran HIPMI Syariah sebagai wadah pengusaha muda yang berkomitmen terhadap prinsip-prinsip ekonomi Islam, serta peran OJK sebagai lembaga pengawas yang turut mendorong literasi dan penguatan industri keuangan syariah di daerah.

Ketua BPD HIPMI Lampung, Gilang Ramadhan, juga menyampaikan dukungannya terhadap langkah yang diambil HIPMI Syariah Lampung.

“Kami dari BPD HIPMI Lampung sangat mendukung inisiatif yang dilakukan HIPMI Syariah. Semoga kolaborasi ini membawa dampak positif dan nyata bagi perkembangan ekonomi syariah di Lampung,” ujarnya.

Dengan pertemuan ini, HIPMI Syariah Lampung menegaskan komitmennya untuk menjadi motor penggerak bagi tumbuhnya ekosistem ekonomi syariah yang inklusif, modern, dan berkelanjutan di Provinsi Lampung.*

Sinergi OJK dan KSPM FEB UNILA Perkuat Literasi Keuangan  Generasi Muda di Puncak Bulan Inklusi Keuangan 2025

JurnalKota.net – Bandar Lampung, 30 Oktober 2025 – Dalam rangka memperingati Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung bersama Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) FEB Universitas Lampung menyelenggarakan Puncak Gebyar Bulan Inklusi Keuangan OJK Lampung Tahun 2025 yang menampilkan 6 jenis perlombaan dan Seminar Nasional yang bertajuk “Ignite the Knowledge to Discover Opportunities in Volatile Capital Market”.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya OJK untuk memperkuat edukasi keuangan di kalangan mahasiswa sebagai generasi penerus yang akan berperan besar dalam membangun ekosistem keuangan yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota DPD RI, Almira Nabila Fauzi; Kepala Kantor OJK
Provinsi Lampung, Otto Fitriandy; Dosen pembina UKM F KSPM FEB Unila, Usep
Syaipudin; Kepala Kantor BEI Perwakilan Lampung, Hendi Prayogi. Turut hadir pula
jajaran narasumber, juri, dosen, serta rekan-rekan KSPM dan mahasiswa.

Dalam sambutannya, Kepala OJK Provinsi Lampung, Otto Fitriandy, menekankan
pentingnya meningkatkan pemahaman keuangan di kalangan generasi muda.

“Mahasiswa merupakan kelompok usia dengan tingkat literasi keuangan relatif
tinggi, namun masih terdapat kesenjangan dengan tingkat inklusi keuangan. Oleh
karena itu, melalui kegiatan seperti ini kami ingin mengarahkan mahasiswa agar
mampu menjadi smart investors—bijak dalam berinvestasi, paham risikonya, dan
tidak mudah tergiur tawaran investasi yang tidak legal maupun tidak logis,” ujar Otto.

Otto juga menyoroti bahwa di era digital, mahasiswa menjadi kelompok yang paling
rentan terhadap modus kejahatan keuangan seperti investasi bodong dan penipuan
berbasis media sosial. Karena itu, OJK terus memperkuat sinergi dengan dunia
pendidikan dan industri jasa keuangan untuk memperluas akses informasi dan literasi keuangan di kalangan pelajar dan mahasiswa. “Financial freedom tidak bisa
diraih secara instan. Diperlukan kedisiplinan dan pemahaman sejak dini tentang
prinsip keuangan yang sehat,” tambahnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung yang diwakili oleh Usep Syaipudin menyampaikan apresiasinya kepada OJK atas kolaborasi yang terus terjalin. Ia menegaskan bahwa kampus merupakan mitra strategis dalam mendukung peningkatan literasi keuangan nasional, sekaligus wadah untuk membentuk generasi muda yang melek finansial dan tangguh menghadapi perubahan ekonomi global.

Ketua Pelaksana kegiatan, Reka Aldilana Ramadhan, menyampaikan terima kasih
kepada OJK dan BEI Lampung atas dukungan dan kesempatan berkolaborasi.

Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu keuangan dalam kehidupan nyata serta menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPD RI, Almira Nabila Fauzi, menegaskan
pentingnya sinergi antara regulator, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam
membangun budaya keuangan yang sehat. Menurutnya literasi dan inklusi keuangan bukan hanya tentang pengetahuan, tetapi tentang keberanian mengambil keputusan finansial yang bertanggung jawab.

Melalui kegiatan ini, OJK Provinsi Lampung menegaskan komitmennya untuk terus
memperluas literasi dan inklusi keuangan di kalangan mahasiswa, sekaligus membangun generasi muda yang cerdas finansial, bijak berinvestasi, dan berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.*

Pangdam XXI/Raden Inten Hadiri Upacara Farewell dan Welcome Parade Kapolda Lampung

JurnalKota.net – Lampung, – Pangdam XXI/Raden Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si. (Han) menghadiri Upacara Farewell and Welcome Parade Kapolda Lampung, yang ditandai dengan penyerahan Pataka Polda Lampung dari Irjen Pol Helmy Santika, S.H., S.I.K., M.Si. (Kapolda Lama) kepada Irjen Pol Helfi Assegaf, S.I.K., M.W. (Kapolda Baru), bertempat di Mapolda Lampung, Jl. Terusan Ryacudu, Way Huwi, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Senin (3/11/2025).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Anggota Komisi IV DPR RI, Ketua DPRD Provinsi Lampung, Danrem 043/Garuda Hitam, Kabinda Lampung, Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Kajati Lampung, Asops Kasdam XXI/RI, Forkopimda Provinsi Lampung, Pejabat Utama Polda Lampung, serta tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh pemuda Provinsi Lampung.

