Wali Kota Eva Dwiana Salurkan Insentif Ribuan Kader Posyandu hingga TPK di Bandar Lampung
BANDAR LAMPUNG – Wali Kota Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menyalurkan insentif kepada para kader Posyandu,…
Bupati Egi Dampingi Wakapolri Tinjau Arus Mudik Bakauheni, Pastikan Perjalanan Aman dan Nyaman
Lampung Selatan – Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, mendampingi Wakapolri, Dedi Prasetyo, meninjau arus mudik…
Turun ke Pasar Jati Agung, Wabup Syaiful Pastikan Stok Aman dan Harga Terkendali
Lampung Selatan – Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan memastikan harga bahan pokok tetap…
Sekda Supriyanto Cek Pasar, Pastikan Harga Sembako di Lampung Selatan Tetap Stabil Jelang Lebaran
Lampung Selatan – Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, masyarakat Kabupaten Lampung Selatan mendapat kepastian terkait stabilitas harga…
DPD Partai Golkar Kota Metro Gelar Buka Puasa Bersama dan Beri Tali Asih ke Panti Asuhan
Metro | Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Metro menggelar kegiatan buka puasa bersama, di…
Bupati Lampung Selatan Terapkan Standar Kebersihan Baru, Warga Wajib Pilah Sampah Mulai 2026
KALIANDA – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mulai menerapkan standar baru dalam pengelolaan kebersihan dan keindahan lingkungan…
Korlantas Polri: Fatalitas Kecelakaan Saat Operasi Ketupat 2026 Turun 45 Persen
JAKARTA – Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia mencatat penurunan signifikan angka fatalitas kecelakaan lalu…
OPINI; Dr. Resmen Kadapi.SH.,MH Penegakan Hukum dan Jeritan Suara Perut Rakyat
JurnalKota.net – Sentak terkejut mendengar penegakan hukum seakan prestasi di tengah derita rakyat Menjelang Idul Fitri 2026, Di daerah Lampung tepatnya kabupaten Way Kanan telah terjadi penertiban, penghentian aktivitas tambang rakyat oleh Polda lampung. Kebijakan ini mungkin dimaksudkan untuk menegakkan Hukum.
Pertanyaannya apakah APH baru tau..?
Selama ini kemana aja..?
Apakah negara benar-benar sudah mempertimbangkan dampak dampak yang di timbulkan, ekonominya,sosial, keamanan bagi rakyat dan perekonomian nasional.?
Tambang rakyat selama ini bukan sekadar aktivitas informal. Di banyak wilayah bukan hanya di kabupaten way kanan tetapi hampir di seluruh wilayah Indonesia, kegiatan serupa terjadi ini adalah upaya keluarga bertahan hidup, terutama ketika lapangan kerja formal belum bisa diberikan oleh pemerintah ke warga negara.
Pemerintah telah memberlakukan Undang-Undang Nomor: 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, ada banyak penambang tradisional kehilangan kepastian hukum.
Penertiban pada saat menjelang idul Fitri begini akan sangat merugikan negara,,karna semua kebutuhan meningkat drastis, contoh sederhananya.
Di kabupaten way kanan ada ribuan penambang yang bekerja setiap hari mengadu nasib untuk mendapatkan graman mas yang di bagi tim kerja, jika satu tim bekerja 10 orang di kali dengan ribuan kelompok dengan mesin seadanya, maupun yg menyewa alat berat berapa putaran uang yang beredar per hari dari bensin motor menuju lokasi,,dari bontot yang belanja di warung warung, dan ini simbiosis mutualisme maka berapa potensi krugian ekonomi,apalagi jika kita menghitung ini secara nasional berapa juta orang yang mencoba menghidupi keluarga untuk bertahan hidup, maka berapa putaran uang secara nasional yg berhenti berbuputar. maka akumulasi aktivitas ekonomi dari ribuan titik tambang rakyat bisa mencapai ratusan triliun rupiah setiap tahun.
