Ketua DPRD : Kami Masih Menunggu Laporan dari TAPD, Mungkin Dalam Dua Sampai Tiga Hari ke Depan Baru Bisa Disampaikan
Metro | Hampir lima jam Rapat evaluasi pembangunan tahun 2026 antara DPRD Kota Metro dan Pemerintah…
Danrem 043/Gatam Hadiri Ground Breaking Jembatan Garuda, Dorong Peningkatan Ekonomi Warga Lamtim
JurnalKota.net – LAMPUNG TIMUR – Komandan Korem 043/Garuda Hitam, *Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, S.E., M. Han.,* menghadiri prosesi peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan Jembatan Gantung Garuda Tahap III dan IV di Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, Rabu (1/4/2026).
Pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program strategis Kodam XXI/Radin Inten dalam mempercepat mobilitas masyarakat serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Provinsi Lampung.
*Wujud Kemanunggalan TNI dan Rakyat*
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasdam XXI/RI Brigjen TNI Andrian Susanto yang mewakili Pangdam XXI/RI. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bentuk nyata komitmen TNI dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat.
“Pembangunan jembatan ini menjadi bukti kehadiran prajurit dalam menjaga ketahanan nasional sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujarnya saat membacakan amanat Pangdam.
Ia juga menambahkan bahwa proyek ini dilaksanakan secara serentak di wilayah Kodam XXI/RI yang mencakup Provinsi Lampung dan Bengkulu sebagai bagian dari dukungan terhadap pembangunan nasional.
*Dorong Kesejahteraan Masyarakat*
Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki menyampaikan bahwa keberadaan jembatan gantung ini memiliki nilai strategis bagi masyarakat, khususnya dalam membuka akses yang selama ini terbatas.
“Kami berharap dengan hadirnya jembatan ini, mobilitas masyarakat semakin lancar. Jika akses terbuka, maka akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan warga,” ungkapnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat infrastruktur yang dibangun melalui semangat gotong royong.
“Pembangunan ini kita kerjakan bersama. Setelah selesai, mari kita jaga dan rawat agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” tambahnya.
*Sinergi Lintas Sektor*
Kegiatan ground breaking yang dimulai pukul 09.41 WIB tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda dan berbagai unsur terkait, di antaranya Wakil Gubernur Lampung, Wakil Bupati Lampung Timur, Ketua DPRD Lampung Timur, Kapolres dan Kajari Lampung Timur, Kepala BBWS Mesuji Sekampung, serta tokoh adat dan tokoh masyarakat setempat.
Kehadiran berbagai elemen pemerintah dan masyarakat ini mencerminkan sinergi yang kuat dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Lampung Timur.
Pembangunan Jembatan Gantung Garuda ini diharapkan menjadi solusi konkret atas tantangan geografis yang selama ini dihadapi masyarakat Desa Kali Pasir dan sekitarnya, sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi daerah.*
DPRD Dan Wali Kota Metro Gelar Rapat, Sayang Tertutup, Wartawan Diminta Keluar Ruangan
METRO | DPRD Kota Metro gelar rapat bersama Wali Kota Bambang Iman Santoso terkait kinerja pemerintah…
OJK Imbau Waspada Investasi Bodong, Bupati Egi Ingatkan Bahaya Iming-iming Untung Besar
LAMSEL, Kalianda – Ancaman penipuan investasi dan kejahatan digital kini semakin nyata di tengah masyarakat. Menyikapi…
Viral! Aparatur Kelurahan Sukarame II “Nyemplung” Bersihkan Saluran Air Kampung Sepagoh untuk Cegah Banjir
Bandar Lampung – Aparatur Kelurahan Sukarame II, Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung, menunjukkan kepedulian…
Pendekar Banten Lampung Ucapkan Selamat atas Pelantikan Ahmad Syafullah sebagai Kepala Kesbangpol
JurnalKota.net – LAMPUNG – Keluarga Besar Pendekar Banten Silat dan Seni Debus Surosowan Provinsi Lampung menyampaikan ucapan selamat atas dilantiknya Kang Ahmad Syafullah, S.H. sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Lampung.