Dalam amanatnya, Irjen Pol Helmy Santika menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran Polda Lampung dan mitra kerja atas dukungan selama dirinya menjabat Kapolda Lampung lebih dari dua tahun. Ia juga berharap sinergitas antara TNI, Polri, dan masyarakat di Provinsi Lampung dapat terus ditingkatkan untuk kemajuan bersama.

> “Saya berharap Kapolda Lampung yang baru dapat melanjutkan tugas dan tanggung jawab ini dengan lebih baik lagi, serta terus memperkuat sinergitas dengan seluruh elemen masyarakat,” ujar Irjen Pol Helmy Santika.

Sementara itu, Kapolda Lampung yang baru, Irjen Pol Helfi Assegaf, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pendahulunya atas dedikasi dan pengabdiannya selama menjabat.

> “Saya mengucapkan terima kasih kepada Irjen Pol Helmy Santika atas bimbingan dan kerja keras beliau membangun Polda Lampung. Saya akan melanjutkan dan meningkatkan capaian yang telah diraih untuk menjadikan Polda Lampung semakin baik ke depan,” tegas Irjen Pol Helfi Assegaf.

Lebih lanjut, Kapolda Lampung yang baru menegaskan komitmennya untuk mempererat sinergi antara TNI, Polri, dan masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta memperkuat persaudaraan di Provinsi Lampung.

> “Sebagai Kapolda Lampung, saya akan berupaya semaksimal mungkin menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan Polda dan kesejahteraan masyarakat Lampung,” pungkasnya.*

“PCNU Gelar Halaqoh Kyai Pesantren Se-Kota Bandar Lampung Bahas Peran Keagamaan dan Kebangsaan Pesantren”

JurnalKota.net – Bandar Lampung, 29 Oktober 2025 – Para kyai dan pimpinan pondok pesantren se-Kota Bandar Lampung menggelar Halaqoh bertajuk “Meneguhkan Peran Keagamaan dan Kebangsaan Pondok Pesantren” di Pondok Pesantren Hikmatul Mubtadi-aat, Kota Bandar Lampung.

Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan tokoh penting di lingkungan pesantren dan pemerintahan, di antaranya Ketua PCNU Kota Bandar Lampung Ichwan Adji Wibowo, Wakil Rais Syuriah PWNU Lampung sekaligus Akademisi UIN Raden Intan Lampung Prof. Dr. Abdul Syukur, M.A, Wakil Rais Syuriah PWNU Lampung Drs. K.H. Basyaruddin Maisir, Kepala BP2MI Lampung Ahmad Fauzi, Kepala Kemenag Kota Bandar Lampung Drs. H. Muhammad Makmur, Rais Syuriah PCNU Kota Bandar Lampung KH. Izzuddin Abdussalam, Mustasyar PCNU Kota Bandar Lampung K.H. Abah Badruzzaman, serta tuan rumah pengasuh pondok pesantren Hikmatul Mubtadi-aat Ahmad Nasoha. Sekitar 50 pimpinan pesantren turut hadir dalam Halaqoh.

Rais Syuriah PCNU Kota Bandar Lampung KH. Izzuddin Abdussalam menekankan pentingnya ukhuwah dan sinergi antar-pesantren. “Kita harus kohel, saling dekat dan mendukung satu sama lain. Dengan kebersamaan dan koordinasi yang baik, pesantren di Bandar Lampung akan berkembang sejajar bahkan lebih unggul dibanding daerah lain,” ujarnya.

Dalam Kesempatan tersebut, Ketua PCNU Kota Bandar Lampung Ichwan Adji Wibowo menyampaikan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membangun moral dan peradaban bangsa. Ia juga mengapresiasi kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang telah membentuk Direktorat Jenderal Pondok Pesantren di Kementerian Agama. “Ini bukti perhatian nyata terhadap dunia pesantren yang perlu kita dukung demi stabilitas dan keberlanjutan pembangunan,” ungkapnya.

Kepala Kemenag Kota Bandar Lampung Drs. H. Muhammad Makmur menegaskan bahwa pesantren adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah perjuangan bangsa. “Tanpa kiai, santri, dan pesantren, perjalanan Indonesia tidak akan sampai pada titik ini. Pesantren adalah owner bangsa, penjaga dan pemilik negeri ini,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahaya munculnya ideologi transnasional dan “ustadz instan” yang dapat mengikis nilai kebangsaan. Menurutnya, nilai-nilai Pancasila sejatinya bersumber dari ajaran Islam: tauhid, akhlak, ukhuwah, musyawarah, dan keadilan sosial.

Sementara itu, Prof. Dr. Abdul Syukur, M.A menyoroti pentingnya integrasi nilai keislaman dan kebangsaan dalam pendidikan pesantren. “Pesantren harus menjadi pusat pendidikan kewarganegaraan berbasis religiusitas. Hubbul wathan minal iman (cinta tanah air bagian dari iman) harus ditanamkan dalam seluruh proses pendidikan pesantren,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pesantren berpotensi besar menjadi pusat rekonsiliasi sosial dan moral bangsa, terutama di tengah fragmentasi sosial yang makin kompleks.

Halaqoh kyai pesantren se Bandar Lampung, memiliki pandangan, pendirian dan menyampaikan hal hal sebagai berikut:

1. Meminta kepada semua pihak, baik pemerintah maupun seluruh lapisan masyarakat untuk berkomitmen menjaga dan mendukung eksistensi pesantren, karena menjaga pesantren sama saja menjaga hubungan agama dengan negara.