Semua kegiatan pelaku penambang ini berimplikasi langsung pada Pedagang makanan,Pengusaha transportasi lokal,Bengkel alat tambang,Toko kebutuhan harian,Jasa pengolahan mineral,Pasar tradisional.
Ketika pemerintah melakukan penertiban maka sebaiknya sudah berpikir secara komprehensif baik bicara solusi jangka panjang dan jangka pendek terhadap masyarakat setempat karna tambang rakyat berhenti, rantai ekonomi desa ikut tersendat.
Pemerintah sebenarnya telah mengeluarkan kebijakan yang memberi harapan kepada masyarakat melalui Peraturan Pemerintah Nomor: 39 Tahun 2025 tentang Wilayah Pertambangan Rakyat. Regulasi ini membuka jalan legalisasi tambang rakyat melalui skema Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR). Dalam implementasinya masih berjalan lambat bahkan tidak berjalan.
Pemerintah semestinya hadir di tengah rakyat untuk menunjukkan empati dan memberi solusi bahkan lebih dari itu, sentuhan nyata misal dengan Revisi tata ruang, Penetapan wilayah WPR,Penerbitan IPR bagi penambang rakyat atau hal lain dengan membawa persoalan di wilayahnya ke pemerintah pusat dengan kementrian terkait jika hal itu bukan kewenangan pemerintah daerah, ini menimbulkan bahasa negara jahat terhadap rakyatnya.
Dalam situasi seperti ini, penertiban yang dilakukan menjelang Lebaran justru berpotensi memperbesar tekanan ekonomi di tengah tengah masyarakat desa.
Amanah konstitusi melalui Undang-Undang Dasar 1945 telah menegaskan bahwa kekayaan alam harus digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Pertanyaannya sederhana ini kekayaan untuk siapa, rakyat yang mana.?
apakah kemakmuran negara tercapai untuk rakyatnya dengan menutup akses ekonomi mereka di setop, atau justru dihentikan tanpa solusi semakin memperburuk nasib rakyat.
Solusi yang harus diberikan yaitu transformasi tambang rakyat menjadi legal, aman, dan ramah lingkungan.
Negara seharusnya hadir dan fokus pada ;
Percepatan penetapan WPR.
Pembentukan koperasi tambang rakyat.
Pelatihan teknologi tambang menjadi ramah lingkungan.
Pendampingan keselamatan kerja.
Integrasi dengan industri pengolahan mineral, rakyat bukan musuh negara.
Realitas ekonomi masyarakat yang perlu diatur dan diberdayakan, bukan dimatikan. Menjelang Lebaran, ketika kebutuhan ekonomi keluarga meningkat, kebijakan negara seharusnya hadir dengan empati dan solusi, bukan sekadar penertiban. Karena pada akhirnya, keberhasilan pengelolaan sumber daya alam bukan diukur dari seberapa banyak tambang yang ditutup dan bukan seberapa banyak yang di penjara melalui penegakan hukum, melainkan seberapa sejahtera rakyat dari alam kita.
Saya doakan dari Masjidil harom mudah mudahan saudara saudaraku yang terkena dampak atas penertiban ini dapat diberikan kelapangan hati, dimurahkan rejekinya dan bisa segera menemukan jalan keluar atas apa yang sedang di hadapi, insya Allah bulan ramadan memberikan keberkahan yang besar untuk kita semua, amin.*
Bazar Ramadan Kodam Radin Inten di Lampung Ramai Diserbu Warga, Stand Kodim 0410 Bandar Lampung Paling Diminati
BANDAR LAMPUNG – Pembukaan bazar Kodam II/Sriwijaya wilayah Kodam XVIII/Kasuari? (Note: Actually Kodam XXI/Radin Inten historically?…
Yayasan Mangkubumi Putra Lampung Gelar Silaturahmi Ramadhan, Perkuat Ukhuwah dan Kepedulian Sosial
JurnalKota.net – Bandar Lampung – Yayasan Mangkubumi Putra Lampung (YMPL) menggelar kegiatan silaturahmi bertajuk “Merajut Ukhuwah Peduli Sesama” dalam momentum Ramadhan 1447 H, Jumat (13/3/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Sekretariat YMPL Way Halim Permai Kota Bandar Lampung.