Ucapan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Pendekar Banten Provinsi Lampung, H. Tb. Ismail S., S.H., sebagai bentuk dukungan terhadap kepemimpinan baru di lingkungan Kesbangpol.
“Selamat atas amanah yang diberikan. Kami berharap beliau dapat menjalankan tugas dengan baik serta terus menjaga persatuan dan kesatuan di Provinsi Lampung,” ujar H. Tb. Ismail dalam keterangannya.
Diketahui, pelantikan Ahmad Syafullah sebagai Kepala Kesbangpol Provinsi Lampung dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Lampung Nomor 800.1.3.3/919/VI.05/2026 tertanggal 16 Maret 2026.
Selain menjabat sebagai Kepala Kesbangpol, Ahmad Syafullah juga merupakan Pembina Pendekar Banten Silat dan Seni Debus Surosowan, sehingga diharapkan sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat dapat terus terjalin dengan baik.
Pendekar Banten Lampung menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program pemerintah, khususnya dalam menjaga stabilitas sosial, budaya, serta nilai-nilai kearifan lokal di tengah masyarakat.*
Diskominfo Klarifikasi Isu Larangan Parkir Plat Luar Daerah di Lampung Barat, Hanya Berlaku untuk ASN
Lampung Barat – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lampung Barat, Burlianto Eka Putra, memberikan klarifikasi…
DPRD Metro Panggil Wali Kota, Dugaan Pinjaman Rp20 Miliar Disorot
JurnalKota.net – KOTA METRO – DPRD Kota Metro memanggil Wali Kota Metro untuk menghadiri rapat koordinasi dan evaluasi program pembangunan tahun 2026, di tengah sorotan publik terkait dugaan pinjaman dana sebesar Rp20 miliar kepada Bank Lampung.
Ketua Pendekar Banten Kota Metro, H. Tb Ismail Saleh, SH, mengapresiasi langkah DPRD tersebut sebagai bentuk pengawasan terhadap kebijakan pemerintah daerah.
“Langkah DPRD ini patut diapresiasi. Ini bukan sekadar agenda formal, tetapi bentuk respons terhadap kegelisahan masyarakat yang membutuhkan kejelasan,” ujar Ismail, Selasa (31/03/2026).
Ia menilai, dugaan pinjaman dana tersebut perlu dijelaskan secara terbuka kepada publik, terutama terkait mekanisme dan dasar pengambilan kebijakan.
Menurut Ismail, apabila benar pinjaman dilakukan tanpa persetujuan DPRD, hal tersebut berpotensi menimbulkan persoalan dari sisi administrasi maupun hukum.
“Jika memang dilakukan tanpa persetujuan DPRD, tentu ini harus dikaji karena berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum. Oleh karena itu, perlu ada penjelasan yang transparan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan keuangan daerah, khususnya yang berdampak pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), harus melalui mekanisme yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
“Pengelolaan keuangan daerah harus dilakukan secara terbuka dan akuntabel. Semua kebijakan harus melalui prosedur yang sah,” ujarnya.
Ismail juga berharap rapat DPRD tersebut dapat menjadi forum yang efektif untuk mengungkap fakta dan memberikan penjelasan kepada masyarakat.
“Rapat ini diharapkan bisa memberikan kejelasan kepada publik, sehingga tidak menimbulkan spekulasi yang berkepanjangan,” tambahnya.
Sesuai ketentuan yang berlaku, kebijakan pinjaman daerah pada umumnya memerlukan persetujuan DPRD sebagai bagian dari fungsi pengawasan terhadap pengelolaan keuangan daerah.
Pendekar Banten Kota Metro, lanjut Ismail, menyatakan akan terus mengawal persoalan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap transparansi dan akuntabilitas pemerintahan.