2. ⁠Mengapresiasi dan menghormati komitmen pemerintahan Prabowo dalam melanjutkan implementasi undang undang pesantren, terbukti dengan pembentukan dirjen pesantren pada kementerian agama dan bukti perhatian lainnya.

3. ⁠Mengapresiasi Pemerintah Kota Bandar Lampung dibawah kepemimpinan bunda Eva Dwiana yang istikomah memberikan perhatian, mensuport serta mendorong kemajuan kehidupan pesantren dan keagamaan di Kota Bandar Lampung melalui berbagai skema program pemerintah kota dalam bidang keagamaan dan kepesantrenan.

4. ⁠Para kyai Pesantren berpandangan bahwa pemerintahan di semua level adalah representasi Ulil Amri atau pemegang amanah rakyat maka para kyai merasa wajib membangun relasi positif dengan pemerintah, dalam rangka memastikan agar kepemimpinannya sesuai dengan kaidah Tasharruf al-Imam ‘ala al-ra’iyyah manutun bi al-maslahah (berorientasi kepada kemaslahatan rakyatnya).

5. ⁠Para kyai siap menjadi bagian dalam upaya mencegah dan memberantas narkoba dan terorisme. Dalam hal terorisme, siap mengembangkan dialog islam sebagai agama rahmatan lil’alamin serta siap ikut melakukan deradikalisasi terhadap faham-faham dan gerakan yang ada.

6. ⁠Para kyai siap menjadi komunikator yang menyambungkan kebijakan dan program kepada seluruh masyarakat. Hal ini penting dalam rangka meningkatkan hubungan komunikasi pemerintah dengan rakyat.

7. Para kyai mendukung upaya semua pihak dalam mencegah terjadinya perundungan (bullying) dan pelecehan seksual yang terjadi di manapun baik di lembaga pendidikan formal maupun di lingkungan pesantren.

8. Para kyai mengharap dan meminta pemerintah daerah baik provinsi maupun kota segera melanjutkan proses peraturan hukum turunan dari Undang undang pesantren seperti pergub, perda kota hingga perwali.

9. ⁠Para kyai meminta kepada semua pihak untuk peduli dan menjaga kelestarian lingkungan, dengan mengembangkan sikap ketauladanan demi menjaga amanah dari generasi sesudah kita.*

Peluncuran Program “Jaga Jakarta Tanpa Narkoba” Aksi Kolaborasi Untuk Indonesia Bersinar

JurnalKota.net – Jakarta – Badan Narkotika Nasional (BNN) secara resmi meluncurkan Program “Jaga Jakarta Tanpa Narkoba” melalui Apel Kebangsaan yang digelar di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat, pada Rabu (30/10). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mewujudkan Jakarta yang aman, bersih, sehat, dan tangguh dari ancaman penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.

Program “Jaga Jakarta Tanpa Narkoba” merupakan inisiatif strategis yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, dunia usaha, media massa, dan seluruh elemen masyarakat. Sinergi ini menjadi wujud nyata komitmen bersama untuk melindungi masyarakat DKI Jakarta sebagai pusat pemerintahan, ekonomi, dan kehidupan sosial budaya bangsa dari bahaya narkoba.

Program kolaborasi ini memiliki tiga fokus utama. Pertama, penguatan ketahanan masyarakat melalui pembentukan dan penguatan Kelurahan Bersinar (Bersih Narkoba) serta pemberdayaan komunitas lokal sebagai pelopor pencegahan. Kedua, kolaborasi dan sinergi lintas sektor antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, dan dunia usaha dalam pelaksanaan program edukasi, deteksi dini, serta intervensi berbasis masyarakat. Ketiga, pemanfaatan teknologi informasi dan media digital untuk memperluas jangkauan upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), sekaligus meningkatkan literasi masyarakat terhadap bahaya narkoba, khususnya di kalangan generasi muda.

Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, dalam sambutannya menegaskan bahwa narkoba merupakan ancaman nyata bagi stabilitas nasional. Ia menekankan bahwa penyalahgunaan narkotika tidak hanya merusak individu, tetapi juga berpotensi menjadi instrumen subversif yang secara sistematis dapat melemahkan ketahanan bangsa dan mengancam masa depan generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) harus dilakukan secara komprehensif, holistik, integratif, dan berkelanjutan.

“Dari panggung Apel Kebangsaan ini, mari Kita tabuh lebih keras genderang perang melawan narkoba!” tegas Kepala BNN RI di hadapan ribuan peserta apel, yang terdiri dari berbagai unsur masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BNN RI juga mengajak seluruh elemen masyarakat Jakarta untuk mewujudkan tiga hal penting. Pertama, menjadikan lingkungan sebagai zona bersih dari penyalahgunaan narkoba. Kedua, menjadikan keluarga sebagai benteng pertama dalam melawan penyalahgunaan narkoba. Ketiga, menumbuhkan semangat kebangsaan dan gotong royong sebagai senjata moral dalam menjaga masa depan bangsa dari ancaman narkotika.

BNN berharap Program “Jaga Jakarta Tanpa Narkoba” dapat menjadi gerakan moral, sosial, dan kebangsaan yang menjadi model kolaborasi nasional dalam membangun desa/kota yang bersih tanpa narkoba.