Kegiatan dihadiri sejumlah tokoh dan perwakilan lembaga, di antaranya Dr. Drs. H. M. Firsada selaku Asisten I Pemerintah Provinsi Lampung yang juga Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Lampung serta Ketua Dewan Pengawas Yayasan Mangkubumi Putra Lampung. Hadir pula Dr. Drs. H. Iskandar Zulkarnain selaku Ketua Baznas Lampung, perwakilan dari BIN Daerah Lampung, Satgaswil Lampung Densus 88 AT, Dit Intelkam Polda Lampung, pengurus yayasan, serta puluhan anggota Yayasan Mangkubumi yang merupakan eks narapidana terorisme.
Ketua Yayasan Mangkubumi Putra Lampung, Ir. Supriadi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pembina dan mitra yang telah bersinergi dalam mendukung berbagai kegiatan yayasan, khususnya dalam momentum Ramadhan.
Menurutnya, kegiatan silaturahmi ini diharapkan dapat membawa keberkahan sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan antar anggota yayasan. “Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kebahagiaan serta manfaat bagi seluruh anggota Yayasan Mangkubumi Putra Lampung,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa YMPL terus berupaya menjalankan berbagai program sosial melalui bidang-bidang yang ada di dalam organisasi. Di antaranya kegiatan sedekah kepada masyarakat kurang mampu di sekitar lingkungan yayasan serta program pengembangan sumber daya manusia guna mendorong anggota yayasan menjadi lebih mandiri secara ekonomi dan sosial.
Sementara itu, Dr. M. Firsada menekankan pentingnya menjaga komunikasi dan silaturahmi yang telah terbangun selama ini di lingkungan Yayasan Mangkubumi Putra Lampung.
Menurutnya, momentum Ramadhan tidak hanya menjadi ajang kebersamaan, tetapi juga sarana memperkuat ukhuwah dan nilai-nilai persaudaraan. “Kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda kebersamaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan serta memperkokoh nilai-nilai kebersamaan di antara kita semua,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa nilai ketakwaan tidak hanya tercermin melalui ibadah ritual semata, tetapi juga melalui perilaku sehari-hari, seperti menjaga kejujuran, meningkatkan kepedulian sosial, serta mempererat silaturahmi.
Perwakilan Satgaswil Lampung Densus 88 AT, Kompol Sumarna, menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah berkolaborasi dalam melakukan pembinaan terhadap eks Napiter keluarga besar Yayasan Mangkubumi Putra Lampung.
Menurutnya, Densus 88 AT menjalankan tugas dan fungsi melalui pendekatan identifikasi, sosialisasi, serta pembinaan dan pendampingan terhadap para narapidana terorisme yang telah menyelesaikan masa hukuman.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan sosial yang dilakukan bersama berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, Baznas, Polda dan BIN Daerah Lampung, merupakan bagian dari upaya memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Baznas Lampung Dr. H. Iskandar Zulkarnain menyampaikan bahwa kegiatan silaturahmi ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk menjadikan masa lalu sebagai pembelajaran serta menatap masa depan yang lebih baik.
Menurutnya, Baznas berkomitmen untuk mengelola zakat secara produktif melalui berbagai program pemberdayaan, seperti bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan sosial.
“Melalui Yayasan Mangkubumi Putra Lampung, diharapkan dapat menjadi salah satu mitra dalam mengumpulkan dan mendistribusikan program-program pemberdayaan zakat kepada masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga membuka peluang bagi anggota yayasan untuk berpartisipasi sebagai relawan Baznas dalam mengkampanyekan pentingnya zakat kepada masyarakat di Provinsi Lampung.