“Kami berharap semua pihak dapat menjaga kepercayaan masyarakat dengan mengedepankan keterbukaan,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kota Metro belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pinjaman Rp20 miliar tersebut. Upaya konfirmasi kepada pihak terkait masih terus dilakukan.,*
DPRD Lampung Selatan Bentuk Pansus LKPJ 2025, Amelia Nanda Sari Ditunjuk Ketua
Lampung Selatan – DPRD Lampung Selatan resmi menetapkan unsur pimpinan dan keanggotaan Panitia Khusus (Pansus) Laporan…
Wakil Bupati Lampung Barat Serahkan LKPD kepada BPK Perwakilan Provinsi Lampung
Lampung Barat – Wakil Bupati Lampung Barat, Mad Hasnurin, menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun…
Pendaftar SNBP 2026 Tembus 26 Ribu, Universitas Lampung Terima 2.866 Mahasiswa Baru
Lampung – Universitas Lampung (Unila) mengumumkan hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026 melalui konferensi…
Paripurna DPRD Lamsel, Ranperda PSU Jadi Langkah Tegas Lindungi Warga Perumahan
LAMPUNG SELATAN — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Selatan menggelar rapat paripurna dengan agenda…
Unila Serahkan Hak Cipta Desain Menara Siger ke Pemprov Lampung, Tonggak Sejarah Pengabdian Akademisi
Lampung – Universitas Lampung (Unila) mencatatkan momen bersejarah dalam kontribusinya terhadap pembangunan daerah melalui penyerahan hak…
Unila Raih Akreditasi Internasional FIBAA, Tiga Prodi Diakui Standar Global
Lampung – Universitas Lampung (Unila) kembali mencatatkan prestasi di tingkat internasional dengan meraih akreditasi dari Foundation…
Menuju Gubernur Cup, Pendekar Banten Metro Tekankan Pentingnya Peran Pemkot dalam Pembinaan Atlet
JurnalKota.net – Metro, Lampung – Di tengah keterbatasan dukungan, Pendekar Banten Kota Metro tetap menunjukkan komitmennya dalam menjaga warisan budaya dengan mengirimkan 50 atlet pencak silat ke ajang Kejuaraan Gubernur Cup yang akan digelar pada 17–19 April 2026 di GOR Sumpah Pemuda (GSP), Way Halim, Bandar Lampung.
Ketua Pendekar Banten Kota Metro, H. Tb Ismail S., S.H., menegaskan bahwa keberangkatan puluhan atlet tersebut murni hasil perjuangan mandiri organisasi, tanpa sokongan berarti dari Pemerintah Kota Metro.
“Kami tetap berangkat, dengan segala keterbatasan. Ini bukti bahwa kecintaan terhadap budaya tidak boleh bergantung pada ada atau tidaknya perhatian pemerintah,” ujarnya saat ditemui di Sekretariat Pendekar Banten, Senin (30/3/2026).
Namun pernyataan paling tegas muncul saat Ismail menyoroti sikap pemerintah daerah yang dinilai kurang hadir dalam proses pembinaan, tetapi kerap muncul dalam momen seremonial.
“Jangan sampai pemerintah hanya hadir saat seremoni atau ketika ada prestasi. Tapi saat pembinaan dan perjuangan, justru tidak terlihat,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, selama ini roda organisasi dan pembinaan atlet berjalan dari swadaya para pengurus yang sebagian besar merupakan pelaku usaha. Kondisi ini, menurutnya, menjadi ironi di tengah seringnya gaung dukungan terhadap pelestarian budaya dan prestasi daerah.
“Kalau semua dibebankan ke organisasi, lalu peran pemerintah di mana? Jangan hanya slogan dukung budaya, tapi realisasinya tidak ada,” sindirnya.
Ismail juga mengingatkan bahwa para atlet yang bertanding membawa nama Kota Metro dan Provinsi Lampung, bukan sekadar nama organisasi. Oleh karena itu, sudah seharusnya ada tanggung jawab bersama, termasuk dari pemerintah daerah.
“Ketika atlet menang, nama daerah ikut terangkat. Tapi ketika mereka berjuang, jangan dibiarkan sendiri,” tambahnya.
Pendekar Banten Kota Metro berharap ke depan ada perubahan sikap yang lebih konkret dari Pemerintah Kota Metro, bukan sekadar janji atau kehadiran simbolis, melainkan dukungan nyata dalam pembinaan atlet dan pelestarian budaya.*