Program ini diharapkan dapat direplikasi di seluruh wilayah Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan nasional di tingkat daerah untuk mewujudkan Indonesia Bersinar, bersih tanpa narkoba.*

 

Lampung Perkuat Pondasi Ekonomi dan Investasi untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

JurnalKota.net – BANDAR LAMPUNG – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat pondasi ekonomi daerah melalui peningkatan iklim investasi yang kondusif, kompetitif, dan berkelanjutan. Upaya ini menjadi bagian dari strategi besar Pemprov dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan merata di seluruh wilayah.

‎”Investasi menjadi motor penting bagi pembangunan Lampung. Karena itu, kami berkomitmen menciptakan lingkungan yang ramah bagi investor, baik dalam negeri maupun asing, melalui kemudahan perizinan, kepastian hukum, dan dukungan infrastruktur yang memadai,” ujar Marindo di Bandar Lampung, Sabtu (1/11/2025).

‎Menurutnya, kinerja investasi Lampung menunjukkan hasil yang menggembirakan. Hingga triwulan III tahun 2025, realisasi investasi telah melampaui target tahunan, dengan total capaian mencapai Rp12,95 triliun, atau 120,32 persen dari target Rp10,76 triliun.

‎Dari total tersebut, Rp2,12 triliun berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan Rp10,83 triliun dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). “Capaian ini merupakan bukti bahwa kepercayaan investor terhadap Lampung semakin kuat,” kata Marindo.

‎Beberapa sektor menjadi penggerak utama pertumbuhan investasi di Lampung. Untuk PMA, sektor yang tumbuh pesat antara lain industri makanan, tanaman pangan, peternakan dan perkebunan, transportasi, pergudangan, telekomunikasi, industri kimia, farmasi, serta pertambangan. Sedangkan untuk PMDN, sektor dominan meliputi industri makanan, pertambangan, perdagangan dan reparasi, hotel dan restoran, serta sektor tanaman pangan dan perkebunan.

‎Penanaman modal asing yang mengalir ke Lampung terutama berasal dari Singapura, Korea Selatan, Malaysia, Australia, dan Tiongkok. Negara-negara tersebut menilai Lampung memiliki potensi besar sebagai pusat agroindustri dan manufaktur di kawasan Sumatera bagian selatan.

‎Transformasi Ekonomi dan Hilirisasi

‎Marindo menjelaskan bahwa struktur ekonomi Lampung saat ini masih didominasi oleh sektor jasa dan perdagangan, namun pemerintah tengah melakukan transformasi dengan memperkuat sektor industri pengolahan dan hilirisasi komoditas unggulan seperti singkong, kopi, lada, dan kelapa sawit.

‎”Fokus kami saat ini adalah memperkuat rantai nilai ekonomi daerah dengan mendorong industri pengolahan berbasis potensi lokal. Dengan begitu, Lampung tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi juga produsen bernilai tambah tinggi,” jelasnya.

‎Kinerja ekonomi Lampung juga menunjukkan tren positif. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 2024 tercatat mencapai Rp483,88 triliun, dengan kontribusi terbesar berasal dari sektor pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan yang menyumbang 59,39 persen terhadap total PDRB. Posisi ini menempatkan Lampung sebagai perekonomian terbesar keempat di Pulau Sumatera.

‎Hingga semester I-2025, nilai PDRB Lampung telah mencapai Rp256,1 triliun, mencerminkan laju pertumbuhan yang stabil. Pada triwulan I, ekonomi Lampung tumbuh 5,47 persen, dan tetap terjaga di atas 5 persen pada triwulan II (5,09 persen).

‎Sektor industri pengolahan menjadi mesin utama ekonomi daerah, dengan kontribusi 18,93 persen terhadap PDRB atau sekitar Rp91,5 triliun pada 2024. Sebagian besar didominasi oleh industri makanan dan minuman.

‎Keunggulan Lampung, lanjut Marindo, terletak pada ketersediaan bahan baku lokal yang melimpah. Lebih dari 75 persen bahan baku industri pengolahan berasal dari dalam provinsi, menjadikan biaya produksi lebih efisien dan meningkatkan daya saing produk di pasar nasional maupun global.

‎Selain itu, Lampung memiliki tenaga kerja produktif lebih dari 5 juta jiwa yang siap terserap dalam dunia industri. “Kami terus mendorong pelatihan vokasi dan peningkatan keterampilan tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan industri modern. SDM yang kuat akan menjadi kunci keberlanjutan investasi,” tambahnya.

‎Dalam memperkuat iklim investasi, Pemprov Lampung juga berfokus pada reformasi birokrasi dan digitalisasi layanan publik. Melalui sistem Online Single Submission (OSS), seluruh proses perizinan kini dapat dilakukan secara daring.

‎”Kemudahan berusaha menjadi prioritas kami. Semua proses kini dilakukan secara digital melalui OSS, sehingga investor tidak perlu lagi mengurus izin secara manual,” ujarnya.

‎Ia menambahkan, langkah Pemprov Lampung tidak hanya berfokus pada penyederhanaan birokrasi, tetapi juga pada pembenahan layanan publik agar dapat membangun kepercayaan investor dan memastikan setiap proyek berjalan lancar.

‎Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan mitra global, Pemerintah Provinsi Lampung bertekad menjadikan wilayahnya tidak hanya sebagai lumbung pangan nasional, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi berbasis industri dan hilirisasi berkelanjutan di Indonesia bagian barat.