Kegiatan silaturahmi tersebut kemudian ditutup dengan penyerahan simbolis paket sembako dan lainnya dari Baznas Provinsi Lampung serta Pembina yayasan untuk para anggota Yayasan Mangkubumi Putra Lampung yang diserahkan oleh Ketua FKPT, Ketua Baznas, Perwakilan Satgaswil Lampung Densus 88 AT, dan Perwakilan Binda Lampung.*
IWAPI Lampung Gelar Webinar Kesehatan Ramadan, Bahas Deteksi Stroke, Tumor, dan Tips Puasa Aman
LAMPUNG – Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Provinsi Lampung menggelar webinar kesehatan bertema “Pentingnya Deteksi Stroke…
COMMUNICARE 2026 Unila: Mahasiswa Ilmu Komunikasi Tebar Kepedulian di Bulan Ramadan
LAMPUNG – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Komunikasi Universitas Lampung (Unila) sukses menggelar kegiatan sosial bertajuk…
Jumat Berkah, Ikaspanda ’92 Bagikan 500 Paket Takjil di Masjid Al Bakrie dan Bukber
BANDAR LAMPUNG – Ikatan Keluarga Alumni SMP Negeri 2 Tanjungkarang (Ikaspanda) ’92 kembali menggelar kegiatan “Jumat…
702 Personel Gabungan Siaga Amankan Mudik, 9 Pos Pengamanan Disiapkan di Bandar Lampung
JurnalKota.net – Bandar Lampung – Ratusan personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan arus mudik dan perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di wilayah Kota Bandar Lampung. Pengamanan tersebut dilakukan dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026 yang berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Sebanyak 702 personel diterjunkan dalam operasi kemanusiaan ini. Mereka terdiri dari 488 personel Polresta Bandar Lampung serta 214 personel gabungan dari TNI dan berbagai stakeholder terkait.
Hal tersebut disampaikan oleh Kasi Humas Polresta Bandar Lampung, AKP Agustina Nilawati, usai mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Krakatau 2026 yang digelar di Lapangan Mapolresta Bandar Lampung, Kamis (12/3/2026) sore.
“Total ada 702 personel yang dikerahkan dalam Operasi Ketupat Krakatau kali ini. itu terdiri dari anggota Polresta Bandar Lampung sendiri dibantu unsur TNI dan instansi terkait yang nantinya bersama-sama melakukan pengamanan selama arus mudik hingga perayaan Idulfitri,” ujar AKP Agustina Nilawati, Kamis (12/3/2026).
Menurutnya, Operasi Ketupat merupakan operasi kemanusiaan yang digelar setiap tahun untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang melaksanakan perjalanan mudik maupun merayakan Lebaran di Kota Bandar Lampung.
Dalam pelaksanaannya, Polresta Bandar Lampung juga mendirikan sembilan pos pengamanan dan pelayanan di sejumlah titik strategis. Pos tersebut terdiri dari tiga Pos Pelayanan dan enam Pos Pengamanan yang akan beroperasi selama masa operasi berlangsung.
Tiga Pos Pelayanan tersebut berada di Pos Pelayanan Ramayana, Pos Pelayanan Terminal Rajabasa, dan Pos Pelayanan Begadang V. Sementara enam Pos Pengamanan didirikan di Pos Pam Tugu Raden Intan, Pos Pam Kemiling, Pos Pam Baruna Panjang, Pos Pam Sukamaju, Pos Pam Kota Teluk, serta Pos Pam Masjid Al Bakrie.
AKP Agustina menjelaskan, pos-pos tersebut berfungsi sebagai pusat pelayanan bagi masyarakat, termasuk tempat istirahat bagi pemudik, pusat informasi, serta lokasi pengamanan di titik-titik rawan kepadatan arus lalu lintas.
“Kami berharap dengan adanya pos pelayanan dan pos pengamanan ini, masyarakat dapat merasakan perjalanan mudik yang aman, lancar, dan nyaman. Personel juga disiagakan untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas selama masa mudik Lebaran,” jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas serta menjaga keselamatan selama perjalanan agar perayaan Idulfitri dapat berlangsung dengan aman dan penuh kebahagiaan.*