‎Dengan langkah-langkah strategis yang terus dijalankan, Lampung kini bukan sekadar tujuan investasi potensial, tetapi telah menjelma menjadi poros pertumbuhan ekonomi baru yang menarik perhatian investor nasional maupun internasional. (*)

Tingkatkan Kinerja dan Profesionalisme, Danrem 043/Gatam Sampaikan Arahan kepada Prajurit dan PNS

JurnalKota.net – Bandar Lampung – Usai pelaksanaan Upacara Bendera Mingguan, Komandan Korem 043/Garuda Hitam Brigjen TNI Haryantana, S.H. memberikan Jam Komandan berupa pengarahan kepada seluruh prajurit dan PNS Korem 043/Gatam, Senin (03/11/2025).

Kegiatan yang berlangsung dengan penuh kesederhanaan dan keakraban tersebut turut dihadiri oleh Kasrem 043/Gatam Kolonel Inf Sumarlin Marzuki, S.E., M.Han., para Kasi, Pasi, Kabalak, serta Dantim Intel Rem 043/Gatam.

Dalam arahannya, Brigjen TNI Haryantana menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas dedikasi serta loyalitas seluruh prajurit dan PNS Korem 043/Gatam yang telah melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, tulus, dan ikhlas.

> “Saya sangat bangga dengan satuan Korem 043/Gatam beserta jajarannya, terutama kepada prajurit dan PNS yang telah bekerja dengan tulus dan ikhlas dalam menjalankan tugas pengabdiannya sebagai abdi negara,” ujar Danrem.

Lebih lanjut, Danrem berpesan agar seluruh anggota senantiasa menjaga kesehatan, kekompakan, dan keharmonisan, karena hal tersebut menjadi kunci utama dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas di satuan.

Pada kesempatan itu, Brigjen TNI Haryantana juga menekankan pentingnya menjauhi segala bentuk pelanggaran, seperti penyalahgunaan narkoba, judi online, pinjaman online, serta investasi ilegal yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, maupun satuan.

> “Jangan sekali-kali bermain dengan narkoba. Itu bisa merusak diri sendiri, keluarga, dan satuan kita. Hindari juga kegiatan werping casis. Bila ingin membantu masyarakat, bantulah dengan benar dan berikan mereka semangat serta dukungan,” tegas Danrem.

Dengan adanya pengarahan tersebut, diharapkan seluruh prajurit dan PNS Korem 043/Gatam semakin termotivasi untuk meningkatkan kinerja, profesionalisme, dan disiplin dalam setiap pelaksanaan tugas, demi mewujudkan satuan yang solid, tangguh, dan berintegritas tinggi.*

123 Siswa Diktuk Bintara Polri SPN Polda Lampung Latja di Polresta Bandar Lampung

JurnalKota.net – Bandar Lampung – Sebanyak 123 siswa Diktuk Bintara Polri T.A. 2025 SPN Polda Lampung resmi memulai Latihan Kerja (Latja) di Polresta Bandar Lampung. Latja dibuka langsung oleh Wakapolresta Bandar Lampung, AKBP Erwin Irawan, bertempat di Mapolres setempat, Senin (3/11/2025).

Dalam amanatnya, Waka Polresta Bandar Lampung, AKBP Erwin Irawan mewakili Kapolresta Bandar Lampung menyampaikan bahwa Latja ini merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter dan profesionalisme calon Bintara Polri.

“Kegiatan yang kalian laksanakan ini hendaknya menjadi bekal awal dalam menempuh tugas-tugas kepolisian ke depan secara profesional. Gunakan kesempatan ini untuk belajar, memahami, dan mengasah kemampuan agar siap saat bertugas di lapangan nanti,” ujar Waka Polresta Bandar Lampung.

Sebanyak 123 siswa tersebut terbagi ke dalam 5 (lima) peleton dan akan melaksanakan latihan kerja selama sekitar satu minggu dengan jadwal yang telah ditentukan.

AKBP Erwin juga menambahkan bahwa latihan kerja di Polresta Bandar Lampung bersifat pengenalan, namun menjadi sarana penting bagi para siswa untuk memahami secara langsung dinamika tugas kepolisian di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa mampu mengembangkan inisiatif, kreativitas, dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas Polri.

“Tugas Polri ke depan semakin berat. Diperlukan sosok Bintara Polri yang kreatif, terampil, profesional, dan patuh hukum, serta memiliki karakter sesuai dengan semangat Presisi, Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan,” tegasnya.

Waka Polresta juga memberikan pesan khusus kepada para supervisor dan mentor pendamping siswa Latja agar menjalankan peran sebagai pelatih sekaligus penilai dengan penuh tanggung jawab, sesuai dengan program pendidikan dan pelatihan yang telah ditetapkan oleh SPN Polda Lampung.

Mengakhiri arahannya, Waka Polresta berpesan agar seluruh siswa dapat memanfaatkan waktu latihan kerja dengan sebaik-baiknya, menjaga sikap, disiplin, serta menunjukkan semangat belajar yang tinggi.

“Gunakan kesempatan ini sebagai sarana untuk benar-benar memahami dan mampu mengaplikasikan tugas-tugas Polri di lapangan. Dengan demikian, kalian akan siap menjadi anggota Polri yang membanggakan,” pungkasnya.

Dengan ditandainya apel pembukaan ini, pelaksanaan Latja Siswa Diktuk Bintara Polri T.A. 2025 SPN Polda Lampung di Polresta Bandar Lampung resmi dimulai. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempersiapkan generasi penerus Polri yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.*

Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan Ajak Praja IPDN Asal Lampung Jadi Aparatur Berintegritas dan Inovatif

JurnalKota.net – Sumedang, Jawa Barat — Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan, melakukan ramah tamah dan silaturahmi bersama Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) asal Provinsi Lampung di Gedung Fakultas Politik Pemerintahan IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (28/10/2025) malam.

Acara yang digelar di sela kegiatan Retreat Sekretaris Daerah (Sekda) dan Kepala Bappeda se-Indonesia tersebut menjadi momentum kebersamaan antara jajaran pemerintah daerah dan para calon aparatur pemerintahan asal Bumi Ruwa Jurai.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekda Provinsi Lampung, para Sekda Kabupaten/Kota se-Lampung, Kepala Bappeda Provinsi dan Kabupaten/Kota, serta 85 orang Praja IPDN asal Lampung.

Dalam sambutannya, Sekdaprov Marindo Kurniawan menyampaikan apresiasi kepada pihak IPDN yang telah memfasilitasi kegiatan ramah tamah tersebut. Ia menegaskan, pertemuan itu merupakan bentuk perhatian dan dukungan pemerintah daerah terhadap para praja Lampung yang tengah menempuh pendidikan kepamongprajaan.

“Kesempatan ini menjadi ajang silaturahmi yang berharga sekaligus bentuk motivasi bagi adik-adik praja asal Lampung. Kalian adalah aset berharga daerah, calon-calon pemimpin masa depan yang akan meneruskan estafet pemerintahan dan pembangunan di tanah kelahiran kita,” ujar Marindo.

Ia berpesan agar para praja selalu menjaga disiplin, etika, dan semangat belajar, serta menjunjung tinggi Tri Dharma IPDN.

“Kami hadir malam ini bukan hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga memberikan semangat agar kalian tetap teguh memegang prinsip pengabdian kepada masyarakat dan negara. Lampung membutuhkan generasi muda yang berintegritas, melayani dengan hati, dan mampu berinovasi untuk kemajuan daerah,” tambahnya.

Selain Marindo, Inspektur Provinsi Lampung dan Sekda Kabupaten Lampung Utara, yang juga merupakan alumni IPDN turut memberikan pesan dan arahan kepada para praja agar terus menjaga nama baik daerah serta menjadi teladan di lingkungan kampus.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Pesisir Barat, Tedi Zadmiko, menekankan pentingnya menjadikan masa pendidikan di IPDN sebagai awal dari pengabdian besar kepada bangsa dan daerah.

“Gunakan kesempatan ini sebaik mungkin untuk belajar dan membentuk karakter kepemimpinan yang kuat. Pesisir Barat dan seluruh Lampung membutuhkan aparatur yang tangguh, jujur, dan berintegritas,” ucap Tedi.

Dalam kesempatan yang sama, Praja M. Hikmal Hidayat, selaku ketua kontingen Lampung, menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran para Sekda dan pejabat daerah Lampung.

“Pertemuan seperti ini sangat langka dan merupakan kehormatan bagi kami bisa bertatap muka langsung dengan para pimpinan daerah. Ini menjadi motivasi besar untuk terus berprestasi dan menjaga nama baik Lampung,” ungkapnya.

Acara malam ramah tamah diisi dengan perkenalan antar praja, makan malam bersama, bincang santai, serta penyerahan cenderamata dari Inspektur Provinsi Lampung mewakili Sekda dan Kepala Bappeda se-Lampung kepada perwakilan praja.

Kegiatan diakhiri dengan doa dan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan dukungan pemerintah daerah terhadap generasi penerus aparatur pemerintahan asal Lampung.

Sebagai informasi, Praja IPDN asal Lampung telah menorehkan prestasi membanggakan, salah satunya Saddam Al Yasri Firstya, lulusan IPDN Angkatan XXXI tahun 2024, yang meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,87 dan memperoleh penghargaan Kartika Astha Bratha.*

Kembangkan Potensi Seni Generasi Muda, Bento Kopi Gelar Lomba Solo Song Part II

JurnalKota.net – Bandar Lampung – Bernyanyi merupakan satu di antara aktivitas yang banyak digemari semua kalangan, baik pria wanita, tua muda, bahkan anak-anak hingga kaum lansia.

Bento kopi hadir bertujuan untuk memberikan wadah bagi remaja kita dalam mengekspresikan bakat musik mereka, sekaligus menginspirasikan mereka untuk terus mengembangkan potensi dalam bidang seni musik.

Muhammad Rifqi Al Fatah selaku selaku manager mengatakan Acara lomba ini merupakan bagian dari pengembangan bakat seni dan kreativitas generasi muda yang Terdiri dari tingkatan anak anak, remaja dan dewasa, khusus nya di wilayah kota Bandar lampung.

Lomba menyanyi ini menarik perhatian luas masyarakat, dengan peserta dari berbagai usia mulai dari kalangan anak anak, remaja hingga dewasa yang siap menunjukan kemampuan vokal mereka.(29/10/25)

“Acara ini di mulai dari tanggal 31 Oktober sampai dengan 3 november dan Hadiah hadiah nya menarik dari juara pertama 750 ribu piala dan piagam, juara kedua 500 ribu piala dan piagam, juara ketiga 300 ribu piala dan piagam. Dan untuk pendaftaran nya hanya 25 ribu saja, kalian bisa datang ke outlet kami di jalan pulau Sebesi Sukarame tepatnya di belakang kampus UIN, ataupun bisa by online, langsung hubungin CP di flayer dan payment pendaftaran bisa transfer. Tunggu apalagi, daftarkan diri kalian”. ujarnya kepada media.

Ditempat yang sama yaser yang sering disapa Acen selaku ketua pelaksana mengatakan lomba ini kita adakan yang kedua kali nya, dimana lomba pertama sukses dan meriah, kami juga berharap lomba kedua ini sukses kembali. Lomba ini juga tidak kalah seru karna di final ada penampilan menarik perfome dari band astagiri dan DJ bian, jadi tunggu apalagi daftarkan segera tunjukan bakat. mu.pungkasny.*

Polres Pesisir Barat Gelar Upacara Bersama Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-97

JurnalKota.net – Pesisir Barat – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 yang jatuh pada 28 Oktober 2025, Polres Pesisir Barat menggelar upacara bersama di halaman Pemda Pesisir barat, Selasa pagi (28/10/2025).

Kegiatan upacara ini berlangsung dengan lancar yang di ikuti oleh personel polres pesisir barat, TNI, pemerintah daerah pesisir barat dan instansi terkait lainnya.

Kapolres pesisir barat AKBP Bestiana, S.I.K.,M.M., Melalui Kapolsek Pesisir tengah AKP Hadly Nasution menyampaikan pentingnya semangat persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.

“Momentum Hari Sumpah Pemuda ini menjadi pengingat bagi kita semua, khususnya generasi muda, untuk terus menjaga semangat juang, persaudaraan, dan cinta tanah air demi kemajuan bangsa,” ujarnya.

Selain upacara, kegiatan juga diisi dengan pembacaan naskah Sumpah Pemuda dan menyanyikan lagu-lagu Kebangsaan oleh peserta upacara. Suasana penuh semangat nasionalisme terasa selama pelaksanaan kegiatan.

“Peringatan Hari Sumpah Pemuda ini menjadi wujud nyata komitmen Polri dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan serta mendorong generasi muda untuk berperan aktif dalam menjaga persatuan dan keamanan di wilayahnya.”

Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-97, Warga Kodam XXI/RI Maknai Tema “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”

JurnalKota.net – Lampung – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025, Kepala Staf Kodam XXI/Raden Inten Brigjen TNI Andrian Susanto, S.I.P., M.Han., M.I.Pol., memimpin upacara yang berlangsung di Lapangan Upacara Makodam XXI/Raden Inten, Jalan Teuku Umar, Penengahan, Bandar Lampung, Selasa (28/10/2025).

Upacara yang mengusung tema “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu” berlangsung khidmat, diikuti oleh prajurit dan PNS Kodam XXI/RI beserta jajaran, serta sejumlah pejabat utama Kodam XXI/RI, antara lain Irdam XXI/RI, Danrem 043/Garuda Hitam, Kasrem 043/Gatam, Asren Kodam XXI/RI, para Asisten Kasdam XXI/RI, para Kasi Kasrem 043/Gatam, Dandim 0410/KBL, serta para Dan/Ka Balakdam XXI/RI.

Dalam amanatnya, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Erick Thohir yang dibacakan oleh Kasdam XXI/RI, menekankan pentingnya semangat persatuan, kreativitas, dan kontribusi nyata generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman.

> “Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 bukan sekadar rangkaian kata, tetapi tekad kuat yang mengikat seluruh elemen bangsa untuk bersatu dalam keberagaman. Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu,” demikian kutipan amanat Menpora yang dibacakan Kasdam XXI/RI.

Menpora juga menegaskan bahwa kemajuan bangsa tidak akan tercapai tanpa partisipasi aktif dari generasi muda. Pemuda harus terus bergerak, berkarya, dan berinovasi demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju.

Lebih lanjut, Menpora mengajak para pemuda untuk menjadi pelaku perubahan di era digital, dengan tetap menjunjung tinggi nilai persatuan dan etika bermedia.

> “Pemuda Indonesia harus adaptif, kreatif, dan berintegritas, serta mampu memanfaatkan kemajuan teknologi untuk membangun negeri, bukan memecah belah. Gunakan media sosial untuk menyebarkan inspirasi, bukan kebencian. Jadilah pemuda yang membawa semangat persatuan di mana pun berada,” pesan Menpora.

Rangkaian upacara juga diisi dengan pembacaan Keputusan Kongres Pemuda 1928, sebagai simbol semangat kebersamaan dan nasionalisme yang terus hidup di dada setiap prajurit dan peserta upacara.

Melalui momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 ini, seluruh prajurit dan PNS Kodam XXI/Raden Inten diharapkan dapat memaknai semangat juang para pendahulu dengan meningkatkan kinerja, disiplin, dan semangat berkarya nyata demi kemajuan bangsa dan kejayaan NKRI.*

Guyuran Hujan Tak Surutkan Semangat Pemuda pada Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 di Lampung

JurnalKota.net – BANDAR LAMPUNG —- Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menjadi Pembina Upacara memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025 di Lapangan Korpri, Komplek Dinas Kantor Gubernur, Bandarlampung, Selasa (28/10/2025).

Upacara yang berlangsung dibawah guyuran hujan tersebut diikuti oleh unsur Forkopimda, Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, Mahasiswa, Pelajar dan Organisasi Kepemudaan.

Membacakan sambutan Menteri Kepemudaan dan Olahraga RI Erick Thohir, Wagub Jihan mengobarkan semangat pemuda dengan mengenang para pemuda terdahulu yang berjuang dalam meraih kemerdekaan Indonesia.

“Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, Hari ini kita berdiri di bawah langit merah putih, langit yang dulu menaungi para pemuda 1928. Mereka tidak banyak bicara, mereka berani, mereka bersumpah, dan menepatinya dengan darah dan nyawa,” tegasnya.

Ia mengatakan bahwa hari ini tugas pemuda berbeda, tidak lagi mengangkat bambu runcing, tetapi mengangkat ilmu, kerja keras dan kejujuran.

Namun, menurutnya semangat para pemuda saat ini masih tetap sama, yakni Indonesia harus berdiri tegak dan tidak boleh kalah dengan bangsa lain.

“Kita hidup di zaman yang berat, dunia bergerak cepat. Namun kita tidak boleh takut karena kita harus percaya, di setiap kampung, di setiap kota, masih ada anak muda Indonesia yang jujur, tangguh, dan berani. Itulah kekuatan bangsa kita,” ujarnya.

Wagub Jihan menekankan bahwa bangsa Indonesia butuh pemuda yang patriotik, gigih dan empati yang mencintai tanah air dengan tindakan nyata, yang tetap berdiri ketika badai datang.

“Seperti yang selalu dinyatakan dan dicerminkan oleh Bapak Presiden, Jangan takut bermimpi besar, Jangan takut gagal, Kalian bukan pelengkap sejarah, kalian adalah penentu sejarah berikutnya,” tegasnya.

Wagub Jihan mengajak para pemuda untuk membuktikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar.

“Dengan Bismillahirrahmanirrahim, saya ucapkan Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025. Mari kita jaga api perjuangan ini. Demi Indonesia Raya yang kuat, adil, makmur, dan disegani dunia. Salam Pemuda !” pungkasnya

Meski cuaca tak bersahabat, semangat nasionalisme yang membara dari Lapangan Korpri pagi ini menjadi bukti nyata semangat pemuda Indonesia tidak pernah surut oleh hujan maupun zaman.

Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-97 di Provinsi Lampung ini menjadi momentum untuk meneguhkan semangat kolaborasi lintas generasi dalam mewujudkan Lampung Maju Menuju Indonesia Emas 2045.*

Pemecahan Rekor MURI Makan Alpukat Siger oleh 2.000 Peserta di Lampung Timur Gaungkan Kebanggaan Produk Lokal

JurnalKota.net – LAMPUNG TIMUR — Wakil Gubernur Jihan Nurlela menghadiri kegiatan Pemecahan Rekor MURI Makan Alpukat Siger oleh 2.000 peserta yang digelar di Lapangan Merdeka Gunung Mas, Kabupaten Lampung Timur, Selasa (28/10/2025).

Kegiatan ini menjadi ajang promosi potensi unggulan daerah sekaligus bukti nyata sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur dalam mendorong pengembangan sektor hortikultura berbasis produk lokal.

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas antusiasme masyarakat yang berhasil mencatatkan sejarah baru bagi Lampung.

“Alhamdulillah, hari ini kita menjadi bagian dari sejarah baru. Pemecahan Rekor MURI ini bukan sekadar pencapaian angka, tapi wujud kebanggaan kita terhadap hasil bumi Lampung. Alpukat Siger adalah produk unggulan Lampung Timur yang membanggakan, bernutrisi tinggi, dan punya potensi ekonomi luar biasa,” ujar Jihan.

Wagub Jihan menambahkan, secara nasional Indonesia termasuk produsen alpukat terbesar di dunia dengan produksi sekitar 400 ribu ton per tahun, namun ekspornya baru mencapai 400 ton. Artinya, peluang pengembangan masih terbuka luas — termasuk bagi Lampung Timur sebagai salah satu pemasok utama.

“Ekspor hortikultura nasional naik hingga 49 persen pada semester pertama 2025. Ini menunjukkan pasar global sangat terbuka untuk buah tropis asal Indonesia. Kalau dunia mengenal alpukat berkualitas, biarlah mereka tahu asalnya dari Lampung Timur,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Lampung Timur Hj. Ella Siti Nuryamah menyampaikan rasa syukur dan bangga atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa Alpukat Siger merupakan aset berharga daerah dan menjadi salah satu buah tropis yang paling dibanggakan Provinsi Lampung.

Menurut Bupati, Alpukat Siger memiliki keunggulan dari segi rasa dan tekstur dagingnya tebal, lembut, dan beraroma khas. Dengan potensi tersebut, ia yakin alpukat Siger mampu menjadi komoditas ekspor unggulan yang bisa bersaing di pasar global.

“Dengan kualitas seperti ini, alpukat Siger bukan hanya kebanggaan lokal, tapi bisa menjadi lokomotif penggerak ekspor buah unggulan dari Indonesia,” jelasnya.

Baik Wakil Gubernur maupun Bupati sama-sama berharap kegiatan pemecahan rekor MURI ini tidak hanya menjadi perayaan simbolis, tetapi momentum untuk membangun semangat gotong royong, memperkuat citra positif daerah, dan mengenalkan produk unggulan Lampung Timur ke pasar nasional dan internasional.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi pusat-daerah dalam mengembangkan pertanian berkelanjutan, memperluas ekspor hortikultura, dan menjadikan Lampung sebagai lumbung buah tropis unggulan nasional.

Pelaksanaan pemecahan rekor MURI dimulai oleh Wagub Jihan yang turut serta makan Alpukat diatas truk bersama seluruh peserta. Piagam penghargaan MURI secara langsung diberikan oleh Direktur Operasional MURI Yusuf Ngadri.*